Farid Ma'ruf

Dunia Teknologi, Sastra, dan Dakwah

PHP, Aku Mau

Posted by Farid Ma'ruf pada 10/08/2018

Suatu hal yang salah, jika diulang-ulang disiarkan, akan dianggap sebagai kebenaran itu sendiri.

Contoh kecil.

PHP singkatan dari apa?

Mungkin akan ada banyak yang menjawab : Pemberi Harapan Palsu. Bahkan ada situs berita besar yang menggunakan PHP sebagai judul berita yang sedang hangat mengenai cawapres.

 

Tapi, benarkah PHP singkatan dari Pemberi Harapan Palsu?

Aslinya tidak begitu. Baca entri selengkapnya »

Posted in Dakwah | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Melamar Gadis Tidak Perlu Menunggu Kaya

Posted by Farid Ma'ruf pada 01/08/2018

Sebagian pemuda memilih menunda melamar gadis karena belum kaya.

Sebagian gadis memilih menolak lamaran pemuda yang tidak kaya.

Semuanya itu pilihan yang boleh-boleh saja.

Hak masing-masing orang.

Tidak perlu dicela.

Seorang pemuda tidak perlu marah-marah ketika lamarannya ditolak seorang gadis karena kurang kaya.

Seorang gadis tidak perlu dilabeli “matre” karena tidak mau menerima lamaran pemuda miskin. Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Catatan untuk Akhwat Rider

Posted by Farid Ma'ruf pada 28/07/2018

Tadi saya terburu-buru mendatangi suatu acara karena harus menyelesaikan urusan lain terlebih dahulu. Karena terburu-buru, tentu saya mengendarai sepeda motor agak lebih cepat daripada kecepatan normal saya biasanya. Di jalan utara Masjid Agung, tiba-tiba, wuzzz…..

Saya disalip dari sisi kiri. Agak kaget tentu saja. Pengendara sepeda motor yang mendahului (menyalip) ternyata seorang perempuan, memakai baju gamis, kerudungnya warna hitam dengan ukurannya besar. Saking besarnya, ujung kerudung itu (jika saya tidak salah identifikasi) hampir menyentuh aspal, sekitar 10cm di atas aspal mungkin. Baca entri selengkapnya »

Posted in Muslimah | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Hubungan Piala Dunia dan Kenaikan Harga Telur

Posted by Farid Ma'ruf pada 17/07/2018

1. Pekerja di sektor ayam begadang sehingga paginya lupa, malas, atau terlambat memberi makan ayam. Akibatnya, ayam menjadi kurang gizi.
2. Pekerja di sektor ayam nonton siaran sepak bola di dekat kandang sehingga ayam-ayam ikut menonton dan menjagokan tim dari negara tertentu. Sayang tim jagoannya
kalah, sehingga banyak ayam yang sedih bahkan depresi sehingga tidak mau bertelur.
3. Banyak pemain bola yang muda dan ganteng-ganteng. Ayam-ayam petelur yang berjenis kelamin betina menjadi jatuh cinta, tapi nampaknya menjadi kasih tak sampai
sehinnga broken heart. Jadi para ayam hanya mengurung diri lemes di kandang, tidak mau bertelur.

Demikianlah analisis ngawur dari seorang kaskuser yang sedang iseng 🙂

Posted in Humor | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Nama Tidak Selalu Menggambarkan Isi

Posted by Farid Ma'ruf pada 10/07/2018

Suatu ketika di hari-hari awal pernikahan, tiba-tiba istri saya minta dibelikan Susu Beruang. Awalnya saya tidak begitu semangat menanggapi permintaan ini. Waktu itu kalau tidak salah memang sudah marak klaim kehebatan susu-susu selain susu sapi. Misalnya susu kedelai (yang sebenarnya bukan susu), susu kambing, juga susu kuda liar. Nah, saya khawatir kehebatan tersebut hanyalah klaim-klaim berlebihan. Selain itu saya juga susah membayangkan bagaimana cara memerah susu dari kuda yang liar. Apa tidak disepak itu yang memerah susu? Jangan-jangan susu kuda liar tidak benar-benar dari kuda liar? Hanya susu dari kuda biasa yang tidak liar. Nah ini apa pula ada Susu Beruang. Bagaimana cara memerah susu dari binatang beruang? Apa tidak takut itu orang yang memerah susu dari beruang? Dan kalau bicara hukumnya halal atau tidak, saya waktu itu juga tidak tahu. Baca entri selengkapnya »

Posted in Humor | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

FOOLITIK

Posted by Farid Ma'ruf pada 09/07/2018

Si Adik usia 3 tahun menangis krn ingin banget naik bus.
Si Kakak yg usia 6 tahun segera beraksi.
Ia telpon simbahnya :
“Mbah, ini lho adikku nangis. Kangen banget sama simbah. Ini Mbah ngomong langsung sama adikku.”
Trus si adik bicara di telpon sambil menangis, suara tidak jelas tentunya. Dan simbahnya tentu tidak paham maksudnya. Baca entri selengkapnya »

Posted in Humor | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Sepuluh Inspirasi Pernikahan

Posted by Farid Ma'ruf pada 04/07/2018

Dapat info kalau foto undangan pernikahan kami menginspirasi untuk ditiru. Demikianlah laporan seseorang yang tadi secara tidak sengaja menemukan undangan pernikahan kami di rumah, terus dia foto kemudian upload di status WA-nya. Soalnya dia heran, undangan sudah 10 tahun kok masih disimpan. Eh, doanya tidak lazim lagi di undangan.

Baiklah, mungkin ada hal lain juga yang bisa dipertimbangkan untuk ditiru (tapi ini tentu tidak harus, hanya berbagi pandangan saja).

Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Dunia Bukan Tempat Lucu-lucuan

Posted by Farid Ma'ruf pada 03/07/2018

Rasulullah kadang bercanda, misalnya dengan istri atau para sahabatnya. Tentu dalam porsi sewajarnya. Sementara itu berbagai kewajiban yang lain tentu beliau kerjakan dengan sebaik-baiknya.

Manusia di dunia ini memang memiliki misi yang tidak sembarangan. Misi itu adalah beribadah kepada Allah. Beribadah di sini dalam makna umum, tidak sebatas ibadah mahdah saja. Di dunia ini manusia harus taat kepada Allah tanpa tapi dan tanpa nanti. Ada banyak perintah Allah yang harus kita kerjakan dan ada banyak larangan Allah yang harus kita jauhi. Baca entri selengkapnya »

Posted in Nafsiyah | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Pentingkah Calon Istri Cantik?

Posted by Farid Ma'ruf pada 29/06/2018

Ada screenshoot kalimat berikut ini yang beredar di media sosial :

Banyak ikhwan yang gembar-gembor siap ta’aruf…

Tapi begitu nazhor, liat wajah akhwatnya di bawah standar (menurutnya), langsung kuaaabooorrr…

Ternyata fitrah ikhwan tu tetap ingin akhwat jelita… Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Cinta itu Sempurna dan Detail

Posted by Farid Ma'ruf pada 24/06/2018

“Mas, bagaimana baju ini?” Tiba-tiba istriku bertanya sambil menunjukkan baju yang sudah lama sekali tidak aku pakai. Baju itu ia temukan setelah bongkar-bongkar almari untuk dibersihkan. Aku lihat beberapa saat, sudah agak berubah warnanya. “Kalau memang sudah tidak layak pakai, dibuang saja,” jawabku.

“Tapi baju ini bersejarah. Sayang kalau dibuang.” Istriku menambahkan. “Apa sejarahnya?” Tanyaku penasaran. “Ini kan baju yang dulu Mas pakai waktu pertama kali bertemu denganku.” Istriku menjelaskan. Aku mencoba mengingat-ingat kejadian lebih dari 10 tahun yang lalu tersebut. Ternyata aku sudah lupa dulu pakai baju apa. Tapi ternyata justru istriku masih ingat. “Ya sudah, dimuseumkan saja”, Aku berikan keputusan akhirnya. Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »