Farid Ma'ruf

Dunia Teknologi, Sastra, dan Dakwah

Amankan Investasi Digital

Posted by Farid Ma'ruf pada 28/09/2018

Oleh : Farid Ma’ruf (Digital Marketer)

Website adalah aset digital yang kita sangat perlu berinvestasi ke sana, kemudian juga dijaga baik-baik. Baik berupa domainnya, maupun konten websitenya, termasuk juga hasil pencarian di mesin pencari.

Ada seorang ibu yang menjadi klien kami. Beliau adalah pengusaha yang mempunyai banyak aset digital berupa website. Dengan website-website itu ia bisa berjualan banyak produk fisik alat usaha yang margin keuntungannya cukup besar. Baca entri selengkapnya »

Posted in Bisnis Online | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Bahagia dengan Kondisi yang Kita Alami

Posted by Farid Ma'ruf pada 24/09/2018

Oleh : Farid Ma’ruf @faridmsn

Tadi menyaksikan video kreatif yang isinya boleh dibilang soft kampanye dengan menyampaikan isi keberhasilan kerja pemerintah.

Di sana ada karakter ibu dan dua anak sedang makan enak (modelnya mirip iklan salah satu merk biskuit terkenal dan legendaris gambarnya). Di sana tidak ada sosok ayah.

Dua anak tsb curhat kepada ibunya. Mereka malu kepada netizen mengapa ayah mereka tidak pernah kelihatan ketika mereka sedang makan enak. Ibunya mau menjawab, tapi malu, takut dianggap kampanye. Anak-anaknya menyemangati ibunya untuk tidak perlu takut. Baca entri selengkapnya »

Posted in Renungan | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Keputusan Berbasis Data

Posted by Farid Ma'ruf pada 23/09/2018

Oleh : Farid Ma’ruf @faridmsn

Beberapa waktu yang lalu saya ikut mentoring bisnis dengan pembicara Vice President Sale Stock. Keputusan-keputusan bisnis harus didasarkan pada data yang telah dianalisis sehingga bisa didapatkan keputusan terbaik. Dikatakan bahwa Sale Stock tiap hari memproses bergiga-giga data. Keputusan tidak boleh didasarkan pada perasaan atau kira-kira. Baca entri selengkapnya »

Posted in Manajemen | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Berani vs Nekat

Posted by Farid Ma'ruf pada 21/09/2018

Berani itu bertindak dengan sebelumnya melakukan banyak pengumpulan data, analisis data, analisis resiko, dan pengambilan kesimpulan. Ia pun siap dengan semua resiko yang telah diantisipasi tersebut.

Nekat itu sebaliknya. Kurang kumpulkan data, kurang analisis, kurang perhitungkan resiko, dan asal-asalan ambil kesimpulan. Ia pun akhirnya tidak siap dengan resiko yang mungkin terjadi tapi tentu belum ia perhitungkan.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Renungan | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Kesepakatan

Posted by Farid Ma'ruf pada 21/08/2018

Yono dan Yeni menikah. Di awal pernikahan, mereka membuat aturan main dalam keluarga. Salah satunya adalah : tiap pagi hari mulai pk.04.00 harus sudah bangun untuk lari pagi dan senam pagi. Baru boleh selesai pukul 07.00.

Kesepakatan ini dijadikanlah aturan. Anak-anaknya harus sepakat, dan harus melaksanakannya. Jika tidak sepakat dan tidak melaksanakannya, tidak diakui sebagai anak. Akan diusir. Maka patuhlah semua anak-anaknya. Anak-anaknya tsb kemudian juga berkeluarga, dan membuat aturan yang sama. Dan begitu seterusnya sampai generasi keempat. Baca entri selengkapnya »

Posted in Dakwah | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

PHP, Aku Mau

Posted by Farid Ma'ruf pada 10/08/2018

Suatu hal yang salah, jika diulang-ulang disiarkan, akan dianggap sebagai kebenaran itu sendiri.

Contoh kecil.

PHP singkatan dari apa?

Mungkin akan ada banyak yang menjawab : Pemberi Harapan Palsu. Bahkan ada situs berita besar yang menggunakan PHP sebagai judul berita yang sedang hangat mengenai cawapres.

 

Tapi, benarkah PHP singkatan dari Pemberi Harapan Palsu?

Aslinya tidak begitu. Baca entri selengkapnya »

Posted in Dakwah | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Melamar Gadis Tidak Perlu Menunggu Kaya

Posted by Farid Ma'ruf pada 01/08/2018

Sebagian pemuda memilih menunda melamar gadis karena belum kaya.

Sebagian gadis memilih menolak lamaran pemuda yang tidak kaya.

Semuanya itu pilihan yang boleh-boleh saja.

Hak masing-masing orang.

Tidak perlu dicela.

Seorang pemuda tidak perlu marah-marah ketika lamarannya ditolak seorang gadis karena kurang kaya.

Seorang gadis tidak perlu dilabeli “matre” karena tidak mau menerima lamaran pemuda miskin. Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Catatan untuk Akhwat Rider

Posted by Farid Ma'ruf pada 28/07/2018

Tadi saya terburu-buru mendatangi suatu acara karena harus menyelesaikan urusan lain terlebih dahulu. Karena terburu-buru, tentu saya mengendarai sepeda motor agak lebih cepat daripada kecepatan normal saya biasanya. Di jalan utara Masjid Agung, tiba-tiba, wuzzz…..

Saya disalip dari sisi kiri. Agak kaget tentu saja. Pengendara sepeda motor yang mendahului (menyalip) ternyata seorang perempuan, memakai baju gamis, kerudungnya warna hitam dengan ukurannya besar. Saking besarnya, ujung kerudung itu (jika saya tidak salah identifikasi) hampir menyentuh aspal, sekitar 10cm di atas aspal mungkin. Baca entri selengkapnya »

Posted in Muslimah | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Hubungan Piala Dunia dan Kenaikan Harga Telur

Posted by Farid Ma'ruf pada 17/07/2018

1. Pekerja di sektor ayam begadang sehingga paginya lupa, malas, atau terlambat memberi makan ayam. Akibatnya, ayam menjadi kurang gizi.
2. Pekerja di sektor ayam nonton siaran sepak bola di dekat kandang sehingga ayam-ayam ikut menonton dan menjagokan tim dari negara tertentu. Sayang tim jagoannya
kalah, sehingga banyak ayam yang sedih bahkan depresi sehingga tidak mau bertelur.
3. Banyak pemain bola yang muda dan ganteng-ganteng. Ayam-ayam petelur yang berjenis kelamin betina menjadi jatuh cinta, tapi nampaknya menjadi kasih tak sampai
sehinnga broken heart. Jadi para ayam hanya mengurung diri lemes di kandang, tidak mau bertelur.

Demikianlah analisis ngawur dari seorang kaskuser yang sedang iseng 🙂

Posted in Humor | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Nama Tidak Selalu Menggambarkan Isi

Posted by Farid Ma'ruf pada 10/07/2018

Suatu ketika di hari-hari awal pernikahan, tiba-tiba istri saya minta dibelikan Susu Beruang. Awalnya saya tidak begitu semangat menanggapi permintaan ini. Waktu itu kalau tidak salah memang sudah marak klaim kehebatan susu-susu selain susu sapi. Misalnya susu kedelai (yang sebenarnya bukan susu), susu kambing, juga susu kuda liar. Nah, saya khawatir kehebatan tersebut hanyalah klaim-klaim berlebihan. Selain itu saya juga susah membayangkan bagaimana cara memerah susu dari kuda yang liar. Apa tidak disepak itu yang memerah susu? Jangan-jangan susu kuda liar tidak benar-benar dari kuda liar? Hanya susu dari kuda biasa yang tidak liar. Nah ini apa pula ada Susu Beruang. Bagaimana cara memerah susu dari binatang beruang? Apa tidak takut itu orang yang memerah susu dari beruang? Dan kalau bicara hukumnya halal atau tidak, saya waktu itu juga tidak tahu. Baca entri selengkapnya »

Posted in Humor | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »