Farid Ma'ruf

Dunia Teknologi, Sastra, dan Dakwah

Archive for the ‘Renungan’ Category

Renungan

Rindu Kampung Akhirat

Posted by Farid Ma'ruf pada 25/05/2018

Orang-orang yang bertaqwa tidak memandang dunia sebagai tujuan akhir. Dunia ini tempat dan waktu untuk beramal sholeh.

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan,

(yaitu) kebun-kebun dan buah anggur,

dan gadis-gadis remaja yang sebaya,

dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman).

Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula) perkataan dusta.

Sebagai pembalasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak, Baca entri selengkapnya »

Iklan

Posted in Renungan | Leave a Comment »

Semua ada Resikonya.

Posted by Farid Ma'ruf pada 18/12/2017

1. Saya pernah pakai PP foto bersama anak. Ada yang bilang, hati-hati upload foto anak ke media sosial. Berbahaya. Saya pikir-pikir, memang ada benarnya.
2. Saya pernah pakai PP foto bersama istri. Ada yang bilang, jangan posting foto perempuan termasuk istri. Saya pikir-pikir, memang ada benarnya.
3. Saya pernah pakai foto PP diri sendiri/sendirian. Ada banyak inbox dari kaum perempuan. Isinya ngajak kenalan, terus bertanya : Sudah menikah apa belum? Saya belum mikir, ini benar apa nggak?
4. Saya pernah pakai foto PP gambar kartun. Tiba-tiba, akun saya dikunci oleh FB. Tidak bisa dibuka walaupun email dan password sudah benar.
Baca entri selengkapnya »

Posted in Renungan | Leave a Comment »

Menuntut Dalil

Posted by Farid Ma'ruf pada 18/12/2017

Ada yang bilang, karena tidak ada perintahnya (secara tegas dan jelas) dalam Al Qur’an atau As Sunnah, sesuatu itu tidak wajib. Jadi sesuatu itu pilihan saja (mungkin maksudnya mubah).

Baik, coba konsisten dengan alur tsb.

Apa hukum mendirikan pabrik tekstil? Baca entri selengkapnya »

Posted in Renungan | Leave a Comment »

Rahasia Hidayah

Posted by Farid Ma'ruf pada 08/12/2017

Bagaimana perasaan kita jika mengetahui ada orang bergelar doktor, bahkan profesor, tapi ia justru tidak mau tunduk pada syariah? Bahkan menentangnya?

Bagaimana pula perasan kita jika mengetahui ada orang yang bodoh tanpa ilmu, tapi dengan garangnya menyerang syariah? Bahkan menentangnya?

Bagaimana pula perasaan kita jika mengetahui bahwa kedua jenis orang tersebut pernah bertemu dan didakwahi oleh ustadz-ustadz level top yang tinggi tsaqofahnya, tajam lisannya, dan ikhlas hatinya? Baca entri selengkapnya »

Posted in Renungan | Leave a Comment »

Kuat Mental Walaupun Dibully

Posted by Farid Ma'ruf pada 07/12/2017

Bagaimana rasanya ketahuan berbicara tanpa ilmu di depan publik yang banyak? Bagaimana pula rasanya jika kemudian dibully ratusan ribu orang atau bahkan jutaan orang di media sosial?

Saya yakin, pasti malu dan sakit pakai banget.

Kita pun pernah mendapatkan berita bahwa orang yang dibully bisa depresi, kemudian bunuh diri. Ya bunuh diri, sampai mati. Mati beneran, bukan sekedar mematikan akun media sosial. Baca entri selengkapnya »

Posted in Renungan | Leave a Comment »

Agama, Sumber Kebaikan atau Sebab Kekacauan?

Posted by Farid Ma'ruf pada 04/12/2017

Jika ada orang yang meyakini bahwa agama yang dianutnya adalah agama satu-satunya yang benar, yang akan menyebabkan kebaikan di dunia dan di akhirat, dan di saat yang sama ia meyakini bahwa jika ajaran agamanya tersebut diamalkan, maka masyarakat bahkan negerinya akan menjadi kacau, berpecah belah, bahkan rusuh dan rusak. Jika benar ada orang berpemikiran demikian, itu masuk nalar apa tidak ya? Alur logikanya bagaimana? Sesuatu yang baik, yang dijamin pasti benar oleh Sang Pencipta, justru menyebabkan kekacauan? Logis? Baca entri selengkapnya »

Posted in Renungan | Leave a Comment »

Galau yang Tak Masuk Akal

Posted by Farid Ma'ruf pada 04/10/2017

Banyak orang yang galau ketika sudah lulus tapi belum juga punya pekerjaan.

Padahal, mati dalam keadaan menganggur itu tidak membuat masuk neraka.

 

Banyak orang yang galau ketika usia sudah 30 tahun ke atas tapi belum juga dapat jodoh.

Padahal, mati dalam keadaan jomblo itu tidak membuat masuk neraka. Baca entri selengkapnya »

Posted in Renungan | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Merdeka untuk Taat, Bukan untuk Maksiat

Posted by Farid Ma'ruf pada 10/08/2017

Rakyat negeri yang dijajah,

ia tidak akan bisa mudah untuk menjalankan ketaatan kepada Allah.

 

Mau sholat, sulit.

Mau belajar agama, sulit.

Bahkan penerjemahan Al Qur’an saja bisa dilarang. Baca entri selengkapnya »

Posted in Renungan | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Rasa Malu

Posted by Farid Ma'ruf pada 15/07/2017

Jika engkau tidak malu, berbuatlah semaumu.” [HR. al-Bukhari]

Apa iya sih manusia beradab bisa tidak punya malu? Kalau binatang sih, bisa. Berbuat semaunya, sesuka hatinya. Itu binatang.

 

Kalau manusia?

Ternyata juga ada. Baca entri selengkapnya »

Posted in Renungan | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Buta Hati

Posted by Farid Ma'ruf pada 23/06/2017

Beberapa hari yang lalu, seusai sholat magrib di Masjid Diponegoro Balai Kota Yogyakarta, saya dan istri berkendara melewati jalanan yang agak gelap. Saya melihat ada keramaian orang-orang menenteng semacam parcel lebaran. Isinya mungkin beras dan parcel. Uniknya, puluhan orang yang bergerombol di pinggir jalan tersebut membawa tongkat dan berjalan tertatih-tatih. Oh rupanya, mereka adalah kaum tuna netra. Usia mereka beragam. Ada yang muda, ada yang tua. Raut wajahnya menampakkan kegembiraan membawa paket parcel tersebut. Walau tentu mereka tidak bisa melihat wujud parcel tersebut.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Renungan | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »