Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Archive for the ‘Renungan’ Category

Renungan

Ngantuk saat Pengajian/Khutbah vs Mata Berbinar ketika Siaran Sepak Bola

Posted by Farid Ma'ruf pada Maret 9, 2017

Pernahkah melihat ada orang yang mengantuk ketika pengajian? Mungkin malah sering kita temukan yang tidur saat pengajian. Atau bahkan kita sendiri termasuk? He he he. Semoga tidak ya…

Padahal, pengajian itu diselenggarakan di siang hari. Atau malam tapi belum larut. Masih di bawah jam 10 malam. Tapi toh tidur juga.

 

Tapi, pernahkah melihat orang yang tidur ketika menikmati siaran sepak bola yang disiarkan malam hari bahkan dini hari? Tidak jarang justru kita temukan mereka semangat 45, bahkan saking antusiasnya sampai berteriak-teriak. Baca entri selengkapnya »

Posted in Renungan | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Harga Sebuah Kebanggaan Mempunyai Rio Haryanto untuk Balapan F1

Posted by Farid Ma'ruf pada Februari 20, 2016

rio-haryanto-pertamina-f1Saya pernah dapat surat undangan dari sebuah lembaga di Jakarta.
Isinya :
Undangan untuk mendapatkan penghargaan (kalau tidak salah, akan dihadiri pejabat juga). Menurut penilaian saya, ini sepertinya beneran (bukan kegiatan penipuan).

Tapi ada yang aneh menurut saya.
Peserta yang mau hadir harus membayar sekian juta untuk berbagai biaya (jauh di atas biaya transportasi dan hotel ya).

Saya pun tidak mau hadir. Memangnya penghargaan untuk apa? Perusahaan saya (saat itu) tidak butuh penghargaan. Butuhnya, omset dan laba. 🙂 Baca entri selengkapnya »

Posted in Renungan | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

GURU

Posted by Farid Ma'ruf pada November 25, 2015

guruGuru biasa kita gelari pahlawan tanpa tanda jasa. Guru adalah sosok manusia yang mulia, memberikan ilmunya kepada kita. Pahalanya pun tentu besar. Itu semua benar. Tentu jika guru tersebut mengajarkan kebaikan kepada murid-muridnya.

Tapi….

Belum tentu semua guru berpahala besar.

Bisa jadi, guru malah berdosa besar.

Kok bisa?

 

Baca entri selengkapnya »

Posted in Renungan | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Tetap Bersyukur dalam Kondisi Miskin dan Kurang Wawasan

Posted by Farid Ma'ruf pada November 10, 2015

Saya pernah mengakses suatu komunitas. Alhamdulillah, akhirnya bisa masuk dan melakukan pembinaan bersama teman-teman. Ketika pembinaan umum sangat banyak orangnya. Ketika masuk pembinaan khusus, sudah terseleksi. Mungkin tinggal sekitar 20 orang.

20 orang tersebut pun bermacam-macam. Tapi mau kita bagi tiga kategori saja, yaitu :
1. Kaya (ekonomi mapan).
2. Miskin (ekonomi kekurangan).
3. Banyak akses informasi (mungkin terkait kondisi ekonomi juga)
Baca entri selengkapnya »

Posted in Renungan | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Berangkat Beramal Baik atau Tidak, Tergantung Hati

Posted by Farid Ma'ruf pada Mei 22, 2015

stasiun_tugu-jogjaPernahkah kita minta izin atau tidak berangkat dalam suatu kegiatan yang baik? Misalnya ada undangan pengajian, rapat dakwah, kegiatan dakwah, dan sejenisnya? Pernah? Atau sering? Apa alasannya? Sakit? Tidak ada kendaraan? Sedang ada tugas kuliah?

 

Kalau saya boleh membuat klaim, maka sesungguhnya alasan-alasan itu hanya menyumbang 1% saja. Sementara 99% itu adalah niat di hatinya. Artinya, mau berangkat atau tidak, sudah ada jawabannya di hati sejak awal. Faktor eksternal seperti hujan deras, tidak ada kendaraan, sakit, dan lain sebagainya 99% hanyalah faktor penghambat, tetapi bukan penyebab tidak jadi berangkat.

 

Tidak percaya? Baca entri selengkapnya »

Posted in Renungan | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Berjuang Tanpa Gengsi

Posted by Farid Ma'ruf pada Mei 12, 2015

Sore hari di Alun-alun Utara Jogja beberapa hari yang lalu :
A: “Pak XYZ tolong disiapkan untuk ikut barisan pengusaha di acara Rapat dan Pawai Akbar Ahad besok!”
B : “Afwan tidak bisa Tadz. Beliau sudah dapat amanah lain di kepanitiaan.”
A : “Amanah apa?”
B : “Petugas penggelar tikar untuk peserta.” Baca entri selengkapnya »

Posted in Renungan | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Bahaya Pencitraan yang Berlebihan

Posted by Farid Ma'ruf pada April 7, 2015

Membangun citra positif memang baik. Tapi jika berlebihan sehingga membuat orang lainover estimate, justru bisa berakibat kurang baik.

Sebagai contoh adalah sebagai berikut :

1. Pencitraan sebagai pengusaha sukses.

Mungkin karena ingin dikenal sebagai pengusaha yang sukses, seseorang membangun citranya sebagai pengusaha. Sebenarnya bisnisnya belum besar, tapi orang lain menilai besar. Konsekuensi berikutnya, ia akan dikira sebagai orang kaya.

Biasanya, orang kaya akan didatangi oleh orang-orang yang minta sedekah, minta sumbangan, minta pinjaman alias utang, dan sejenisnya. Jika ia memang orang kaya beneran, maka ia bisa memberikan sedekah, sumbangan, juga utangan. Tetapi karena ia tidak kaya, maka semua permintaan akan dia tolak. Akibatnya pandangan orang bisa berubah. Bisa jadi justru akan dinilai sebagai orang yang irit, pelit, dan medhit. Baca entri selengkapnya »

Posted in Renungan | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Jangan Terlalu Percaya Pencitraan di Sosmed

Posted by Farid Ma'ruf pada April 6, 2015

Banyak orang-orang hebat yang justru tidak punya “citra” di sosmed. Mungkin mereka sudah sangat sibuk berkiprah di dunia nyata sehingga tidak sempat atau tidak menyempatkan diri untuk nyosmed.

Di sisi lain, tidak sedikit orang yang melakukan pencitraan di sosmed. Mereka belum tentu orang hebat. Tapi mereka tentu punya kepentingan tertentu mengapa melakukan pencitraan di sosmed.

Selama kepentingannya tersebut tidak melanggar syariah, tentu boleh-boleh saja.
Tapi, tentu kita tidak bisa mengetahui secara pasti kepentingan orang lain mengapa pencitraan di sosmed.

Nah, yang bahaya nih. Ketika orang yang pencitraan itu punya niat jahat. Ini yang harus diwaspadai. Baca entri selengkapnya »

Posted in Renungan | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Nasihat-nasihat yang Justru Aneh jika Dituruti Semua Orang

Posted by Farid Ma'ruf pada Maret 13, 2015

Sekarang kan marak motivasi-motivasi yang terasa provokatif. Kesannya memang dahsyat (dan mungkin memang dahsyat bagi satu orang tersebut). Tapi, jika diikuti semua orang, justru kehidupan ini akan menjadi aneh. Ini jika dilihat dari sudut pandang yang lebih luas, tidak hanya pribadi satu orang atau sedikit orang saja.

Berikut ini contohnya :
1. Jadilah pengusaha ! Jangan mau menjadi karyawan !
Jika semua orang menjadi pengusaha, lantas siapa yang menjadi karyawannya? Satu pengusaha bisa jadi mempunyai beberapa karyawan. Jika semua karyawan minta resign, maka bangkrutlah pengusaha. Dunia ini memang butuh pengusaha, tapi lebih butuh banyak karyawan.
Baca entri selengkapnya »

Posted in Renungan | Leave a Comment »

Salah Paham Menempatkan Pemahaman Tentang Dampak

Posted by Farid Ma'ruf pada Februari 16, 2015

Dampak PerbuatanOrang berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu biasanya karena pemahamannya tentang dampak perbuatan tersebut. Perbedaan antara satu orang dengan orang yang lain biasanya karena seberapa panjang dia bisa berpikir tentang dampak.

Contoh :

Pemuda 01 berpacaran dan berzina. Mengapa ia lakukan? Ia hanya berpikir dampak 30 menit ke depan, yaitu “enak”. Ia tidak berpikir dampak 9 bulan kemudian (bisa jadi menjadi buronan masyarakat), apalagi dampak di akhirat (siksa yang pedih). Baca entri selengkapnya »

Posted in Renungan | Leave a Comment »