Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Archive for the ‘Renungan’ Category

Renungan

Galau yang Tak Masuk Akal

Posted by Farid Ma'ruf pada Oktober 4, 2017

Banyak orang yang galau ketika sudah lulus tapi belum juga punya pekerjaan.

Padahal, mati dalam keadaan menganggur itu tidak membuat masuk neraka.

 

Banyak orang yang galau ketika usia sudah 30 tahun ke atas tapi belum juga dapat jodoh.

Padahal, mati dalam keadaan jomblo itu tidak membuat masuk neraka. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Posted in Renungan | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Merdeka untuk Taat, Bukan untuk Maksiat

Posted by Farid Ma'ruf pada Agustus 10, 2017

Rakyat negeri yang dijajah,

ia tidak akan bisa mudah untuk menjalankan ketaatan kepada Allah.

 

Mau sholat, sulit.

Mau belajar agama, sulit.

Bahkan penerjemahan Al Qur’an saja bisa dilarang. Baca entri selengkapnya »

Posted in Renungan | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Rasa Malu

Posted by Farid Ma'ruf pada Juli 15, 2017

Jika engkau tidak malu, berbuatlah semaumu.” [HR. al-Bukhari]

Apa iya sih manusia beradab bisa tidak punya malu? Kalau binatang sih, bisa. Berbuat semaunya, sesuka hatinya. Itu binatang.

 

Kalau manusia?

Ternyata juga ada. Baca entri selengkapnya »

Posted in Renungan | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Buta Hati

Posted by Farid Ma'ruf pada Juni 23, 2017

Beberapa hari yang lalu, seusai sholat magrib di Masjid Diponegoro Balai Kota Yogyakarta, saya dan istri berkendara melewati jalanan yang agak gelap. Saya melihat ada keramaian orang-orang menenteng semacam parcel lebaran. Isinya mungkin beras dan parcel. Uniknya, puluhan orang yang bergerombol di pinggir jalan tersebut membawa tongkat dan berjalan tertatih-tatih. Oh rupanya, mereka adalah kaum tuna netra. Usia mereka beragam. Ada yang muda, ada yang tua. Raut wajahnya menampakkan kegembiraan membawa paket parcel tersebut. Walau tentu mereka tidak bisa melihat wujud parcel tersebut.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Renungan | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Kalau ada Niat, Pasti ada Jalan

Posted by Farid Ma'ruf pada Juni 19, 2017

Dua hari ini, Kuliah Subuh saya terasa spesial. Karena dua hari berturut-turut, saya menyaksikan yang tidak biasa. Yaitu adanya jamaah yang menjadi peserta kuliah subuh tapi berkendara dengan kursi roda. Di masjid pertama, dia adalah bapak-bapak yang usianya mungkin sekitar 50 atau 60 tahun (belum begitu tua). Di mushola kedua, dia adalah ibu-ibu yang usianya mungkin juga sekitar 50 atau 60 tahun (belum begitu tua juga).

 

Bapak-bapak di masjid pertama, saya lihat cukup kerepotan ketika harus naik kursi roda. Sewaktu di dalam masjid, ia memang meninggalkan kursi rodanya di luar masjid, sehingga awalnya saya tidak tahu jika ia berkursi roda. Awalnya saya hanya bertanya-tanya, mengapa ada jamaah yang seperti menjauh. Apa tidak tertarik dengan kuliah subuh? Saya baru tahu jawabannya ketika kuliah subuh selesai dan jamaah pulang. Ternyata ia harus naik kursi roda yang ditinggal di halaman samping masjid. Saya lihat ada seseorang yang membantunya, dan mungkin mendorong kursi roda tersebut sampai rumah. Baca entri selengkapnya »

Posted in Renungan | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Hidup di Dunia Tidak Lama

Posted by Farid Ma'ruf pada April 29, 2017

Jika jatah umur seorang manusia 75 tahun (ini usia yang sudah cukup panjang).

Jika:

  1. Ia tidur 8 jam sehari.
  2. Masuk usia baligh pada usia 15 tahun.

Berapa waktu yang benar-benar ia pertaruhkan untuk urusan akhirat?

Masa 15 tahun di awal kehidupan tidak dihitung karena belum baligh. Berarti 75 tahun dikurangi 15 tahun, sisa 60 tahun.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Renungan | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Ngantuk saat Pengajian/Khutbah vs Mata Berbinar ketika Siaran Sepak Bola

Posted by Farid Ma'ruf pada Maret 9, 2017

Pernahkah melihat ada orang yang mengantuk ketika pengajian? Mungkin malah sering kita temukan yang tidur saat pengajian. Atau bahkan kita sendiri termasuk? He he he. Semoga tidak ya…

Padahal, pengajian itu diselenggarakan di siang hari. Atau malam tapi belum larut. Masih di bawah jam 10 malam. Tapi toh tidur juga.

 

Tapi, pernahkah melihat orang yang tidur ketika menikmati siaran sepak bola yang disiarkan malam hari bahkan dini hari? Tidak jarang justru kita temukan mereka semangat 45, bahkan saking antusiasnya sampai berteriak-teriak. Baca entri selengkapnya »

Posted in Renungan | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Harga Sebuah Kebanggaan Mempunyai Rio Haryanto untuk Balapan F1

Posted by Farid Ma'ruf pada Februari 20, 2016

rio-haryanto-pertamina-f1Saya pernah dapat surat undangan dari sebuah lembaga di Jakarta.
Isinya :
Undangan untuk mendapatkan penghargaan (kalau tidak salah, akan dihadiri pejabat juga). Menurut penilaian saya, ini sepertinya beneran (bukan kegiatan penipuan).

Tapi ada yang aneh menurut saya.
Peserta yang mau hadir harus membayar sekian juta untuk berbagai biaya (jauh di atas biaya transportasi dan hotel ya).

Saya pun tidak mau hadir. Memangnya penghargaan untuk apa? Perusahaan saya (saat itu) tidak butuh penghargaan. Butuhnya, omset dan laba. 🙂 Baca entri selengkapnya »

Posted in Renungan | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

GURU

Posted by Farid Ma'ruf pada November 25, 2015

guruGuru biasa kita gelari pahlawan tanpa tanda jasa. Guru adalah sosok manusia yang mulia, memberikan ilmunya kepada kita. Pahalanya pun tentu besar. Itu semua benar. Tentu jika guru tersebut mengajarkan kebaikan kepada murid-muridnya.

Tapi….

Belum tentu semua guru berpahala besar.

Bisa jadi, guru malah berdosa besar.

Kok bisa?

 

Baca entri selengkapnya »

Posted in Renungan | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Tetap Bersyukur dalam Kondisi Miskin dan Kurang Wawasan

Posted by Farid Ma'ruf pada November 10, 2015

Saya pernah mengakses suatu komunitas. Alhamdulillah, akhirnya bisa masuk dan melakukan pembinaan bersama teman-teman. Ketika pembinaan umum sangat banyak orangnya. Ketika masuk pembinaan khusus, sudah terseleksi. Mungkin tinggal sekitar 20 orang.

20 orang tersebut pun bermacam-macam. Tapi mau kita bagi tiga kategori saja, yaitu :
1. Kaya (ekonomi mapan).
2. Miskin (ekonomi kekurangan).
3. Banyak akses informasi (mungkin terkait kondisi ekonomi juga)
Baca entri selengkapnya »

Posted in Renungan | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »