Farid Ma'ruf

Dunia Teknologi, Sastra, dan Dakwah

Archive for the ‘Keluarga’ Category

keluarga sakinah mawaddah wa rohmah

Melamar Gadis Tidak Perlu Menunggu Kaya

Posted by Farid Ma'ruf pada 01/08/2018

Sebagian pemuda memilih menunda melamar gadis karena belum kaya.

Sebagian gadis memilih menolak lamaran pemuda yang tidak kaya.

Semuanya itu pilihan yang boleh-boleh saja.

Hak masing-masing orang.

Tidak perlu dicela.

Seorang pemuda tidak perlu marah-marah ketika lamarannya ditolak seorang gadis karena kurang kaya.

Seorang gadis tidak perlu dilabeli “matre” karena tidak mau menerima lamaran pemuda miskin. Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Sepuluh Inspirasi Pernikahan

Posted by Farid Ma'ruf pada 04/07/2018

Dapat info kalau foto undangan pernikahan kami menginspirasi untuk ditiru. Demikianlah laporan seseorang yang tadi secara tidak sengaja menemukan undangan pernikahan kami di rumah, terus dia foto kemudian upload di status WA-nya. Soalnya dia heran, undangan sudah 10 tahun kok masih disimpan. Eh, doanya tidak lazim lagi di undangan.

Baiklah, mungkin ada hal lain juga yang bisa dipertimbangkan untuk ditiru (tapi ini tentu tidak harus, hanya berbagi pandangan saja).

Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Pentingkah Calon Istri Cantik?

Posted by Farid Ma'ruf pada 29/06/2018

Ada screenshoot kalimat berikut ini yang beredar di media sosial :

Banyak ikhwan yang gembar-gembor siap ta’aruf…

Tapi begitu nazhor, liat wajah akhwatnya di bawah standar (menurutnya), langsung kuaaabooorrr…

Ternyata fitrah ikhwan tu tetap ingin akhwat jelita… Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Cinta itu Sempurna dan Detail

Posted by Farid Ma'ruf pada 24/06/2018

“Mas, bagaimana baju ini?” Tiba-tiba istriku bertanya sambil menunjukkan baju yang sudah lama sekali tidak aku pakai. Baju itu ia temukan setelah bongkar-bongkar almari untuk dibersihkan. Aku lihat beberapa saat, sudah agak berubah warnanya. “Kalau memang sudah tidak layak pakai, dibuang saja,” jawabku.

“Tapi baju ini bersejarah. Sayang kalau dibuang.” Istriku menambahkan. “Apa sejarahnya?” Tanyaku penasaran. “Ini kan baju yang dulu Mas pakai waktu pertama kali bertemu denganku.” Istriku menjelaskan. Aku mencoba mengingat-ingat kejadian lebih dari 10 tahun yang lalu tersebut. Ternyata aku sudah lupa dulu pakai baju apa. Tapi ternyata justru istriku masih ingat. “Ya sudah, dimuseumkan saja”, Aku berikan keputusan akhirnya. Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Menyikapi Pertanyaan Kapan Nikah secara Bijak, Lebaran Bukan untuk Jurus Gaya Mabuk (bag 01)

Posted by Farid Ma'ruf pada 16/06/2018

“Kapan nikah?”

“Sekarang kerja dimana?”

Dua pertanyaan di atas termasuk pertanyaan yang dianggap horor di saat lebaran. Pertanyaan yang bisa jadi hanya basa-basi dari keluarga atau sahabat sekedar untuk mencari bahan pembicaraan. Tapi faktanya, menjadi sangat sensitif bagi banyak orang khususnya yang belum menikah atau belum bekerja. Tidak jarang pihak yang ditanya menjadi malu dan salah tingkah. Lebih-lebih jika si penanya juga kurang punya rasa empati sehingga membuat suasana hati orang yang ditanya menjadi semakin tidak nyaman. Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Berhijrah Tidak Selalu Mudah

Posted by Farid Ma'ruf pada 28/11/2017

Niat menjadi orang yang baik, yang taat pada ajaran agama, itu tidak selalu mulus. Niat yang kuat, bisa jadi kalah kuat dengan penghadangnya yang lebih kuat. Dan hadangan tersebut bisa jadi malah dari orang-orang dekat. Misalnya : istri, anak, bapak mertua, ibu mertua, kakak ipar, adik
ipar, kakak-adiknya mertua, dlsb. Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga | Leave a Comment »

Nobar Film G30S PKI

Posted by Farid Ma'ruf pada 17/09/2017

Pendapat KPAI ini menurut saya ada benarnya. Film paling menakutkan, nggegirisi, horor, traumatis, sepanjang sejarah hidup saya adalah film G30S PKI. Khususnya karena dulu waktu menonton masih anak-anak (saya pertama kali menonton mungkin sekitar tahun 84 atau 85), waktu itu belum sekolah. Nonton di bioskop (bioskop apa tidak tahu). Tapi tentu jauh bisa jauh lebih menakutkan karena film berwarna dan layar lebar. Berbeda dengan televisi di rumah yang waktu itu masih hitam putih dan layarnya juga tentu kecil. Beruntung saat nonton pertama kali itu saya TERTIDUR.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Jika Istri Suka Nuntut

Posted by Farid Ma'ruf pada 06/09/2017

Suami mempunyai kewajiban menafkahi istri. Sementara Istri mempunyai hak dinafkahi suami. Jika suami tidak menafkahi istrinya atau menafkahi tapi tidak cukup, tentu istri berhak menuntut untuk dicukupi. Jika suami menyengaja tidak menafkahi atau memberi tapi kurang, tentu suami berdosa. Sementara jika sudah berusaha maksimal tapi masih kurang, tentu suami tidak berdosa.

Suami yang bekerja, bisa jadi mengalami stress dalam dunia pekerjaannya.  Misalnya: Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Belajar Berempati kepada Karyawan Berpenghasilan UMR/UMK

Posted by Farid Ma'ruf pada 07/01/2017

Yuk intip Rancangan Anggaran Belanja bulanannya. Wow, banyak perkara belum masuk. Dan tetap kurang. Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Lirik Lagu Sanggar Cerita 1980-an

Posted by Farid Ma'ruf pada 17/08/2016

Adik-adik,
Yuk kita dengarkan !
Sanggar Cerita kini makin asyik.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »