Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Archive for the ‘Remaja’ Category

Seputar dunia remaja

Bolehkah Pasang Banyak Kriteria ketika Mencari Jodoh

Posted by Farid Ma'ruf pada Desember 2, 2015

Ada pertanyaan menarik dari seorang pemuda. Ia menanyakan, bolehkah memasang banyak kriteria ketika mencari jodoh? Misalnya : cantik, sholihah, cerdas?
Jawabannya, tentu saja boleh.
Mau kriteria banyak seabreg-abreg juga boleh.
Walau konsekuensinya, mungkin jadi lama dapatnya.
Jadi, jangan tanyakan boleh atau tidak?
Jangan tanyakan sebaiknya bagaimana?
Itu tergantung selera masing-masing.
Baca entri selengkapnya »

Posted in Remaja | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

PHP itu Puedddiiihhh Jendral

Posted by Farid Ma'ruf pada November 26, 2015

Bagaimana perasaan anda jika ada kejadian sebagai berikut?

Ayah anda butuh uang Rp400 juta untuk biaya sekolah dan kuliah anak-anaknya. Memang tidak mendesak, masih tahun depan. Tapi sudah pasti butuh.

Karena tidak ada uang cash, maka diputuskan untuk menjual tanah saja.
Tanah itu dulunya dibeli dengan harga Rp100 juta. Dulu yang menjual memang sedang butuh uang. Dan waktu itu lokasinya dinilai kurang strategis. Tapi seiring perjalanan waktu, harga tanah naik menjadi Rp400 juta. Cocoklah dengan kebutuhan.

 

Baca entri selengkapnya »

Posted in Remaja | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Mengapa Jomblo Lebih Bahagia Dibandingkan Orang yang Menikah?

Posted by Farid Ma'ruf pada Maret 18, 2015

Jomblo gelisah lebih mulia daripada jomblo bahagiaHasil survey BPS menunjukkan bahwa orang yang jomblo (belum menikah) lebih bahagia daripada orang yang sudah menikah. Sementara itu, di dalam keluarga, kepala keluarga kalah bahagia dibadingkan pasangannya.

Survey memang belum tentu menunjukkan fakta asli suatu populasi. Namun anggap saja survey tersebut benar, maka akan kita dapati beberapa kemungkinan.

Pertama, mengapa laki-laki jomblo bisa lebih bahagia? Mari kita lihat fakta banyak laki-laki di Indonesia. Mereka banyak yang pacaran, bahkan gonta-ganti pacar. Aktivitasnya hanya bersenang-senang saja. Main kesana-kemari. Jika bosan dengan pacarnya, ia bisa ganti pacar lain. Jomblo pacaran tidak berpikir menafkahi pacarnya (mungkin hanya memberi beberapa hal, tapi bukan nafkah sehari-hari). Jomblo ini juga tidak berpikir menafkahi anak. Ia hanya  bersenang-senang dengan pacarnya. Tidak mengurus anak yang rewel, anak yang harus dimandikan, anak yang harus sekolah, dan lain sebagainya. Wajar jika ia merasa bahagia. Baca entri selengkapnya »

Posted in Remaja | Leave a Comment »

Menghukum Laki-laki Ganteng

Posted by Farid Ma'ruf pada Maret 3, 2015

Ganteng itu BolehSalah satu nasihat yang sering saya temukan adalah seruan kepada akhwat untuk tidak pasang foto di media sosial. Alasannya, walaupun hukumnya mubah, tapi bisa membuat laki-laki tertarik. Laki-laki cenderung tidak bisa menjaga mata.

Namun tampaknya banyak yang lupa, bahwa sesungguhnya hal yang sama (tergoda) juga bisa terjadi pada perempuan. Artinya, kaum laki-laki sebaiknya juga berhati-hati dalam hal upload foto. Pilihlah foto yang memang layak diupload. Apalagi kalau sampai upload foto “seksi”, tentu jangan dilakukan.

Kisah di masa lalu bisa kita jadikan pelajaran. Baca entri selengkapnya »

Posted in Remaja | Leave a Comment »

7 Kesalahan Cinta yang Dilakukan Banyak Orang

Posted by Farid Ma'ruf pada Februari 7, 2015

7 kesalahan cinta
1. Salah Sasaran.

Kondisi ini terjadi ketika seseorang salah menentukan obyek yang dicintai. Dalam kalimat lain, ia mencintai orang yang seharusnya tidak boleh (haram) ia cintai. Misalnya: mencintai akhwat yang sudah dikhitbah orang lain, mencintai istri orang lain, dan lain sebagainya.

2. Salah Waktu.

Kondisi ini terjadi ketika seseorang jatuh cinta, namun ia belum siap menikah. Jadinya, ia hanya gelisah tanpa ada kepuasan. Mau menikah, belum siap. Mau pacaran, sadar dosa. Terus bagaimana? Galau. Baca entri selengkapnya »

Posted in Remaja | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Mengapa Jatuh Cinta?

Posted by Farid Ma'ruf pada Juli 2, 2014

Oleh : Farid Ma’ruf

jatuh-cinta-noJatuh cinta adalah kondisi ketika ada suatu “klik” antara informasi yang kita terima, perasaan yang sudah menyatu dengan pemikiran kita, serta menemukan fakta (bertemu perempuan) yang mendekati atau tepat sama dengan pikiran dan perasaan kita. Ketika terjadi “klik”, maka itu namanya jatuh cinta.

Contoh kasusnya begini.

Iwan mendapatkan informasi (dari berbagai sumber) bahwa gadis yang cantik dan layak diperistri adalah yang memenuhi kriteria sebagai berikut : Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga, Remaja | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Jenis-jenis Jatuh Cinta

Posted by Farid Ma'ruf pada Juni 27, 2014

Oleh : Farid Ma’ruf

 

azzam-annaJatuh Cinta adalah sebuah kecelakaan yang indah. Benarkah demikian? Menurut saya tidak. Jatuh cinta ya tetap kecelakaan, dan tentu tidak indah.

Jatuh cinta adalah kondisi ketika ada laki-laki atau perempuan yang mempunyai perasaan ingin memiliki karena terpesona dengan lawan jenisnya itu. Jatuh cinta bisa dalam kondisi saling mencintai, tapi bisa juga dalam kondisi bertepuk sebelah tangan. Dua kondisi ini belum tentu selalu berakhir indah. Walau sama-sama saling mencintai, ketika ada halangan-halangan, misalnya perbedaan agama, perbedaan status sosial, tidak disetujui orang tua, dan sebab-sebab lainnya, maka bisa membuat orang yang jatuh cinta tersebut frustasi, bahkan nekat bunuh diri. Sementara itu, cinta bertepuk sebelah tangan sudah jelas menyakitkan sejak dari awalnya. Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga, Remaja | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Jangan Jatuh Cinta

Posted by Farid Ma'ruf pada Juni 26, 2014

Oleh : Farid Ma’ruf

jatuh-cinta “Apakah pernikahan itu bisa dibatalkan?” Itulah pertanyaan seorang pemuda kepada calon istri saya beberapa hari menjelang aqad nikah kami. Pemuda itu adalah teman kuliah calon istri saya. “Tidak bisa.” Jawab calon istri saya. “Undangan sudah disebar.” Calon istri saya menambahkan argumentasi. “Tolong  dipertimbangkan lagi ya, bla-bla-bla dst…”  Pemuda tersebut melanjutkan argumentasinya. Tapi, tentu saja tetap ditolak.

Setelah kami menikah, handphone istri saya sering menerima panggilan dari nomor seorang pemuda teman remaja masjid dulu. Tapi istri saya tidak pernah mau mengangkatnya. Sebabnya, pemuda itu memang “ada perasaan” sama istri saya. Lama-lama saya jengkel juga mengetahuinya. Maka ketika handphone istri saya menerima panggilan lagi, saya yang mengangkat. Tapi saya “halo-halo” berkali-kali, ternyata tidak ada suara di seberang sana. Baca entri selengkapnya »

Posted in Remaja | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Carilah Calon Mertua yang Punya Kemampuan Melihat Sisi Lain

Posted by Farid Ma'ruf pada April 13, 2014

mark-zJika ada pemuda yang menemui calon mertua, dan ditanya apa pekerjaannya, kemudian pemuda tersebut menjawab:
1. “Saya PNS, dosen di Universitas ABC.”
2. “Saya pengusaha property, penghasilan Rp200juta perbulan.”
3. “Saya Kepala Cabang Jogja BUMN ABC.”
4. “Saya Kabag ABC di Kantor Pemda.”
Dll yang sejenis (penghasilan tinggi, status sosial tinggi), maka bisa jadi jawaban calon mertua adalah:
“Oh, monggo. Silakan, boleh menikahi anak gadis saya. Sekarang dibawa dulu juga boleh.”  Baca entri selengkapnya »

Posted in Remaja | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Sebelum Khitbah, Lihatlah Dulu

Posted by Farid Ma'ruf pada November 9, 2013

jilbab-biru“Tadz, saya insya Allah sudah siap nikah. Tolong bantu carikan akhwat ya tadz!” Seorang ikhwan yang baru saja diterima kerja mengajukan permintaan kepada ustadznya. “Siap,” jawab sang ustadz.

Sang ustadz dan istrinya kemudian mencari akhwat yang diperkirakan cocok untuk si ikhwan. Tidak lupa, istri ustadz menyampaikan kepada si akhwat informasi umum tentang si ikhwan. Si akhwat menyatakan bersedia proses lanjut.

Sang ustadz pun kemudian memberikan beberapa informasi umum tentang si akhwat kepada si ikhwan. Si ikhwan pun mempelajarinya lebih lanjut di rumah. Baca entri selengkapnya »

Posted in Remaja | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »