Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Archive for the ‘Nafsiyah’ Category

Membangun nafsiyah yang Islami.

Manusia, Sering Baper dan Lupa

Posted by Farid Ma'ruf pada Agustus 1, 2016

Sabtu akhir pekan lalu saya ada agenda pertemuan. Karena rumah tidak memungkinkan untuk lokasi pertemuan, maka saya pinjam meeting room punya teman. Meeting room tersebut menyatu dengan kantor. Jadwal pertemuan saya dan teman-teman pukul 15.30 s.d. 17.30. Sementara karyawan kantor tersebut jam kerja hanya sampai pukul 16.00. Akhirnya, saya dan Mbak Risda (salah seorang karyawan kantor tersebut) bikin kesepakatan. Kunci diserahkan kepada saya, tapi Senin pagi (hari ini) pukul 08.00 saya kembalikan. Deal. Sepakat. Saya pun sudah mengentry ke otak saya berupa agenda Senin pagi pukul 08.00 mengembalikan kunci kantor tersebut. Dikembalikan setelah antar anak nomor dua berangkat ke sekolah. Baca entri selengkapnya »

Posted in Nafsiyah | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Taat kepada Dokter vs Taat Kepada Allah

Posted by Farid Ma'ruf pada Oktober 24, 2015

taat kepada dokterPernahkah sakit kemudian datang ke dokter?

Mungkin sudah berkali-kali. Bagaimana ketika dokter menyatakan anda menderita penyakit ABC. Dokter menyuruh anda agar menjauhi makanan tertentu. Menyuruh anda membeli obat tertentu, dan meminumnya 3 kali sehari. Dokter menyuruh anda menurunkan celana dalam kemudian menyuntik pantat anda. Lebih dari itu, bahkan dokter menyuruh anda untuk dioperasi dengan biaya yang banyak. Ketika dioperasi, badan anda dibedah oleh dokter.

Bagaimana reaksi anda? Baca entri selengkapnya »

Posted in Nafsiyah | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Belum Paling “Menderita”

Posted by Farid Ma'ruf pada Oktober 21, 2015

Suatu ketika kami merasa “menderita” karena tinggal uyek2-an di rumah kecil.

Ndilalah, saya beberapa kali ada urusan yang mengharuskan saya datang ke kos2-an akhwat mahasiswa. Di sana, saya sering melihat beberapa anak kecil bermain2. Saya kira, mungkin sedang ada rapat dan anak2 itu ikut ibunya.

Namun beberapa kali ke sana, saya hampir selalu melihat anak2 itu. Sementara di luar juga tidak ada kendaraan. Jadi sepertinya anak2 ini memang tinggal di kos2-an tsb.

Karena penasaran, saya pun bertanya kepada teman saya :

Saya : “Eh, saya kok sering melihat anak2 kecil di sana. Itu anak siapa sih? Bukannya itu kos2-an mahasiswa. Kok ada anak2?”
Teman : “Oh, itu anaknya Ustadz Fulan.”
Saya : “Lho, bukannya itu kos2-an khusus untuk akhwat? Kok Ustadz Fulan tinggal di situ?”
Teman : “Oh, yang tinggal di situ hanya istri dan anak2nya saja.”
Saya : “Lha trus Ustadz Fulan tidur dimana?”
Teman : “Di masjid….”
Saya : (Gubrak)

Oh, ternyata masih ada yang lebih prihatin…. Tapi, walau prihatin, Ustadz Fulan kelihatannya tetep semangat2 saja tuh. Nggak pernah kedengaran mengeluh apalagi letoy dakwahnya….

Baca entri selengkapnya »

Posted in Nafsiyah | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Paham Sekuler Aktivis Masjid

Posted by Farid Ma'ruf pada Juli 10, 2015

Dalam suatu forum pengajian, saya bertemu dengan seorang aktivis masjid. Ia sering mengimami sholat subuh di kampungnya.

Di sela-sela pengajian, saya bertanya kepadanya. Apa motivasi dia datang ke forum pengajian ini?

Dia menjawab -+ :
“Sudah 6 hari saya beraktivitas untuk dunia (maksudnya bekerja). Maka sudah sepantasnya saya luangkan minimal sehari saja untuk akhirat (maksudnya adalah hadir dalam pengajian ini).”

Baca entri selengkapnya »

Posted in Nafsiyah | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Kebiasaan Mementingkan yang Kalah Penting

Posted by Farid Ma'ruf pada Juli 9, 2015

Kebiasaan mementingkan yang kalah penting. Contoh :
1. Banyak perempuan yang sholat tarawih di masjid, tetapi ketika dalam perjalanan berangkat dan pulang dari masjid tidak memakai busana muslimah. Padahal, sholat tarawih itu sunnah sementara memakai busana muslimah itu wajib. Baca entri selengkapnya »

Posted in Nafsiyah | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Percayalah Padaku

Posted by Farid Ma'ruf pada April 16, 2015

percayaSuatu ketika anda kedatangan tamu. Orang tersebut mengaku sebagai ahli kesehatan. Ia pun memeriksa tangan anda. Kemudian ia mengatakan bahwa anda menderita kanker lambung. Agar sembuh, ia menawarkan obat racikannya sendiri seharga Rp300.000, untuk pemakaian sebulan.

Anda kaget. Baca entri selengkapnya »

Posted in Nafsiyah | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Benarkah Kita Manusia ?

Posted by Farid Ma'ruf pada Agustus 30, 2014

sapi-rakusDan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak digunakan memahami dan mereka punya mata (tetapi) tidak digunakan untuk melihat dan mereka punya telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar. Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”. (TQS. Al-A’raf: 179)

Dalam ayat tersebut, Allah SWT menyatakan bahwa manusia yang masuk neraka itu :

  1. Punya hati tapi tidak digunakan untuk memahami.
  2. Punya mata tapi tidak digunakan untuk melihat.
  3. Punya telinga tapi tidak digunakan untuk mendengar.

Mengapa demikian?

Dalam lanjutan ayatnya dinyatakan bahwa mereka itu seperti binatang ternak. Baca entri selengkapnya »

Posted in Nafsiyah | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Istiqomah di Jalan Dakwah

Posted by Farid Ma'ruf pada Juli 17, 2014

istiqomahJika sudah mengalami fase hidup susah.
Dimana-mana dikumbah.
Repot banget bercita-cita bisa kuliah.

Trus alhamdulillah Allah beri mudah.
Juga dapat hidayah.
Bahkan aktif di organisasi dakwah. Baca entri selengkapnya »

Posted in Nafsiyah, Puisi | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Belajar dari Sayur Terong

Posted by Farid Ma'ruf pada Januari 8, 2014

Oleh : Farid Ma’ruf

terongFaridM.Com — Sebelum menikah, saya sangat tidak suka makan terong. Jika ada berbagai pilihan menu makanan, maka terong selalu saya hindari. Alasannya : terong terlihat agak menjijikkan, dan rasanya sangat tidak enak. Setiap melihat masakan terong, rasanya sudah hilang selera makan.

Setelah menikah, saya sangat suka makan terong masakan istri saya. Jika ada berbagai pilihan menu makanan, maka terong sering saya pilih. Alasannya : terlihat menarik dan rasanya enak. Selera makan juga tinggi, bahkan tidak sabar ingin segera makan.

Mengapa bisa demikian? Baca entri selengkapnya »

Posted in Nafsiyah | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »