Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Archive for the ‘Keluarga’ Category

keluarga sakinah mawaddah wa rohmah

Nobar Film G30S PKI

Posted by Farid Ma'ruf pada September 17, 2017

Pendapat KPAI ini menurut saya ada benarnya. Film paling menakutkan, nggegirisi, horor, traumatis, sepanjang sejarah hidup saya adalah film G30S PKI. Khususnya karena dulu waktu menonton masih anak-anak (saya pertama kali menonton mungkin sekitar tahun 84 atau 85), waktu itu belum sekolah. Nonton di bioskop (bioskop apa tidak tahu). Tapi tentu jauh bisa jauh lebih menakutkan karena film berwarna dan layar lebar. Berbeda dengan televisi di rumah yang waktu itu masih hitam putih dan layarnya juga tentu kecil. Beruntung saat nonton pertama kali itu saya TERTIDUR.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Posted in Keluarga | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Jika Istri Suka Nuntut

Posted by Farid Ma'ruf pada September 6, 2017

Suami mempunyai kewajiban menafkahi istri. Sementara Istri mempunyai hak dinafkahi suami. Jika suami tidak menafkahi istrinya atau menafkahi tapi tidak cukup, tentu istri berhak menuntut untuk dicukupi. Jika suami menyengaja tidak menafkahi atau memberi tapi kurang, tentu suami berdosa. Sementara jika sudah berusaha maksimal tapi masih kurang, tentu suami tidak berdosa.

Suami yang bekerja, bisa jadi mengalami stress dalam dunia pekerjaannya.  Misalnya: Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Belajar Berempati kepada Karyawan Berpenghasilan UMR/UMK

Posted by Farid Ma'ruf pada Januari 7, 2017

Yuk intip Rancangan Anggaran Belanja bulanannya. Wow, banyak perkara belum masuk. Dan tetap kurang. Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Lirik Lagu Sanggar Cerita 1980-an

Posted by Farid Ma'ruf pada Agustus 17, 2016

Adik-adik,
Yuk kita dengarkan !
Sanggar Cerita kini makin asyik.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Sertifikasi Calon Orang Tua

Posted by Farid Ma'ruf pada Agustus 2, 2016

Saat ini sertifikasi banyak dilakukan di dunia profesional. Dengan adanya sertifikasi tentu diharapkan orang yang berprofesi tersebut bisa dijamin kualitasnya. Jika guru, ya guru yang berkualitas. Jika teknisi komputer, ya teknisi yang berkualitas. Tentu hal ini juga berdampak pada perlindungan konsumen.

Namun dalam dunia non profesional, nampaknya masih banyak diabaikan. Misalnya untuk menjadi orang tua. Tidak ada sekolah calon suami, sekolah calon istri, sekolah calon ayah, sekolah calon ibu. Apalagi sertifikasinya. Tidak ada. Apa akibatnya? Banyak sekali suami, istri, orang tua yang inkompeten. Mereka tidak layak menyandang peran tersebut. Bagaimana jika inkompeten? Hasilnya ya kerusakan massif. Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga | Dengan kaitkata: | 1 Comment »

Acara Walimahan, Kesalahan Berulang

Posted by Farid Ma'ruf pada Agustus 1, 2016

“All things are created twice; first mentally; then physically”.– Stephen Covey

 

Banyak acara pernikahan zaman sekarang yang sangat melanggar syariah Islam. Walaupun penyelenggara adalah tokoh Islam. Miris. Acaranya campur baur laki-laki dan perempuan, juga ada penyanyi perempuan berbusana minim menyanyi di panggung. Masyarakat mungkin sudah menganggap hal tersebut wajar.

 

Sementara itu, sebagian umat Islam yang sudah sadar syariah, tidak mau pesta model seperti itu. Maka si anak gadis yang sudah “ngaji” pun ingin acaranya Islami. Diantaranya, tempat tamu laki-laki dan perempuan dipisah. Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Seandainya Istriku Secantik Nicole Kidman

Posted by Farid Ma'ruf pada Juli 21, 2015

Calon Istri IdealBeberapa kesunnahan terkait memilih perempuan yang akan dinikahi :

  1. Gadis (bukan janda).
  2. Subur (bukan mandul).
  3. Baik agamanya.
  4. Cantik, sehingga laki-laki dapat memelihara dirinya dari dosa.
  5. Garis keturunan yang baik, yaitu memiliki pangkal keutamaan, ketakwaan, dan kemuliaan.

Jadi, kaum laki-laki hendaknya mencari perempuan yang memiliki lima kriteria di atas. Di zaman super sekuler seperti sekarang ini, memang bisa dibilang sulit mencarinya. Tapi, justru di situ tantangannya. Oleh karena itu, upayakan sebisa mungkin bisa menemukan dan bisa menikahi perempuan yang mempunyai semua kriteria tersebut. Hilang satu kriteria saja, akan memperbesar potensi bermasalahnya rumah tangga. Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga | Dengan kaitkata: | 1 Comment »

Persoalan Bayi Adopsi

Posted by Farid Ma'ruf pada Juli 11, 2015

08 adopsi-fixBanyak ditemukan pasangan suami-istri yang sudah bertahun-tahun menikah tetapi Allah belum mengamanahkan anak kepada keduanya. Setelah dirasa lama menunggu, juga sudah melakukan berbagai upaya di sana-sini, tidak jarang muncul keinginan untuk mengadopsi anak saja. Tidak jarang adopsi anak diniatkan untuk “memancing” agar segera punya anak.

Apakah mengadopsi anak adalah langkah terbaik? Sebelum memutuskan, alangkah baiknya kita pahami dahulu beberapa hukum Islam yang terkait. Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Mengapa Banyak Laki-laki Takut Berpoligami?

Posted by Farid Ma'ruf pada November 26, 2014

POLIGAMI-INDAHMasalah poligami sering menjadi bahan perbincangan. Berbagai macam pernak-pernik masalah poligami dibicarakan. Salah satunya adalah, mengapa banyak laki-laki yang tidak mau menolong janda beranak banyak dengan menikahinya. Tidak jarang ada kata-kata negatif yang dilontarkan kepada para laki-laki yang nampak mampu berpoligami tetapi tidak berpoligami. Para pencaci membandingkan dengan kondisi para sahabat nabi atau di zaman kejayaan Islam dimana banyak laki-laki berpoligami, dan tidak ada masalah dalam perkara menafkahi.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Type Akhwat Istri Kedua

Posted by Farid Ma'ruf pada November 22, 2014

akhwat-misterius“Mas, tadi malam mimpi apa sih, kok tidur sambil senyam-senyum,” pagi-pagi habis subuh istriku sudah memberondongku dengan pertanyaan. “Ah, nggak mimpi apa-apa kok. Memang dasarnya kan aku murah senyum,” aku mencoba mengelak. “Nggak mungkin, lha wong sambil bilang sayang-sayang gitu kok. Hayo, mimpi apa, ngaku aja! “. Eh, ternyata istriku langsung bergaya bak interogrator profesional.

“Ya deh ngaku. Tadi malam aku mimpi nikah,” kataku kalem. “Apa, nikah lagi? Mas kok tega sih nikah lagi? Sudah nggak cinta sama aku ya?” Istriku tambah meninggi nada bicaranya. “Lha ini kan mimpi to Dik. Nggak disengaja, nggak direncana. Jadi ya jangan salahkan aku Dik.” Aku membela diri. “Tapi Mas, yang namanya mimpi itu berarti ekspresi hati Mas yang paling dalam. Berarti memang dasarnya Mas itu ingin nikah lagi.” “Memangnya ada teori seperti itu?”, tanyaku sok ilmiah. “Ada Mas, kalau nggak percaya, googling saja!” Aku hanya manggut-manggut saja, malas mendebat.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »