Farid Ma'ruf

Dunia Teknologi, Sastra, dan Dakwah

Nama Tidak Selalu Menggambarkan Isi

Posted by Farid Ma'ruf pada 10/07/2018

Suatu ketika di hari-hari awal pernikahan, tiba-tiba istri saya minta dibelikan Susu Beruang. Awalnya saya tidak begitu semangat menanggapi permintaan ini. Waktu itu kalau tidak salah memang sudah marak klaim kehebatan susu-susu selain susu sapi. Misalnya susu kedelai (yang sebenarnya bukan susu), susu kambing, juga susu kuda liar. Nah, saya khawatir kehebatan tersebut hanyalah klaim-klaim berlebihan. Selain itu saya juga susah membayangkan bagaimana cara memerah susu dari kuda yang liar. Apa tidak disepak itu yang memerah susu? Jangan-jangan susu kuda liar tidak benar-benar dari kuda liar? Hanya susu dari kuda biasa yang tidak liar. Nah ini apa pula ada Susu Beruang. Bagaimana cara memerah susu dari binatang beruang? Apa tidak takut itu orang yang memerah susu dari beruang? Dan kalau bicara hukumnya halal atau tidak, saya waktu itu juga tidak tahu.

Tapi istri saya tetap memaksa. Ini bukan susu sembarangan katanya. Ini susu untuk mengembalikan stamina, untuk badan capek, dan sebagainya. Intinya susu yang lebih hebat dari susu biasanya. Ya sudah, saya percaya saja sama istri.

Tapi trus ada kebingungan baru. Saya sama sekali tidak tahu dimana bisa beli susu beruang. Kalau susu kambing, saya pernah tahu ada yang jual. Susu kedelai, saya juga tahu ada yang jual. Susu kuda liar, saya juga tahu ada yang jual. Kalau susu beruang, harus beli dimana? Saya belum pernah tahu ada warung yang jual susu beruang.

Istri saya bilang bahwa di minimarket tertentu dijual susu beruang. Saya seperti tidak percaya. Apa iya? Saya kok tidak pernah lihat? Tapi istri saya tetap ngotot mengatakan bahwa di minimarket tersebut dijual susu beruang. Atau kalau tidak ada, bisa beli di minimarket lain. soalnya di Surabaya (kota asal istri saya) di minimarket atau supermarket biasa dijual susu beruang.

Saya sih sebenarnya merasa aneh. Saya sering kok ke minimarket itu, tidak pernah merasa melihat dijual susu beruang. Tapi daripada berdebat dengan istri, males. Ya sudah mending saya turuti saja. Lebih capek berdebat dengan istri daripada jalan ke minimarket.

Saya pun ke minimarket cari susu beruang. Eh, ternyata tidak ada. Yakin tidak ada. Tidak bohong. Saya pun ada sedikit perasaan jengkel, sudah dibilang tidak ada kok ngeyel. Di minimarket ini yang dijual susu sapi, bukan susu beruang.

Tapi tunggu, memang ada kaleng susu dengan gambar beruang, tertulis Bear Brand. Ternyata itulah yang dimaksud dengan susu beruang. Saya lihat komposisinya. Jelas tertulis : SUSU SAPI.

Oalah Say…

Mbok bilang dari awal, minta dibelikan SUSU SAPI, CAIR, UHT, TULISANNYA BEAR BRAND.

(www.faridmaruf.wordpress.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: