Farid Ma'ruf

Dunia Teknologi, Sastra, dan Dakwah

Menyikapi Pertanyaan Kapan Nikah secara Bijak, Lebaran Bukan untuk Jurus Gaya Mabuk (bag 01)

Posted by Farid Ma'ruf pada 16/06/2018

“Kapan nikah?”

“Sekarang kerja dimana?”

Dua pertanyaan di atas termasuk pertanyaan yang dianggap horor di saat lebaran. Pertanyaan yang bisa jadi hanya basa-basi dari keluarga atau sahabat sekedar untuk mencari bahan pembicaraan. Tapi faktanya, menjadi sangat sensitif bagi banyak orang khususnya yang belum menikah atau belum bekerja. Tidak jarang pihak yang ditanya menjadi malu dan salah tingkah. Lebih-lebih jika si penanya juga kurang punya rasa empati sehingga membuat suasana hati orang yang ditanya menjadi semakin tidak nyaman.

Ketika suasana hati semakin tidak nyaman, tidak jarang orang kemudian mengambil jurus gaya mabuk? Jurus apa itu? Jurus itu semacam guyonan ketika ada pertanyaan : “Siapa pacarmu?”

Jawaban sewaktu semester 1 : “Siapa Saya?” Ini menunjukkan idealisme bahwa diirnya adalah seseorang yang berkelas sehingga pacarnya juga harus berkelas.

Jawaban sewaktu semester 5 : “Siapa Anda?” Ini menunjukkan gengsi bahwa yang melamar haruslah orang yang pantas untuk dirinya yang berkelas dan punya selera.

Jawaban seweaktu semester 10 : “Siapa saja.” Ini menunjukkan runtuhnya idealisme karena perasaan kepepet sehingga akhirnya ia buang segala syarat kecuali satu syarat saja yaitu : siapa saja asal beda jenis kelamin. Inilah jurus gaya mabuk itu. Alias asal dapat dengan syarat yang super duper minimalis sampai level membuang syarat prinsip.

Jika seorang muslim mulai menggunakan jurus gaya mabuk, maka pada saat itulah dia sengaja membuka bencana untuk dirinya sendiri.

Kok bisa begitu?

Sekarang kita coba bahas satu per satu.

Persoalan Menikah.

Kita harus paham bahwa menikah hukumnya adalah SUNNAH, bukan wajib. Sementara sengaja membujang hukumnya MAKRUH. Artinya, menikah itu adalah ibadah sunnah yang jika dilakukan dapat pahala, jika karena sesuatu dan lain hal belum bisa melaksanakannya tidaklah mengapa, tidak ada dosa. Bahkan jika menyengaja tidak menikah pun walaupun dicela, tidak sampai level haram.

Hal ini harus dipahami benar. Menikah itu bukan urusan kesenangan belaka. Tetapi adalah ibadah. Islam mengatur masalah ini dengan banyak aturan. Mulai dari siapa yang layak menjadi calon suami/istri, proses aqad nikahnya, hingga kehidupan rumah tangga pun diatur.

Jika menggunakan jurus gaya mabuk, maka pada saat itu sebenarnya dia sedang bermain-main dengan hukum-hukum Islam. Dan ketika seseorang tidak serius dalam hukum-hukum Islam, maka ya dia sebenarnya sedang merancang bencana untuk dirinya sendiri.

Memang apa sih syarat menjadi calon suami atau istri?

Nah, di sini juga penting diperhatikan.

Bagi Laki-laki, carilah wanita yang mempunyai 4 syarat sebagai berikut ini.

Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

“Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya; maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung.”

Jika kita ingin menjadi manusia yang beruntung, pilihlah wanita yang memenuhi keempat syarat tadi. Tapi sekiranya tidak menemukan yang memenuhi keempat syarat tersebut dalam diri seorang wanita, maka pilihlah yang setidaknya masih mempunyai satu syarat yaitu baik agamanya sehingga kita menjadi manusia yang beruntung.

Rasulullah saw. bersabda :

”Seluruh dunia ini adalah perhiasan dan perhiasan terbaik di dunia ini adalah wanita yang sholehah.” (HR. an-Nasa’I dan Ahmad).

Oleh karena itu bagi para laki-laki, sebaiknya pilihlah wanita yang sholihah. Kalau dia berharta, keturunan orang terpandang, apalagi cantik, anggap saja itu bonus. Jangan sampai dibalik : prioritas yang cantik, kaya, keturunan orang terpandang, kemudian sholihahnya dianggap bonus.

Betapa banyak laki-laki yang tidak bahagia walau beristri cantik. Itu karena istrinya bukan wanita sholihah. Secantik apapun seorang wanita, jika dia tidak sholihah, tetapi wanita yang suka maksiat, maka ia akan mengajakmu ke neraka, bukan ke surga.

“Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu.… .” (TQS. Al Baqarah : 221).

 

Bagi Perempuan, Carilah Laki-laki yang Baik.

Pilihlah calon suami yang baik menurut Islam. Calon yang seperti apakah itu?

Pertama, Agamanya Islam.

Ini adalah syarat yang sifatnya prinsip. Haram hukumnya menikah dengan yang berbeda agama. Walaupun dia amat sangat kaya, keturunan pejabat super tinggi, gantengnya luar biasa, ia bukanlah jodoh untukmu. Justru ia menjadi orang yang akan mengajakmu ke neraka. Apa yang saya sampaikan ini bukan radikal lho, atau malah intoleran. Ini memang ajaran Islam. Di Indonesia sendiri menurut Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, pernikahan beda agama ini (calon istri beragama Islam sementara calon suami beragama yang lain) adalah hal yang tidak bisa dilakukan. Hal ini karena di dalam UU tersebut disebutkan : (1). Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu.

Tapi memang masih ada silang pendapat mengenai pemaknaan UU tersebut. Namun kami tetap berkeyakinan bahwa perempuan muslimah menikah dengan laki-laki non muslim adalah haram. Pernikahannya juga tidak dianggap sah. Jadi dia akan dianggap berzina jika nekat dilakukan.

Ingat  firman Allah SWT :

… Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. (TQS Al Baqarah : 221)

Kedua, Taat dalam Agama (Sholeh)

Ini juga persoalan yang menurut saya juga prinsip. Saat ini banyak orang mengaku beragama Islam, bahkan mungkin saja ada laki-laki yang rela membaca syahadat ketika menikah (sehingga ia otomatis menjadi muslim), tetapi tidak taat kepada Allah.

Lihat saja ketika hari Jumat ketika berlangsung ibadah Jumat. Apakah jalanan tetap ramai dengan laki-laki yang berlalu lalang tidak sholat Jumat? Apakah tempat-tempat umum menjadi sepi karena ditinggalkan para laki-laki sholat Jumat? Ternyata tidak bukan? Berarti banyak laki-laki muslim yang sengaja meninggalkan ibadah Jumat, padahal itu ibadah wajib.

Lihat juga ketika siang hari Ramadhan. Apakah warung-warung semua sepi? Ternyata tidak. Banyak laki-laki dewasa yang sengaja makan di siang hari Ramadhan. Laki-laki yang merokok di siang hari Ramadhan juga banyak. Itu menunjukkan dia sedang tidak berpuasa. Padahal kita tahu, berpuasa Ramadhan hukumnya wajib.

Jika ibadah wajib tersebut ia tinggalkan, maka bagaimana dengan ibadah-ibadah yang lain? sangat mungkin juga ia tinggalkan.

Perlu dipahami bahwa kewajiban di dalam Islam ada banyak, tidak sebatas dua contoh di atas. Anda perlu pastikan bahwa ia adalah orang yang menjalankan semua kewajiban di dalam Islam tersebut. Jika ia menolak (dengan keyakinan hati) menjalankan satu kewajiban saja (yang kewajiban ini memang tidak ada perbedaan pendapat di kalangan ulama, misalnya sholat), ia sebenarnya telah kafir. Sementara jika ia menolak (karena malas) menjalankan satu kewajiban saja, ia sebenarnya bermaksiat. Semuanya tidak baik.

Oleh karena itu, Anda perlu melakukan taaruf yang baik, jangan terburu-buru menerima lamaran dan menikah. Perlu diketahui secara mendalam bagaimana laki-laki tersebut. Carilah informasi dari orang-orang terpercaya yang mengetahui bagaimana sesungguhnya laki-laki tersebut. Perlu juga dilakukan diskusi langsung sehingga bisa diketahui bagaimana pandangan-pandangannya.

Jika di dalam proses ini diketahui bahwa ia tidak termasuk laki-laki yang sholeh, tinggalkan saja. Walaupun kaya, walaupun ganteng, walaupun keturunan orang terpandang. Tinggalkan …

Apalagi sudahlah tidak sholeh, tidak kaya, tidak ganteng, bukan keturunan orang terpandang. Jika ada wanita yang menerima lamaran laki-laki seperti itu, berarti itu wanita yang goblok maksimal : )

Jangan ya…

Jadilah wanita yang smart …

 

BERSAMBUNG ….

(www.faridmaruf.wordpress.com)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: