Farid Ma'ruf

Dunia Teknologi, Sastra, dan Dakwah

Ustadz yang Menyejukkan dan Meresahkan

Posted by Farid Ma'ruf pada 19/05/2018

Saya pernah bertemu orang yang mengaku sudah bertaubat dari maksiat. Awalnya ia biasa melakukan suatu kemaksiatan, dan ia merasa biasa saja (bisa dibilang tidak merasa berdosa). Sampai akhirnya ia menghadiri suatu forum pengajian. Ustadznya menyampaikan bahwa perbuatan tsb termasuk kemaksiatan, dosanya besar, kemudian sang ustadz juga menggambarkan beratnya siksaan di neraka. Saya juga pernah mendengarkan ceramah sang ustadz tersebut. Lucu sih sebenarnya dalam menyampaikan. Tapi orang yang saya ceritakan tersebut mengaku sepulang pengajian menjadi resah.

Ternyata ceramah yang lucu pun tetap membuatnya resah. Bukan karena gaya penyampaiannya yang lucu, tapi isi ceramahnya yang meresahkan hatinya. Ia resah karena menjadi tahu bahwa perbuatan yang selama ini ia lakukan ternyata termasuk perbuatan dosa, dan ancaman siksaannya di neraka mengerikan.

 

Ia mempunyai dua pilihan. Lanjut maksiat dengan resiko masuk neraka yang siksaannya berat, atau stop maksiat, bertaubat, dengan konsekuensi surga tentu saja.

 

Alhamdulillah ia memilih stop maksiat, bertaubat. Dan jadilah ia (insya Allah) manusia yang taat kepada Allah.

 

Nah, ternyata ustadz yang isi ceramahnya “meresahkan” , bisa membuat seorang tukang maksiat bertaubat. Kira-kira, jika ceramah sang ustadz selalu menyejukkan, apakah ia akan bertaubat?

 

Misalnya sang ustadz isi ceramahnya begini : “Tukang maksiat juga bisa masuk surga asal husnul khotimah”. Kemudian sang ustadz cerita indahnya surga. Cerita surga tentu sangat menyejukkan.

 

Jadi “menyejukkan dan meresahkan” itu sebenarnya benar semua, tergantung apa materi yang disampaikan. Jika sedang menyampaikan materi ketaatan kepada Allah, yang akan dibalas Allah dengan surga-Nya yang sangat indah, tentu isi ceramahnya sejuuuukkk banget.

 

Tapi ketika sang ustadz sedang menyampaikan materi kemaksiatan, yang akan dibalas Allah dengan dimasukkan neraka yang sangat berat siksanya, tentu isi ceramahnya meresahkan (meresahkan hati orang yang bermaksiat tentunya).

 

Nah, jadi jangan dipertentangkan antara ustadz yang menyejukkan dan meresahkan. Semua ada porsinya masing-masing, tergantung materinya tentang surga atau neraka. Kalau bisa sih, mestinta ya dibahas semua. Ada kalanya berkisah surga sehingga menyejukkan, ada kalanya berkisah neraka sehingga meresahkan. Rasulullah SAW dulu juga begitu kan? Di suatu waktu berkisah surga, di waktu yang lain berkisah neraka. Dan kalau sudah berkisah neraka, itu para sahabat yang mendengarnya bisa sampai menangis. (www.faridmaruf.wordpress.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: