Farid Ma'ruf

Dunia Teknologi, Sastra, dan Dakwah

Jika Istri Suka Nuntut

Posted by Farid Ma'ruf pada 06/09/2017

Suami mempunyai kewajiban menafkahi istri. Sementara Istri mempunyai hak dinafkahi suami. Jika suami tidak menafkahi istrinya atau menafkahi tapi tidak cukup, tentu istri berhak menuntut untuk dicukupi. Jika suami menyengaja tidak menafkahi atau memberi tapi kurang, tentu suami berdosa. Sementara jika sudah berusaha maksimal tapi masih kurang, tentu suami tidak berdosa.

Suami yang bekerja, bisa jadi mengalami stress dalam dunia pekerjaannya.  Misalnya:

  1. Sebagai karyawan, mungkin ia :
  • Sering dimarahi atasannya, atau bos-nya.
  • Ada banyak intrik dengan sesama karyawan lain di tempat kerjanya.
  • Dikejar-kejar wanita lain teman kerja.

 

  1. Sebagai pengusaha, mungkin ia :
  • Sering menerima komplain dari klien atau pembeli.
  • Bingung memikirkan gaji karyawan.
  • Bingung memikirkan tagihan.

Dan mungkin ada banyak sekali penyebab stress suami.

Oleh karena itu, ketika pulang ke rumah bertemu istri, tentu ia sangat membutuhkan ketenangan, hiburan, atau motivasi.

Jika ketika pulang ia bertemu istri yang marah-marah, nuntut ini itu yang di luar kemampuan suami, berkata kotor kepada suami, bisa jadi suami akan tambah stress.

Orang yang stress, tidak bisa berpikir normal. Apa jadinya jika suami mengambil senjata, kemudian suami menggunakan senjata tersebut untuk menganiaya istri?

Siapa yang menderita? Tentu keduanya menderita.

Oleh karena itu, istri hendaknya :

  1. Pahamilah kondisi suami. Cari tahu apakah suami sudah bekerja maksimal atau tidak.
  2. Jika ia sudah bekerja maksimal tapi hasilnya dirasa kurang, ya bersabarlah.
  3. Suami sudah cukup stress dalam pekerjaannya, maka hiburlah, beri motivasi, beri semangat. Tenangkan jika ia galau.
  4. Jangan tambah stresnya dengan mencaci-maki, berkata buruk dan kasar, apalagi jika mengumbarnya di muka publik atau media sosial. Hargailah suami, jaga harga diirnya, jangan ditampakkkan kekurangannya di muka publik.
  5. Tapi jika memang kondisi benar-benar kurang dan istri merasa tidak tahan (misalnya sudah tidak diberi makan selama satu minggu), ya istri berhak jika minta pisah kepada suaminya. Dan ia pun bisa kembali kepada orang tuanya atau mencari suami baru yang bisa menafkahinya.

Untuk suami bagaimana?

  1. Jika suami merasa sudah menafkahi istri dengan cukup, baik papan, sandang, ataupun papan, tapi istri masih menuntut yang berlebihan, berkata kasar, menggunjingkan suami di muka publik, suami hendaknya menasihatinya.
  2. Jika sudah berkali-kali dinasihati masih saja tidak berubah, bahkan melakukan pembangkangan, suami bisa menghukum istri sesuai ketentuan agama.
  3. Jika masih tidak berubah, maka suami tentu boleh menceraikan istri.
  4. Setelah menjatuhkan talak (cerai), bukan berarti istri terus diusir. Istri masih berhak tinggal di rumah bersama suami sampai masa iddahnya habis. Dan selama masa itu, suami juga masih wajib memberi nafkah istri.
  5. Jika dalam masa iddah tersebut ternyata keduanya sama-sama merenung, merasa “oh, ternyata enakan bersama ya?” kemudian keduanya sepakat untuk rujuk kembali, ya bisa langsung rujuk kembali. Tidak perku akad nikah lagi. Sebaiknya cari orang sebagai saksi agar ada yang mengetahui kalau sudah pernah menjatuhkan talak.
  6. Jika setelah selesai masa iddah, tidak ada yang ingin rujuk, maka ya sudah haram untuk tinggal serumah. Segera kembalikan mantan istri kepada orang tua/walinya. Jangan lupa, urus segera surat perceraian di pengadilan agama.

Begitu ya suami. Menceraikan istri itu boleh, tidak dosa. Tapi jika menganiaya istri apalagi membunuhnya, itu berdosa. (www.faridmaruf.wordpress.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: