Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Rise of The Planet of The Munyuk (Sebuah Cerpen)

Posted by Farid Ma'ruf pada Juli 9, 2017

Dera dan Deri adalah sepasang monyet yang sejak lahir sudah berada di kebun binatang. Mereka hidup sebagai pasangan  “suami-istri” yang bahagia di kebun binatang. Mereka pun punya beberapa anak. Kehidupan keluarga monyet ini bahagia dan sejahtera. Tiap minggu diadakan atraksi monyet. Ribuan pengunjung binatang bertepuk tangan melihat kepiawaian monyet-monyet tersebut yang bisa naik sepeda, pakai topi, dlsb.

Suatu hari, didatangkanlah seekor monyet baru bernama Doro. Ia berasal dari hutan lebat di luar sana . Ia sebelumnya hidup bebas di habitatnya,  di alam luas, alam liar. Di hari pertama Doro masuk kebun binatang, ia berusaha lari keluar. Sayangnya, ia berhasil ditangkap kembali. Ia pun digabungkan bersama keluarga Dera Deri.

 

Doro pun akhirnya berinteraksi dengan keluarga Dera Deri.

Doro : “Alam monyet itu adalah hutan luas di luar sana. Bukan di hutan mini di dalam kebun binatang ini. Di sana kita bisa hidup nyaman bersama ribuan monyet lain. Kita bisa jalan-jalan dengan asyiknya di pohon-pohon hutan yang tingginya mencapai 100 meter. Kebun binatang ini adalah penjara bagi kita. Kita harus segera pergi dari sini, dan kembali ke alam habitat kita.”

 

Dera : “Hai kamu dasar provokator ! Di sini kita sudah hidup enak. Kita bisa makan dan berumah tangga di sini. Mengapa harus keluar ke negeri antah berantah yang kami sama sekali belum pernah lihat? Memangnya ada itu hutan luas dan lebat di ? Kebun binatang ini adalah rumah kita. Kalau ingin keluar dari pagar ini, bisa-bisa ditembak oleh petugas penjaga kebun binatang. Sudah, kamu sana pergi sendiri. Kami nggak mau dengar ocehanmu!”

 

Monyet di kebun binatang pun akhirnya terbagi dalam dua kubu. Pro Doro dan Pro Dera.  Dua kubu ini terus ada, bahkan sampai suatu ketika Doro dan Dera sudah mati karena lanjut usia. Namun impian Doro masih menyala-nyala di kubu monyet-monyet Pro Doro yang ingin hidup bebas di alam liar di habitatnya. Kedua kubu ini semuanya sama sekali belum pernah melihat dan mengalami hidup di alam bebas di hutan. Tetapi, kubu Pro Doro yakin bahwa alam bebas dan liar di hutan  itu ada. Darimana bisa yakin? Karena mereka mendapatkan jalur informasi dari Doro, seekor monyet yang pernah hidup di alam liar hutan.

 

Generasi berganti generasi, jumlah monyet di kebun binatang makin banyak. Dan mereka tetap terbagi menjadi dua kubu, Pro Doro yang meyakini ada alam bebas di hutan yang seharusnya menjadi alam hidup para monyet), dan kubu Pro Dera yang meyakini bahwa kebun binatang adalah alam hidup para monyet, dan menolak percaya bahwa ada hutan yang seharusnya menjadi tempat hidup sejati para monyet. (www.faridmaruf.wordpress.com)

 

Tamat.

 

Kisah ini fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama dan atau karakter, itu hanyalah kebetulan.

Judul cerpen ini diakui plagiat dari sebuah judul film, hanya diganti sedikit agar beda.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: