Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Kalau ada Niat, Pasti ada Jalan

Posted by Farid Ma'ruf pada Juni 19, 2017

Dua hari ini, Kuliah Subuh saya terasa spesial. Karena dua hari berturut-turut, saya menyaksikan yang tidak biasa. Yaitu adanya jamaah yang menjadi peserta kuliah subuh tapi berkendara dengan kursi roda. Di masjid pertama, dia adalah bapak-bapak yang usianya mungkin sekitar 50 atau 60 tahun (belum begitu tua). Di mushola kedua, dia adalah ibu-ibu yang usianya mungkin juga sekitar 50 atau 60 tahun (belum begitu tua juga).

 

Bapak-bapak di masjid pertama, saya lihat cukup kerepotan ketika harus naik kursi roda. Sewaktu di dalam masjid, ia memang meninggalkan kursi rodanya di luar masjid, sehingga awalnya saya tidak tahu jika ia berkursi roda. Awalnya saya hanya bertanya-tanya, mengapa ada jamaah yang seperti menjauh. Apa tidak tertarik dengan kuliah subuh? Saya baru tahu jawabannya ketika kuliah subuh selesai dan jamaah pulang. Ternyata ia harus naik kursi roda yang ditinggal di halaman samping masjid. Saya lihat ada seseorang yang membantunya, dan mungkin mendorong kursi roda tersebut sampai rumah.

 

Sementara itu, ibu-ibu di mushola kedua, nampaknya ia tidak meninggalkan kursi rodanya. Jadi ia tetap berada di atas kursi roda ketika kuliah subuh. Mugkin ketika sholat subuh juga tetap di atas kursi roda. Saya tidak melihat ada orang lain yang membantu ibu-ibu ini. Mungkin ini alasan mengapa ia tidak turun dari kursi roda. Lantas, apakah ia naik kursi roda sendiri dari rumah ke mushola, dan dari mushola kembali ke rumah lagi? Saya tidak berkesempatan mengkeponya, karena saya harus sibuk dengan urusan saya sendiri yaitu : ban sepeda motor saya kempes. Terpaksa harus kembali dari mushola ke rumah yang berjarak beberapa kilometer dengan kondisi ban kempes : )

 

Apa pelajaran dari dua hal tersebut? Ternyata, suatu amal itu penentunya adalah kemauan, tekad yang kuat, alias niat. Kemampuan itu faktor nomor berikutnya. Dilihat dari sisi kemampuan, tentu dua orang tersebut repot untuk berangkat ke masjid. Tapi karena mereka ada niat, maka amal yang ia niatkan bisa terlaksana. Tentang sulitnya ia berangkat, itu hanya faktor yang memperberat atau memperingan. Tapi ia berangkat atau tidak, itu urusan niat.

 

Begitu pula jika kita ingin agama Islam ini menjadi aturan di masyarakat. Itu memang sulit. Tapi sulit itu hanya faktor yang memperingan atau memperberat dalam proses sosialisasinya. Bahasa lainnya, proses dakwahnya. Tetapi, mau mensosialisikan atau tidak, itu persoalan niat. Jika memang tidak ada niatan dalam diri seseorang agar masyarakat diatur dengan Islam, ya sampai kapan pun ia tidak akan mau mensosialisasikan aturan Islam ini kepada masyarakat. Termasuk, jika kondisinya sedang mudah. Apalagi jika kondisi sedang sulit. Boleh jadi ia bukan hanya tidak mau mensosialisasikan Islam kepada masyarakat, bisa jadi ia malah ikut arus dengan menentang aturan Islam.

 

Nah, mau atau tidak? Tergantung niatnya…. (Farid Ma’ruf; www.faridmaruf.wordpress.com)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: