Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Hidup di Dunia Tidak Lama

Posted by Farid Ma'ruf pada April 29, 2017

Jika jatah umur seorang manusia 75 tahun (ini usia yang sudah cukup panjang).

Jika:

  1. Ia tidur 8 jam sehari.
  2. Masuk usia baligh pada usia 15 tahun.

Berapa waktu yang benar-benar ia pertaruhkan untuk urusan akhirat?

Masa 15 tahun di awal kehidupan tidak dihitung karena belum baligh. Berarti 75 tahun dikurangi 15 tahun, sisa 60 tahun.

Waktu tidur tidak dihitung karena diangkat pena (tidak dicatat oleh malaikat). Tidur 8 jam sehari selama 60 tahun berarti 1/3=nya, yaitu 20 tahun. Maka 60 tahun dikurangi 20 tahun, sisa 40 tahun.

Maka, masa 40 tahun inilah yang benar-benar dipertaruhkan di akhirat.

 

Apakah 40 tahun itu masa yang nikmat terus?

Biasanya tidak.

Memasuki usia 55 tahun, biasanya sudah muncul penyakit-penyakit khas orang tua. Ada yang bermasalah dengan kolesterol, gula, ginjal, jantung, dan lain sebagainya. Tidak jarang, di usia 60 tahun ke atas, seseorang tidak bisa benar-benar menikmati hidupnya. Untuk berjalan saja tidak jarang sudah susah. Anggap saja usia 60 tahun ke atas sudah tidak nikmat (berarti selama 15 tahun di kahir kehidupan, sudah tidak bisa benar-benar menikmati kehidupan). Maka dikurangi 15 tahun, tinggal 25 tahun.

 

Masa 25 tahun tersebutlah yang benar-benar dinikmati seseorang. 15 tahun sisanya, tetap ada pertanggungjawaban, tapi ia tidak bisa benar-benar menikmati.

 

Di masa yang sangat singkat tersebut, manusia benar-benar mempertaruhkannya untuk urusan akhirat. Jika hidupnya hanya cari enak, memperturutkan nafsu saja, tidak mau terikat kepada aturan agama, tabrak sana tabrak sini, seenaknya sendiri, melawan aturan agama, maka bisa kita pastikan, hidupnya setelah kehidupan dunia akan sengsara. Berapa lama? Selama-lamanya, unlimited. Masa yang tidak terbatas.

 

Ya, kehidupan akhirat tidak terbatas. Tapi nansib di sana, sangat ditentukan oleh perilaku manusia di dunia yang masanya sangat terbatas.

 

Oleh karena itu, manusia yang bersikap seenaknya, berperilaku semaunya, tidak mau taat perintah agama, bahkan terang-terangan menentang aturan agama, itu jelas nasibnya akan sangat buruk di akhirat. Ia akan hidup di neraka, yang kesengsaraannya tidak bisa kita bayangkan. Siksaan di neraka yang paling ringan pun, sudah amat sangat mengerikan sekali. Kaki seseorang diletakkan api neraka, maka otaknya bisa mendidih. Luar biasa mengerikannya. Padahal, itu siksaan paling ringan. Tidak bisa kita bayangkan bagaimana kesengsaraan penduduk neraka. Padahal, itu siksaan tiada akhir.

 

Mau melanggar aturan agama? Sudahkah berpikir konsekuensi akhiratnya?

Harta, pangkat, jabatan, koneksi dengan pejabat, sama sekali tidak ada pengaruhnya di pengadilan akhirat. Pengadilan di sana tidak bisa disuap dengan harta, hakim yang mengadili tidak takut dengan jabatan seseorang di dunia, koneksi kuat dengan pejabat pun tidak ada artinya. Di sana manusia juga sama sekali tidak bisa berbohong. Semua bisa dibuka aslinya, termasuk hati seseorang yang di dunia tidak bisa diadili.

Pengadilan yang Maha Adil.

 

Marilah hidup singkat ini kiat isi hanya dengan kebaikan saja, dan jangan pernah sedetik pun berbuat buruk. Konsekuensi akhiratnya berat.

Marilah hidup yang singkat ini kita isi dengan amal perbuatan yang pahalanya paling besar, dan mengalir terus walau kita sudah meninggal.

Dan jangan sekali-kali diisi dengan perbuatan dosa, apalagi dosa besar, apalagi dosa tersebut mengalir terus walau seseorang sudah mati.

 

Jangan pernah takut berbuat baik, walaupun lautan manusia menentangmu.

Jangan pernah berani berbuat dosa, walaupun seluruh manusia mendukungmu.

Jangan pernah tergiur iming-iming dunia, baik harta, pangkat, jabatan, pujian, jika itu perbuatan dosa.

Jangan pernah patah semangat berbuat baik, walau balasan di dunia tidak nampak di mata, karena kita yakin bahwa akhirat itu nyata adanya, dan di sanalah tempat pembalasan.

 

Mari saling memperkuat semangat untuk berbuat baik. Berjamaah membuat kita lebih kuat.

(www.faridmaruf.wordpress.com)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: