Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Hari Kartini dan Busana Muslimah

Posted by Farid Ma'ruf pada April 21, 2017

Tiap 21 April biasa dirayakan Hari Kartini. Salah satu wujudnya adalah para pelajar diminta memakai busana daerah. Uniknya, sering saya temukan, busana yang digunakan bukanlah yang model yang menutup aurat dengan sempurna. Namun alhamdulillah, hari ini di sekolah anak kami, model yang digunakan di Hari Kartini tahun ini adalah busana muslimah. Semoga sekolah-sekolah lain pun demikian.

Memang ini butuh proses. Tahun-tahun sebelumnya, para siswa masih memakai model yang belum menutup aurat dengan sempurna. Beruntungnya, ini sekolah Islam sehingga lebih mudah untuk diingatkan bahwa seharusnya para siswa menggunakan busana muslimah yang menutup aurat dengan sempurna.

 

Kalau dipikir-pikir, memang aneh. Apa hubungan Hari Kartini dengan busana yang tidak menutup aurat dengan sempurna? Bukankah Ibu Kartini dulu sangat ingin memahami Kitab Suci AL Qur’an? Beliau merasa aneh. Mengapa orang-orang membaca kitab suci yang tidak dipahami maknanya? Di waktu itu, terjemah Al Qur’an tidak beliau temukan. Sampai akhirnya ada ulama yang membantu beliau.

 

Jadi wajar jika Ibu Kartini pada waktu itu kesulitan untuk belajar Islam. Mendapatkan terjemah Al Qur’an saja sangat sulit. Apalagi belajar isi Al Qur’an. Oleh karena itu, jika kita menemukan foto atau gambar Ibu Kartini yang tidak memakai busana muslimah, dan seandainya beliau dulu memang belum memakai busana muslimah, itu bisa kita maklumi. Bisa jadi, beliau dulu memang belum berkesempatan belajar banyak isi Al Qur’an, termasuk ayat yang memerintahkan wanita muslimah untuk berbusana muslimah.

 

Ini tentu berbeda jauh dengan kondisi sekarang. Terjemah Al Qur’an dalam berbagai bahasa sangat mudah ditemukan. Bahkan tidak hanya itu, tafsir para ulama, penjelasan para ustadz, buku-buku keislaman, forum pengajian, dan berbagai sumber ilmu lainnya sangat mudah ditemukan. Penjelasan tentang wajibnya menutup aurat, larangan bertabarruj, dan berbagai ketentuan lain tentang busana muslimah sangat mudah kita temukan.

 

Oleh karena itu, sangat tidak logis jika mengaku bersemangat Hari Kartini namun justru tidak memakai busana muslimah. Aneh. Justru seharusnya memakai busana muslimah. (Farid Ma’ruf; http://www.faridmaruf.wordpress.com)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: