Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Manusia, Sering Baper dan Lupa

Posted by Farid Ma'ruf pada Agustus 1, 2016

Sabtu akhir pekan lalu saya ada agenda pertemuan. Karena rumah tidak memungkinkan untuk lokasi pertemuan, maka saya pinjam meeting room punya teman. Meeting room tersebut menyatu dengan kantor. Jadwal pertemuan saya dan teman-teman pukul 15.30 s.d. 17.30. Sementara karyawan kantor tersebut jam kerja hanya sampai pukul 16.00. Akhirnya, saya dan Mbak Risda (salah seorang karyawan kantor tersebut) bikin kesepakatan. Kunci diserahkan kepada saya, tapi Senin pagi (hari ini) pukul 08.00 saya kembalikan. Deal. Sepakat. Saya pun sudah mengentry ke otak saya berupa agenda Senin pagi pukul 08.00 mengembalikan kunci kantor tersebut. Dikembalikan setelah antar anak nomor dua berangkat ke sekolah.

Karena sesuatu dan lain hal, pertemuan saya diperpanjang waktunya sampai hampir pukul 21.00. Tentu saja kondisi fisik lebih capek. Sementara saya harus persiapan untuk mengisi Talkshow esok harinya. Kebetulan Sabtu sejak pagi sampai sore, listrik di rumah mati sehingga saya tidak bisa maksimal dalam persiapan materi. Jadinya, malam hari lanjut lembur persiapan materi.

Ahad pagi sampai sore ada beberapa kegiatan. Sampai rumah sudah sore. Malamnya anak nomor dua dan tiga menunjukkan tanda-tanda sakit. Ibunya anak-anak tentu saja menjadi tersita waktu tidurnya. Senin pagi, menyiapkan anak sekolah. Pukul 06.45 antar anak sekolah (masuk jam 07.00). Rencananya, pukul 07.20 antar anak nomor dua ke sekolah. Namun ternyata anak nomor dua merasa sakit sehingga memilih tidak berangkat sekolah. Ibunya anak-anak sibuk berkomunikasi dengan gurunya (atau entah dengan siapa lagi, yang jelas sibuk pegang HP). Karena pukul 08.00 istri ada rencana pertemuan di rumah, sementara kondisi rumah sudah acak adut dan banyak “kreasi” anak-anak (maklum Ahad kemarin tidak bersih-bersih karena ada agenda pagi sampai sore), maka kegiatan berubah menjadi sibuk bersih-bersih rumah. Dan CLING, lupa sama sekali kalau ada janjian mengembalikan kunci.

Pukul 08.26 ada pesan masuk via WA dari Mbak Risda, menanyakan kunci. CLING, jadi ingat. Ada janji yang terlupakan. Segeralah meluncur buru-buru untuk mengembalikan kunci. Alhamdulillah selamat sampai tujuan. Minta maaf dan alhamdulillah dimaafkan.

Beginilah manusia. Ia sering lupa. Entry data di otak sebenarnya masih ada, tetapi kesibukan lain (sibuk pikiran atau perasaan) terhadap hal lain bisa membuatnya lupa. Nah, di sinilah kita perlu bijak jika ingin “menginstal software” kepada manusia. Harus rela sering-sering mengingatkan. Bukan karena tidak percaya, tapi memahami bahwa manusia bisa saja lupa. Dan dalam kondisi lupa itu, diangkat pena. Artinya malaikat Rakib dan Atid tidak mencatatnya. Maka janganlah kita marah-marah kepada orang yang lupa. Lupa itu ya diingatkan, bukan dimarahi, apalagi dicaci maki.

Memang, kadang ada orang yang lupa pada perkara sangat penting. Misalnya : perkara iman dan taqwa. Mereka punya iman, juga ingin bertaqwa. Tapi tekanan sistem sekuler kapitalis membuatnya lupa. Orang-orang seperti itu tidak perlu dicemooh dan dilabeli yang jelek-jelek. Mereka bisa jadi hanya lupa. Maka ya diingatkan baik-baik. Semoga mereka menjadi ingat kembali.

FB.Com/FaridM
www.faridmaruf.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: