Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Tiannamen, Amien Rais, dan Erdogan

Posted by Farid Ma'ruf pada Juli 16, 2016

Sejak dinihari, salah satu group WA yang saya ikuti ramai membahas kudeta militer di Turki. Beritanya, seolah-olah militer sudah berhasil melakukan kudeta. Setelah itu, muncul berita bahwa Erdogan memerintahkan rakyat (sipil) melawan kudeta. Rakyat pun keluar dan melawan tentara. Berita ini pun membuat saya ketar-ketir. Apakah militer Turki yang selama ini dikenal sebagai penjaga sekuralisme Turki akan tega membantai rakyat? Ataukah mereka akan mengikuti rakyat?

Kekhawatiran saya barangkali ada kaitannya dengan kejadian lain. Tentara menembak mahasiswa (rakyat), maukah? Pada tahun 1989, di Cina terjadi tragedi Tiannamen. Ratusan ribu pelajar/mahasiswa turun ke jalan memprotes pemerintahan komunis Cina. Mereka menuntut demokratisasi. Mahasiswa berkumpul di Lapangan Tiannamen. Rezim komunis bereaksi keras. Mereka kerahkan tentara membasmi protes. Awalnya, pembubaran demonstrasi tidak mudah. Tentara tidak mau menembak mahasiswa. Logis. Bisa jadi mahasiswa tersebut tetangganya sendiri, bisa jadi adiknya sendiri, atau malah anaknya sendiri.

 

Rezim ganti strategi. Diambillah tentara dari wilayah yang jauh dari ibu kota sehingga tentara yang akan menembak mahasiswa tidak akan khawatir akan menembak tetangga sendiri atau keluarga sendiri. Tentara juga dibuat mabuk dulu sehingga tidak berpikir. Berhasil. Tentara tega membantai mahasiswa. Ribuan rakyat sipil tewas. Salah satu momen heroik adalah ketika seorang demonstran sendirian menghadang barisan tank tentara.

 

Pada tahun 1998, gelombang reformasi melanda Indonesia. Mahasiswa berniat aksi besar-besaran di Lapangan Monas. Amien Rais (tokoh reformasi) direncanakan datang berorasi. Rezim Orde Baru menyikapi serius. Militer dikerahkan. Barikade disiapkan. Amien Rais khawatir tragedi Tiannamen akan terulang di Indonesia menjadi tragedi Lapangan Monas. Di detik-detik terakhir, beliau memerintahkan agar aksi dibatalkan. Alhamdulillah, tidak terjadi pembantaian tentara terhadap rakyat.

 

Sebenarnya saya menduga, reaksi Erdogan adalah memerintahkan rakyat untuk tetap di dalam rumah saja. Dan Erdogan memerintahkan pasukan khusus militer yang setia kepadanya untuk memberantas pemberontakan. Namun dugaan saya sepertinya kurang tepat. Erdogan memerintahkan rakyat untuk melawan militer pemberontak. Namun alhamdulillah, dari baca berita-berita setelahnya, nampaknya personel militer yang ikut memberontak masih ada rasa kemanusiaan. Mereka memilih menyerah daripada menembaki rakyat sendiri.

 

Semoga kaum muslim di Turki dalam keadaan baik dan dalam lindungan Allah. Aamiin.

 

(Fb.Com/FaridM)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: