Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Bahaya Sikap Defensif Apologetik

Posted by Farid Ma'ruf pada Mei 19, 2016

Musuh-musuh Islam tidak henti-hentinya menyerang berbagai ajaran agama Islam. Misalnya masalah poligami, pernikahan dini, sampai perkara jihad, syariah, dan khilafah. Musuh-musuh Islam menyerang ajaran Islam tersebut dengan mengatakan bahwa hal tersebut tidak sesuai dengan HAM, emansipasi wanita, kesetaraan gender, hingga demokrasi.

Sikap umat Islam terbelah menjadi dua kelompok.

Pertama, bersikap defensif apologetik. Yaitu dengan mengatakan bahwa ajaran Islam tidak bertentangan dengan itu semua. Misalnya dengan menjelaskan bahwa poligami dalam Islam itu untuk menolong janda-janda tua. Syariah dan khilafah itu tidak bertentangan dengan demokrasi, tidak bertentangan dengan undang-undang, dan seterusnya. Jawaban model seperti ini menunjukkan bahwa si penjawab dalam posisi tertuduh dan lemah, kemudian membuat pembelaan dengan menggunakan logika musuh.

Sikap defensif apologetik ini faktanya justru membuat kabur ajaran Islam itu sendiri. Mana yang benar (ajaran Islam) dan mana yang salah (bukan Islam) justru menjadi tidak jelas. Sikap ini jelas menunjukkan kekalahan sejak awal.

Kedua, bersikap ofensif konstruktif. Yaitu dengan mengatakan apa adanya tentang ajaran Islam tersebut. Sikap ini tidak memperdulikan apakah ajaran Islam tersebut akan dianggap bertentangan dengan paham-paham di luar Islam. Islam itu ya begini. JIka tidak begini, maka bukan Islam. Tidak memposisikan Islam sebagai pihak tertuduh, tetapi justru menempatkan Islam sebagai cara pandang. Sesuatu dinilai dengan Islam, bukan ajaran Islam dinilai dengan sesuatu yang bukan Islam.

Sikap ini bisa jadi akan dicap radikal dan garis keras oleh pihak lawan. Tetapi jika bisa menjelaskan dengan baik dan pihak yang dijelaskan juga punya sikap terbuka terhadap kebenaran, maka pihak yang dijelaskan juga akan terpuaskan akalnya. Ini karena sesungguhnya Islam adalam agama yang sesuai dengan akal, sesuai dengan fitrah manusia, dan menentramkan jiwa.

Sikap mana yang akan kita pilih? (FB.Com/FaridM)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: