Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Harga Sebuah Kebanggaan Mempunyai Rio Haryanto untuk Balapan F1

Posted by Farid Ma'ruf pada Februari 20, 2016

rio-haryanto-pertamina-f1Saya pernah dapat surat undangan dari sebuah lembaga di Jakarta.
Isinya :
Undangan untuk mendapatkan penghargaan (kalau tidak salah, akan dihadiri pejabat juga). Menurut penilaian saya, ini sepertinya beneran (bukan kegiatan penipuan).

Tapi ada yang aneh menurut saya.
Peserta yang mau hadir harus membayar sekian juta untuk berbagai biaya (jauh di atas biaya transportasi dan hotel ya).

Saya pun tidak mau hadir. Memangnya penghargaan untuk apa? Perusahaan saya (saat itu) tidak butuh penghargaan. Butuhnya, omset dan laba.🙂

Jadi bisa saya simpulkan, lembaga pengundang sebenarnya adalah lembaga bisnis di bidang penghargaan. Saling menguntungkan :
1. Perusahaan yang diundang dapat penghargaan. Menaikkan nilai tawar perusahaan (nama perusahaan makin bagus). Bisa jadi akan mempermudah perusahaan dalam berbisnis.
2. Lembaga pengundang dapat uang banyak.

Nah, berita tentang Rio Haryanto membuat saya ingat kejadian tersebut.
1. Rakyat Indonesia “ingin” punya kebanggaan berupa warga Indonesia yang menjadi pembalap F1. Nama Indonesia makin keren.
2. Manor Racing butuh duit. Bisa dapat uang banyak dari Indonesia.

Nah pertanyaannya, uang ratusan milyar (yang tentu sebenarnya itu uang rakyat juga) yang disetorkan ke Manor Racing, membuat rakyat Indonesia dapat apa?
Dapat rasa bangga doang?
Mahal amat ya rasa bangga?

Lagian, mestinya itu membuat kita bangga atau malah malu kalau kelihatan stupid-nya?
Orang kaya, buang2 uang untuk hal “kebanggan”, mungkin akan dianggap wajar.
Orang miskin, buang2 uang untuk hal “kebanggan”. mungkin akan dianggap “nggak waras”. Bermasalah kejiwaan. Perlu dibawa ke RSJ.🙂

Apa tidak lebih membanggakan ketika uang ratusan milyar tsb digunakan untuk misalnya :
1. Riset vaksin yang halal dan aman. Nggak tahu apa, antara pro vaksin dgn anti vaksin “perang” gara-gara masalah vaksin. Sesama muslim lho, sampai ukhuwah rusak gara-gara debat vaksin.
2. Riset teknologi anti kanker. Nggak tahu apa, penemuan doktor Warsito bikin ribut. Coba jika ada riset yang ilmiah dan bisa diterima semua pihak, maka akan lebih baik.
3. Riset mobil listrik. Kan minyak bumi sudah mau habis. Minyak bumi habis, pertamina tutup. Kan lebih baik ancang-ancang dari sekarang risetnya.
4. Atau paling sederhana, itu ribuan calon pengusaha kesusahan memulai usaha. Kasih deh mereka pelatihan dan modal untuk memulai usaha. Bisa berkontribusi untuk mengurangi angka penganguran.

Lha kalau digunakan untuk sponsor balapan, dapat apa?
1. Rakyat Indonesia dapat hiburan nonton TV live F1. Lupa kalau punya utang belum bayar. smile emotikon
2. Stasiun TV keluarkan uang lagi untuk beli hak siar (yah, buang uang dari Indonesia lagi deh).

Ini sekedar renungan kita di tengah kondisi negara yang memburuk di berbagai bidang. Kita sebagai sebuah negara perlu paham prioritas. Mana yang lebh penting dan harus didahulukan, dan mana yang kurang penting dan tidak perlu didahulukan.

FB.Com/FaridM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: