Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

GURU

Posted by Farid Ma'ruf pada November 25, 2015

guruGuru biasa kita gelari pahlawan tanpa tanda jasa. Guru adalah sosok manusia yang mulia, memberikan ilmunya kepada kita. Pahalanya pun tentu besar. Itu semua benar. Tentu jika guru tersebut mengajarkan kebaikan kepada murid-muridnya.

Tapi….

Belum tentu semua guru berpahala besar.

Bisa jadi, guru malah berdosa besar.

Kok bisa?

 

Sebelumnya, simak dulu hadits sbb (terjemahnya) :

“Barangsiapa mengajak kepada sebuah petunjuk (hidayah), maka ia dapat pahala yang setara dengan pahala semua orang yang mengikuti petunjuk itu, dengan tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan (sebaliknya) barangsiapa mengajak kepada suatu kesesatan, maka ia akan menanggung dosa yang serupa dengan dosa setiap orang yang mengikuti kesesatan itu, dengan tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun” (HR. Muslim dari Abu Hurairah ra.)

Jadi, jika ada guru mengajarkan kebaikan, misalnya guru agama mengajarkan tata-cara sholat kepada murid-muridnya, kemudian murid-muridnya itu (yang mungkin puluhan ribu banyaknya) mengerjakan sholat karena bimbingan gurunya, maka si guru tersebut dapat pahala terus-menerus, walaupun si guru sudah meninggal. Pahala akan lebih banyak lagi ketika murid-murid tersebut kemudian mengajarkan kembali ilmu yang didapat dari gurunya.

Tapi, bisa jadi ada kondisi sebaliknya.

Seorang guru matematika mengajarkan kepada murid-muridnya tentang bunga tabungan di bank. Si guru mengatakan bahwa menabung di bank itu baik, jauh lebih baik daripada uang anda simpan di bawah kasur. Kalau uang tidak akan segera dipakai, bisa didepositokan sekalian. Kemudian guru tersebut mengajarkan tentang cara menghitung bunga berbunga. Si murid pun (yang jumlahnya puluhan ribu) kemudian mempraktekkan menabung di bank seperti ajaran gurunya. Murid-murid tersebut ketika dewasa juga mengajarkan kepada anak-anaknya tentang baiknya menabung di bank karena dapat bunga. Ajaran si guru pun akhirnya diikuti ratusan ribu bahkan jutaan manusia, walaupun si guru sudah mati.

Apakah guru tersebut dapat pahala besar?

Tentu tidak. Ia justru dapat dosa bueeesssaaarrrrrrrr sekali.

Kok bisa?

Rasulullah bersabda :

Satu dirham riba yang dimakan oleh seorang laki-laki, sementara ia tahu, lebih berat (dosanya) daripada berzina dengan 36 pelacur (HR Ahmad dan ath-Thabrani).

1 dirham berapa sih? Sekitar Rp70ribu untuk kurs hari ini.

Nah, si guru tersebut mengajarkan tentang riba, kemudian diikuti. Maka ia juga mendapatkan kiriman dosa terus-menerus dari orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi sedikitpun dosa-dosa dari orang-orang yang mengikutinya.

Mari selalu ajarkan kebaikan, dan jangan sekali-kali mengajarkan keburukan. Semoga bermanfaat.

‪#‎YukNgaji‬

(www.faridmaruf.wordpress.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: