Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Sekilas Cara Islam dalam Berperang

Posted by Farid Ma'ruf pada November 16, 2015

Sebelum menyerang suatu negara, khilafah Islam (negara Islam) melakukan beberapa hal sebagai berikut :

1. Mengirim surat dan utusan untuk mendakwahi penguasa negara lain.
Penguasa negara lain tersebut didakwahi agar masuk Islam. Jika ia mau, maka negaranya menjadi bagian dari negara Islam. Seluruh penduduknya tidak ada yang dibunuh atau disakiti. Mereka menjadi warga negara khilafah Islam. Dengan hak dan kewajiban yang sama persis dengan warga negara di pusat kekhilafahan. Penduduk tidak dipaksa masuk Islam. Bebas memilih agamanya masing-masing (bebas mau memeluk agama aslinya, atau mau masuk Islam).

2. Jika langkah pertama sudah dilakukan, tapi penguasanya tidak mau masuk Islam. Maka tidak ada paksaan masuk Islam. Mereka tetap boleh memeluk agama aslinya. Mereka hanya diminta membayar jizyah sebagai bukti ketundukan kepada khilafah Islam. Negara mereka menjadi bagian/wilayah khilafah Islam. Seluruh penduduknya pun menjadi warga negara khilafah Islam. Hak dan kewajibannya sama persis dengan warga negara di pusat kekhilafahan Islam. Tapi mereka tidak dipaksa masuk Islam. Boleh tetap memeluk agama asli mereka. Namun jika kemudian mereka masuk Islam, maka tidak bayar jizyah lagi (karena jizyah hanya diambil dari warga negara khilafah yang tidak beragama Islam).

3. Jika langkah pertama dan kedua sudah dilakukan, tetapi mereka tidak mau masuk Islam, juga tidak mau membayar jizyah, maka barulah diperangi. Perang ini sebenarnya adalah untuk menghilangkan penghalang dakwah Islam masuk ke negeri tersebut. Bukan perang dalam rangka menjajah, menjarah, atau membantai. Jadi, perang hanya dilakukan dengan militer negara yang diserang. Tidak menyasar penduduk sipil sama sekali. Tidak boleh membunuh wanita dan anak-anak (dengan catatan mereka penduduk sipil, bukan militer). Ketika militer negara yang diserang kalah, maka tidak ada pembantaian atau penyiksaan. Yang dilakukan selanjutnya adalah dakwah kepada penduduk negeri tersebut. Namun tetap tidak boleh memaksa masuk Islam. Penduduk negeri tersebut pun menjadi warga negara khilafah Islam. Hak dan kewajibannya sama persis dengan warga negara di pusat kekhilafahan. Negeri tersebut tidak dijajah, tidak dirampok, tidak diperbudak. Jika negeri yang ditaklukkan tersebut kondisinya miskin dan kekurangan, justru akan dibantu oleh pemerintah negara khilafah agar menjadi makmur dan sejahtera seperti wilayah-wilayah lainnya yang menjadi bagian dari negara khilafah Islam.

Itulah mengapa Islam bisa berkembang pesat di masa lalu, dua pertiga dunia (yang dikenal waktu itu) bisa masuk Islam. Penduduk negeri-negeri yang ditaklukkan berbondong-bondong masuk Islam tanpa dipaksa. Mereka menerima dakwah Islam dari duta-duta Islam (jadi militer negara khilafah Islam itu tidak hanya pintar berperang, tapi juga pintar berdakwah). Mereka juga melihat dan merasakan langsung penerapan hukum-hukum Islam atas mereka. Wajar jika negara khilafah Islam menjadi negara yang kuat, superpower, ditakuti, dan disegani pada waktu itu. Militer negara khilafah Islam dikenal sebagai militer yang kuat dan tidak pernah kalah (jarang kalah). Sampai-sampai penguasa Perancis pernah meminta bantuan kepada khilafah Islam untuk membantu negerinya yang diserang musuh.

Demikianlah sekilas tentang dakwah dan jihad yang dilakukan khilafah Islam. Jika tidak seperti langkah-langkah di atas, berarti tidak sesuai dengan apa yang dicontohkan Nabi. Tidak sesuai dengan syariah Islam. (Farid Ma’ruf)
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
Raih pahala dengan Like and Share :
FB.Com/FaridM
www.faridmaruf.wordpress.com
-Line : @fei2219s

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: