Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Persoalan Bayi Adopsi

Posted by Farid Ma'ruf pada Juli 11, 2015

08 adopsi-fixBanyak ditemukan pasangan suami-istri yang sudah bertahun-tahun menikah tetapi Allah belum mengamanahkan anak kepada keduanya. Setelah dirasa lama menunggu, juga sudah melakukan berbagai upaya di sana-sini, tidak jarang muncul keinginan untuk mengadopsi anak saja. Tidak jarang adopsi anak diniatkan untuk “memancing” agar segera punya anak.

Apakah mengadopsi anak adalah langkah terbaik? Sebelum memutuskan, alangkah baiknya kita pahami dahulu beberapa hukum Islam yang terkait.

  1. Anak adopsi tidak boleh (haram) dinasabkan kepada orang tua angkatnya.

Allah SWT berfirman (artinya) : “Dan Dia [Allah] tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanya perkataanmu di mulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar).” (TQS Al Ahzab [33] : 4). Allah SWT juga berfirman (artinya) : “Panggilan mereka (anak-anak angkat itu) dengan memakai (nama) ayah-ayah mereka, itulah yang lebih adil di sisi Allah.” (TQS Al Ahzab [33] : 5).

Dengan demikian, mengadopsi anak (dengan menganggapnya sebagai anak sendiri) hukumnya adalah haram.

  1. Anak adopsi jika tidak sempat disusui ibu angkatnya, maka :
    a. Jika laki-laki, bukan mahram bagi ibu angkatnya, juga saudara-saudara perempuannya.
    b. Jika perempuan, bukan mahram bagi ayah angkatnya, juga saudara laki-lakinya.
    Coba bayangkan ketika anak tersebut beranjak dewasa, maka ia tidak bisa jika di rumah hanya berdua dengan ayah atau ibunya, atau saudaranya yang berbeda jenis kelamin.
    Jika beda jenis kelamin, tidak bisa pula diboncengkan berdua dengan sepeda motor, atau berdua semobil.
    Di rumah juga harus selalu berbusana yang menutup aurat (kerudungan terus).
    Cukup repot bukan?

Oleh karena itu, jika ingin mengadopsi anak, sebaiknya dipikirkan betul-betul. Baik niatnya maupun teknisnya. Jangan sampai niat baik justru berbuah dosa. Rugi kan?

===
Adopsi anak atau lebih tepatnya mengasuh anak orang lain yang membutuhkan pertolongan, niat utamanya untuk menolong, bukan untuk sekedar bisa bermain-main anak. Oleh karenanya bisa dilakukan teknis-teknis sbb :
1. Jika anak masih ada jelas orang tuanya, tetapi orang tua tidak mampu (miskin), maka bisa ditolong dengan cara orang tua asuh memberikan bantuan keuangan (mencukupi keseluruhan kebutuhan si anak) tanpa harus membawa si anak ke rumahnya.
2. Idem. Bisa juga dengan membawa bayi ke rumah dan diasuh. Tetapi segera dikembalikan kepada orang tuanya ketika masa pengasuhan (hadlonah) selesai.
3. Jika orang tua si bayi tidak jelas (misal bayi yang dibuang, bayi hasil hubungan gelap), maka bisa dengan diasuh oleh wanita yang bisa menyusui (sehingga nanti menjadi anak susuan). Tetapi untuk biaya hidup si anak, ditanggung oleh orang tua asuh.
Itu mungkin beberapa contoh teknis yang menurut saya cukup aman dari sisi syariahnya.

Jadi, adopsi anak (seperti kebiasaan sebelum Islam) adalah haram. Tetapi Islam membolehkan untuk mengasuh anak orang lain. Misalnya : anak fakir/miskin, anak temuan (anak yang dibuang), dan lain sebagainya. Mengadopsi anak berbeda dengan sekedar mengasuh anak.

Like : FB.Com/FaridM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: