Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Paham Sekuler Aktivis Masjid

Posted by Farid Ma'ruf pada Juli 10, 2015

Dalam suatu forum pengajian, saya bertemu dengan seorang aktivis masjid. Ia sering mengimami sholat subuh di kampungnya.

Di sela-sela pengajian, saya bertanya kepadanya. Apa motivasi dia datang ke forum pengajian ini?

Dia menjawab -+ :
“Sudah 6 hari saya beraktivitas untuk dunia (maksudnya bekerja). Maka sudah sepantasnya saya luangkan minimal sehari saja untuk akhirat (maksudnya adalah hadir dalam pengajian ini).”

Mungkin jawaban tersebut adalah sebuah kejujuran. Bisa jadi pula merupakan hal yang dialami banyak orang. Setelah 6 hari bekerja, maka perlu meluangkan sehari untuk aktivitas keislaman.

Sadarkah kita, sesungguhnya jawaban tersebut merupakan sikap sekuler. Yaitu memisahkan dunia dengan akhirat?

Dalam agama Islam, seluruh perbuatan ada hukumnya. Semuanya harus terkait dengan akhirat. Tidak ada satu perbuatan pun yang terpisah dari akhirat. Kita memeluk agama Islam. Berarti, dimanapun kita berada, agama Islam itu dipeluk. Tidak hanya dipeluk ketika pengajian atau di masjid. Tetapi juga di tempat kerja.

Bekerja (menafkahi diri dan keluarga), hukumnya wajib bagi laki-laki. Ia bernilai pahala. Tidak bekerja berarti berdosa. Itu bernilai akhirat. Oleh karena itu, bekerja pun tidak sembarangan. Bekerja harus di sektor yang yang sesuai syariah, dan dilakukan sesuai ketentuan syariah. Oleh karenanya, bekerja sebagai teller di bank ribawi adalah haram. Bekerja sebagai SPG (menonjolkan kecantikan dan berbusana seksi) adalah haram. Dlsb.

Saatnya bertanya kepada diri kita masing-masing. Sekulerkah kita?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: