Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Jangan Terlalu Percaya Pencitraan di Sosmed

Posted by Farid Ma'ruf pada April 6, 2015

Banyak orang-orang hebat yang justru tidak punya “citra” di sosmed. Mungkin mereka sudah sangat sibuk berkiprah di dunia nyata sehingga tidak sempat atau tidak menyempatkan diri untuk nyosmed.

Di sisi lain, tidak sedikit orang yang melakukan pencitraan di sosmed. Mereka belum tentu orang hebat. Tapi mereka tentu punya kepentingan tertentu mengapa melakukan pencitraan di sosmed.

Selama kepentingannya tersebut tidak melanggar syariah, tentu boleh-boleh saja.
Tapi, tentu kita tidak bisa mengetahui secara pasti kepentingan orang lain mengapa pencitraan di sosmed.

Nah, yang bahaya nih. Ketika orang yang pencitraan itu punya niat jahat. Ini yang harus diwaspadai.

Gaya pencitraan paling mudah :
1. Sok pinter.
Bisa dengan sering-sering cerita kalau habis mengisi forum di sana-sini. Belum tentu sih dia diundang, bisa jadi menawarkan diri.

2. Sok aktivis.
Ini dengan suka bergaya terlibat kegiatan ini itu.

3. Sok dermawan.
Ini bisa dengan gaya upload foto-foto kegiatan sosial.

4. Sok terkenal.
Paling mudah dengan mengupload foto bersama orang terkenal (walau orang terkenal tersebut belum tentu kenal). Bisa jadi ada suatu forum, ada tokoh terkenal yang mengisi. Kemudian orang yang mau pencitraan mengajak foto bersama seusai acara. Tokoh terkenal tentu tidak keberatan. Nah, ternyata foto bersama tokoh tersebut digunakan untuk pencitraan.

Apa kemungkinan jahat dari pencitraan di sosmed?
Bisa jadi untuk :
1. Penipuan bisnis.
Dengan mencitrakan diri sebagai orang baik, orang hebat, orang terkenal, maka ia bisa dengan mudah menipu banyak orang. Misalnya ia menawari kerjasama usaha. Tapi belakangan ia kabur.

2. Penipuan akhwat.
Korbannya adalah akhwat-akhwat yang belum menikah dan sedang mencari jodoh. Dengan pencitraan tersebut, pelaku bisa lebih mudah menipu calon korbannya. Oleh karena itu, hendaknya para akhwat tidak mencari jodoh di dunia maya. Carilah di dunia nyata. Orang yang memang dikenal baik dan banyak saksinya.

3. Penipuan dakwah.
Ini mungkin termasuk yang paling berbahaya. Pencitraan yang ia lakukan bisa berbahaya untuk organisasi dakwah yang ia sasar.
(www.faridmaruf.worpress.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: