Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

7 Kesalahan Cinta yang Dilakukan Banyak Orang

Posted by Farid Ma'ruf pada Februari 7, 2015

7 kesalahan cinta
1. Salah Sasaran.

Kondisi ini terjadi ketika seseorang salah menentukan obyek yang dicintai. Dalam kalimat lain, ia mencintai orang yang seharusnya tidak boleh (haram) ia cintai. Misalnya: mencintai akhwat yang sudah dikhitbah orang lain, mencintai istri orang lain, dan lain sebagainya.

2. Salah Waktu.

Kondisi ini terjadi ketika seseorang jatuh cinta, namun ia belum siap menikah. Jadinya, ia hanya gelisah tanpa ada kepuasan. Mau menikah, belum siap. Mau pacaran, sadar dosa. Terus bagaimana? Galau.

3. Salah Penyampaian.

Kondisi ini terjadi ketika jatuh cinta kepada seseorang, tapi disampaikan dengan cara yang salah. Mungkin karena terlalu semangat (atau tidak bisa menahan nafsu), ia malah melakukan perbuatan-perbuatan yang membuat risih atau bahkan sebel orang yang dicintai. Misalnya: seorang ikhwan sering kirim pesan-pesan kepada seorang akhwat. Bisa via sms, wa, bbm, inbox fb, komentar-komentar pada postingan si akhwat, dan lain sebagainya. Alih-alih membuat si akhwat tertarik, eh si akhwat malah ilfil, kemudian melaporkan si ikhwan kepada “pihak yang berwajib”.

4. Salah Pilih.

Kondisi ini terjadi ketika seseorang memilih mencintai orang yang tidak baik agamanya. Laki-laki seringkali hanya memperioritaskan kecantikan belaka. Sementara perempuan banyak yang hanya memprioritaskan kekayaan saja. Padahal, seharusnya agama itu prioritas nomor 1. Faktor cantik atau kaya berada di posisi di bawahnya.

5. Salah Sangka.

Kondisi ini terjadi ketika seseorang menyangka bahwa orang yang ia cintai itu baik, padahal tidak. Misalnya, seorang akhwat jatuh cinta kepada seorang ikhwan yang sering posting hadits-hadits, kalimat-kalimat motivasi, dan sejenisnya di facebook. Si akhwat menyangka si ikhwan pemilik akun facebook tersebut sebagai orang baik, aktivis dakwah. Si akhwat pun jatuh cinta kepada ikhwan tersebut. Ternyata belakangan baru ketahuan. Si ikhwan bukan aktivis dakwah yang baik. Ia hanya pemuda biasa (bukan aktivis dakwah) yang sedang pencitraan dan mencari mangsa.

6. Salah Mimpi.

Kondisi ini terjadi ketika seseorang mencintai orang yang hampir mustahil bisa ia nikahi. Ia jatuh cinta karena orang yang ia cintai adalah artis ternama, publik figur, orang terkenal, dan sejenisnya. Misalnya: Seorang akhwat berharap bisa dinikahi Teuku Wisnu (artis ganteng yang sudah bertobat dan memilih jalan Islam). Padahal, hampir tidak ada jalan bagi si akhwat itu untuk bertemu Teuku Wisnu (kecuali di alam mimpi). Contoh lain, seorang ikhwan berharap bisa menikahi Oki Setiana Dewi (artis yang berjilbab). Mimpi kali ye. Padahal Mbak Oki sekarang juga sudah menikah.

7. Salah Syariat.

Kondisi ini terjadi ketika seseorang jatuh cinta. Tapi ia tidak tahu atau tidak mau tahu aturan Islam dalam masalah pergaulan pria wanita. Akibatnya, ia memilih jalan pacaran yang hukumnya haram. Pacaran itu bukan aturan Islam, tapi aturan kufur.

(www.faridmaruf.wordpress.com)

Yogyakarta, 07 Februari 2015

Ditulis sambil ngeyup di depan Indomaret Gedong Kuning ketika menunggu istri yang sedang ber-acara di sekitar sini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: