Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Dakwah Jangan Merah Jambu

Posted by Farid Ma'ruf pada Februari 3, 2015

merah-jambuTermasuk diantara strategi serangan orang-orang kafir terhadap umat Islam adalah melalui Fun dan Fashion. Termasuk di dalamnya adalah kebebasan bertingkah laku. Kebebasan seks salah satunya.

Para remaja dibuat agar makin terangsang geloranya. Pacaran adalah keren, V-day itu penting, dlsb. Film-film cinta marak. Lagu-lagu cinta berserak. Novel-novel cinta dimana-mana. Intinya diopinikan, masa remaja adalah masa pacaran, masa bersenang-senang. Tidak punya pacar adalah aib. Jomblo itu ngenes.

Namun serangan tidak berhenti di sini. Di kalangan yang lebih tua, yaitu orang-orang yang sudah menikah, juga diopinikan tentang adanya masa puber kedua. Para suami juga bisa jatuh cinta lagi. Film bertema selingkuh pun banyak diproduksi. Seolah-olah selingkuh itu biasa saja.

Merespon serangan tersebut, sebagian umat Islam bersikap reaktif. Alias berupaya menahan serangan, tetapi belum tentu tepat benar caranya. Mirip-mirip kasus “syariahisasi” lembaga-lembaga keuangan. Ada bank syariah, pegadaian syariah, asuransi syariah, pasar saham syariah, dlsb.

Maka muncul pulsa istilah: pacaran Islami alias pacaran yang sesuai syariah. Apa itu?
1. Pacaran tapi menikah dulu.
2. Pacaran tapi nunggu sah di hadapan penghulu.
3. Nikah muda itu keren.

Banyak pengajian-pengajian bertema remaja yang membahas haramnya pacaran, dan solusi Islam agar tidak pacaran.

Sementara itu, di kalangan orang-orang yang sudah menikah, ramai dibahas tema poligami. Seolah-olah berpoligami itu hebat, keren. Laki-laki kaya tetapi tidak berpoligami itu dikesankan buruk.

Memang tidak bisa disalahkan, tetapi belum tentu tepat benar. Mengapa saya sebut belum tentu tepat benar?

Ada beberapa hal:
1. Di dalam sistem Islam, masa remaja itu diisi dengan latihan wajib militer, diikuti dengan wajib militer. Artinya, di kalangan remaja digelorakan semangat dakwah dan jihad ke seluruh penjuru dunia. Bukan membahas materi merah jambu. Selain itu, masa remaja yang penuh tenaga, energinya diarahkan untuk gerak fisik latihan militer. Jadi kelebihan energi tidak disalurlan untuk masalah merah jambu. Tapi bukan berarti masalah pergaulan tidak dibahas. Masalah fikh terkait pergaulan pria wanita harus sudah selesai dibahas di masa pra baligh. Ketika anak baligh, ia sudah tahu aturan pergaulan ini. Tetapi tanpa perlu gembar-gembor berlebihan sehingga malah merangsang nafsu.

Oleh karena itu, tidak perlu pula kampanye nikah muda yang berlebihan. Menikah itu sunnah. Jadi, orang boleh saja memilih fokus menuntut ilmu yang tinggi, setelah lulus baru menikah. Artinya, jika sudah berkategori “baah” (mampu), maka hendaknya menikah. Kapan seseorang masuk kategori tersebut? Bisa jadi berbeda-beda antara satu orang dengan orang yang lain.

Oleh karena itu, jika mengisi pengajian remaja, saya lebih suka membahas tema-tema dakwah, jihad, umat Islam menguasai dunia, dan sejenisnya. Tema-tema merah jambu saya minimalisir.

Sementara itu, di kalangan orang-orang yang sudah menikah, tidak perlu pula kampanye berlebihan tentang poligami. Menikah itu sunnah, poligami itu mubah. Kalau menegakkan khilafah, itu wajib. Jangan sampai, pembahasan masalah sunnah dan mubah justru mengalahkan pembahasan masalah yang wajib. Tanpa banyak disuruh, hampir semua orang menikah. Tapi walau sudah banyak disuruh, masih saja banyak orang yang tidak memperjuangkan khilafah.

Oleh karena itu, jika ada kesempatan mengisi pengajian, saya lebih suka mengajak orang menegakkan khilafah. Bukan mengajak orang berpoligami. Tapi kalau ada orang yang mau poligami, ya monggo saja. Saya tidak akan melarang, walaupun saya juga tidak akan menyuruh. Kalau dia menilai kalau poligami itu baik baginya, ya silakan. Tapi kalau dia menilai kalau poligami itu kurang tepat bagi dirinya, ya itu hak dia. Tidak perlu kita permasalahkan.

Begitu juga jika ada orang berpoligami, istri keduanya muda dan cantik, ya boleh-boleh saja. Tidak perlu dipaksa menikahi janda jelek beranak banyak. Tidak perlu kita permasalahkan.

Fokus kita adalah, bagaimana umat ini menjadi sadar tentang wajibnya penerapan syariah Islam Islam. Masalah pergaulan pria wanita, menikah, poligami, hanyalah sedikit saja diantara banyaknya syariah Islam yang harus kita kaji. #YukDakwah (www.faridmaruf.wordpress.com).

*Selesai diketik di atas Bus Eka Cepat “Surabaya – Jogja”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: