Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Sedikit Bersabar sebelum Membagikan Berita dan Opini.

Posted by Farid Ma'ruf pada Desember 20, 2014

Tidak jarang kita menemukan postingan di sosmed tentang “kekejaman” aparat pemerintahan. Tapi jika asal share saja tanpa mencoba menelusuri lebih dalam, bisa jadi justru kontraproduktif terhadap dakwah.

Contoh :

Puluhan pedagang kaki lima babak belur dihajar satpol PP pada penggusuran lapak dagangan di trotoar jalan XYZ. Tampak foto para pedagang kaki lima yang berdarah-darah.

Opini pembelaan tentu saja segera mengalir ke para pedagang kaki lima (rakyat kecil). Caci maki tentu saja tertuju kepada Satpol PP (pemerintah).

Tapi, sesederhana itu kah?

Nanti dulu. Coba ditelaah lebih dalam.

Para pedagang kali lima membuka lapak dagangan di trotoar. Apa hukumnya?

Trotoar adalah fasilitas umum untuk para pejalan kaki. Semua orang boleh menggunakannya. Jika gelar lapak dagangan di situ sehingga menyulitkan bahkan memaksa pejalan kaki turun sampai aspal, itu hukumnya haram.

Pemda melalui Satpol PP mencoba menertibkan. Melalui surat dan lisan sudah dilakukan secara baik-baik. Para pedagang tidak bergeming walau sudah dilakukan berkali-kali negosiasi. Sampai di satu titik, Satpol PP harus bertindak tegas dengan menggusur lapak dagangan. Penggusuran intinya adalah memindahkan lapak dagangan dari lokasi yang tidak semestinya tersebut. Namun ternyata para pedagang melawan. Akibatnya terjadi bentrok fisik. Dalam kejadian bentrok fisik, tentu wajar jika ada korban luka-luka (di kedua belah pihak). Tapi karena Satpol PP personelnya siap dengan peralatan standard, juga orangnya tegap-tegap, mungkin korban luka sedikit. Sementara para pedagang yang melawan membabi buta, tidak terlatih, wajar jika korban luka banyak.

Dari contoh di atas kelihatan bahwa sebenarnya para pedagang yang salah. Satpol PP sebenarnya sudah benar, yaitu menertibkan. Jika para pedagang tertib, tentu tidak akan ada pemukulan dan korban luka.

Jika mau analisis yang lebih mendalam, seharusnya diungkap. Mengapa banyak orang memilih pekerjaan sebagai pedagang kaki lima di trotoar? Apa mereka tidak berpendidikan? Apa mereka tidak punya keahlian lain? Dan ulasan-ulasan lainnya. Bisa saja kesimpulannya tetap kesalahan pada pemerintah (misalnya pemerintah tidak menyediakan sekolah murah/gratis sehingga jutaan rakyat pendidikannya rendah), tapi salahkanlah pada bagian yang memang salah. (www.faridmaruf.wordpress.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: