Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Menunggu Laki-laki Ideal yang Tak Kunjung Datang atau Menerima Laki-laki Apa Adanya?

Posted by Farid Ma'ruf pada November 23, 2014

pria-sholehBagaimana jika sampai usia yang sudah beranjak tua (30 tahun lebih) tetapi calon yang ideal tidak kunjung datang? Calon yang ada dan mau hanyalah seseorang yang jauh dari sempurna. Ia tidak rajin beribadah, melakukan kemaksiatan-kemaksiatan, dan lain sebagainya. Bagaimana sikap yang baik? Menunggu calon yang ideal atau menerima calon yang apa adanya?

Menyikapi hal tersebut, perlu dilihat dulu. Tidak ideal itu dari sisi apa? Jika dari sisi agama, maka sebaiknya jangan diterima. Tetapi jika dari sisi lainnya, maka bisa saja diterima.

Contoh kekurangan dari sisi agama adalah calon tersebut sering bermaksiat. Tindak kemaksiatan ada dua macam, tidak menjalankan yang wajib, atau melakukan yang haram.

Kemaksiatan dengan tidak menjalankan kewajiban; misalnya:

  1. Tidak sholat lima waktu. Padahal sholat adalah fardlu ain. Orang yang tidak sholat berdosa besar.
  2. Tidak berjuang menegakkan khilafah. Padahal menegakkan khilafah adalah fardlu kifayah. Selama kewajiban tersebut belum tertunaikan (walaupun sudah ada yang memperjuangkan), maka orang yang tidak memperjuangkannya berarti telah bermaksiat, berdosa.

Contoh kemaksiatan dengan menjalankan sesuatu yang haram, misalnya :

  1. Berhutang dengan aqad bunga. Padahal bunga pinjaman adalah riba. Orang yang memakan riba dosanya besar sekali.
  2. Melakukan tindakan pacaran. Pacaran adalah salah satu aktivitas yang mendekati zina. Bahkan tidak jarang sampai kepada zina itu sendiri. Padahal zina adalah perbuatan yang dosanya besar.

Terhadap orang-orang seperti itu, sebaiknya jangan mau. Karena hal tersebut akan berakibat besar dalam kehidupan kita. Hal tersebut bisa membahayakan nasib kita di akhirat nanti.

Akan tetapi, tidak ada salahnya jika kita menyampaikan kepadanya agar mau belajar Islam, mau datang ke forum-forum pengajian. Harapannya, ilmu Islamnya akan bertambah, dan dia mau berubah. Jika akhirnya berubah menjadi laki-laki yang baik, tentu baik pula untuk diterima.

Sementara itu, jika kekurangannya adalah dari sisi-sisi non agama, misalnya : kurang ganteng, kurang kaya, dan lain sebagainya, maka itu sebenarnya masih bisa diterima. Orang-orang dengan kekurangan seperti itu, jika kemudian menikah, maka tidak akan berakibat besar pada kehidupan kita.

NB :

Tulisan ini terinspirasi dari soal-jawab pengajian bertema “Jika Jodoh tak Kunjung Datang” yang disiarkan Radio Q 88,3 FM Yogyakarta pada Ahad, 23 November 2014 pk.16.00 -17.00, dengan pembicara Ustadzah Mei Allif, S.T, M.Eng. Ditulis atas permintaan seorang teman yang tadi tidak bisa mengikuti pengajian karena livestreaming error. Maaf baru menulis seperti ini saja, semoga ada manfaatnya.

Penting dicatat, yang namanya terinspirasi itu bukan bermakna ringkasan. Tetapi tulisan dengan tambahan-tambahan, juga contoh-contoh dari saya sendiri. Bahasa yang digunakan juga bahasa saya sendiri. Rekaman semoga nanti bisa diupload menyusul. (www.faridmaruf.wordpress.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: