Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Taaruf Cara Sniper vs Cara Berondong (Pengantar)

Posted by Farid Ma'ruf pada November 13, 2014

20 Jan 2008Berapa kali anda pernah bertaaruf untuk menjemput jodoh?

1 kali, 2 kali, 3 kali, 5 kali, 10 kali, 15 kali, lebih dari 20 kali?

 

Baiklah, memang ada dua cara dalam bertaaruf :

Pertama, cara sniper.

Kedua, cara berondong.

Jika menggunakan cara sniper, maka taaruf cukup 1 kali saja, langsung menikah. Kalau toh lebih, maka maksimal 3 kali saja.

 

Sementara jika menggunakan cara berondong, maka anda harus rela taaruf berkali-kali. Bisa 5 kali, bisa pula lebih. Jika amat sangat kurang jitu dalam menembak, maka mungkin anda harus rela taaruf belasan kali atau bahkan sampai puluhan kali. Mau?

 

Tentu tidak, karena taaruf gagal biasanya menyisakan luka. Jika gagal sekali, mungkin hanya luka ringan. Tapi jika belasan kali atau bahkan puluhan kali, mungkin luka berat, babak belur, rapuh porak poranda, sampai hati mati rasa🙂

 

Dengan cara sniper, anda hanya perlu menembakkan satu biodata saja ke target. Hasilnya, target langsung jatuh hati kepada anda. Nggak mau taaruf lagi dengan yang lain.

 

Sementara jika menggunakan cara berondong, anda harus menembakkan peluru biodata kemana-mana. Hasilnya? Mungkin di tembakan ke-30 anda baru berhasil. Kalau berhasil di tembakan pertama, mungkin anda hanya beruntung.

 

Selain itu, cara sniper juga akan menghasilkan rumah tangga yang cenderung harmonis. Hubungan suami istri akur, hubungan dengan mertua dan keluarga besar pasangan pun damai dan menggairahkan.

 

Sementara itu jika menggunakan cara berondong, maka rumah tangga beresiko kurang harmonis. Suami istri sering congkrah. Hubungan dengan mertua atau keluarga besar pasangan pun sering harus perang dingin atau bahkan perang bintang.

 

Ingin tahu cara taaruf sniper?

 

Eh, memang anda beneran percaya ada cara sniper dan cara berondong?

 

Boleh percaya boleh tidak, tapi cara sniper sudah terbukti sukses tidak hanya sekali. Proses taaruf hanya sekali tukar biodata, cepat, dan setelah berkeluarga pun hasilnya harmonis. Dakwah tetap terjaga bahkan makin membahana.

===

 

Baiklah, saya akan buka rahasia caranya…

Tapi, hanya jika anda memang ingin tahu caranya.

Indikasinya, kalau komentar atau like di status ini mencapai 100, maka saya akan rela menuliskannya untuk anda. He he he.

 

Tapi jika nggak ada yang koment maupun like, ya sudahlah. Mungkin memang anda tidak butuh. Saya lebih baik cari kegiatan lain saja, nggak perlu buang-buang waktu nulis cara taaruf…. He he he….

 

*Nyetatus usai masirah. Masih capek, jadi statusnya santai dulu ya. Tidak perlu terlalu serius membacanya.

 

 

Ilustrasi :

Saya waktu taaruf ke rumah keluarga calon istri di Surabaya. Sekali datang, alhamdulillah disetujui semuanya (calon : bapak, ibu, adik-adik ipar, dan keluarga besar)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: