Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Karyawan Santai

Posted by Farid Ma'ruf pada November 1, 2014

pekerja-pabrik-garmenSeorang owner perusahaan melakukan sidak ke perusahaan-perusahaannya.

Di salah satu perusahaan (perusahaan garmen), ia menemukan seorang karyawan muda yang tampak duduk santai sambil kipas-kipas.

Sementara karyawan-karyawan lainnya sibuk bekerja menjahit pakaian, memotong kain, dan lain sebagainya.

Owner tersebut pun marah besar :

“Hai anak muda. Berapa penghasilanmu dari bekerja di perusahaan saya?”

Sambil tergagap karena kaget, si karyawan menjawab :

“Dua juta per bulan Pak.”

Owner segera mengeluarkan dompetnya dan berkata :

“Ini gajimu bulan ini Rp2juta. Yang Rp6juta ini pesangonmu. Kamu saya pecaaattttt. Jangan kembali lagi ke sini!”

Karyawan itu pun pergi.

Selanjutnya, dengan wajah sok bijak dan berwibawa, si owner berkata kepada karyawan-karyawannya.

“Itulah jika ada karyawan yang malas-malasan bekerja. Langsung saya pecat.”

Salah seorang mandor yang berada di situ berkata :
“Maaf Pak, sesungguhnya dia itu karyawan yang pintar dan cekatan. Bapak tahu bahwa dalam sehari karyawan di sini maksimal hanya boleh mengerjakan 10 baju. Karyawan biasa sehari rata-rata hanya bisa mengerjakan 5-8 baju. Sementara karyawan muda tadi, ia bisa mengerjakan 10 baju hanya dalam waktu setengah hari. Namun karena SOP di perusahaan ini sehari maksimal hanya mengerjakan 10 baju, sementara pulangnya harus sama jam 04 sore, maka setiap lewat tengah hari, karyawan tadi tidak ada kerjaan. Ya sudah, ia santai dan kipas-kipas saja.”

 

Apa pelajaran dari kisah di atas?

Orang yang tampak sibuk, belum tentu orang berprestasi.

Sementara orang yang kelihatannya tidak terlalu sibuk, belum tentu tidak berprestasi.

 

Dalam kasus lain,

Orang yang tampak sibuk beramal, belum tentu ia mendapatkan pahala yang besar. Bisa jadi ia sibuk beramal pada perkara-perkara mubah atau sunnah saja, yang pahalanya kecil.

Sementara orang yang sepertinya tidak sibuk-sibuk amat, bisa jadi mendapatkan pahala yang lebih besar. Mengapa? Karena ia mengerjakan amalan-amalan wajib dan amalan-amalan sunnah yang pahalanya besar. (www.faridmaruf.wordpress.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: