Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Mari Berdakwah dengan Cara Dewasa

Posted by Farid Ma'ruf pada Oktober 15, 2014

bensin-gratisPernahkah anda menyuruh anak melakukan sesuatu tapi si anak susah digerakkan? Misalnya, menyuruh anak mandi, belajar, berangkat sekolah, dll?
Tidak jarang orang tua kemudian menjanjikan sesuatu yang menyenangkan si anak, misalnya :
“Nak, ayo segera mandi ! Nanti ibu belikan es krim.”
“Nak, segera belajar ya ! Besok ayah belikan mobil remote.”
Si anak pun kemudian bergegas melaksanakan perintah ortunya. Dalam benaknya, ia membayangkan lezatnya es krim dan senangnya bermain mobil remote.
Tapi, si anak tidak sadar, untuk apa ia harus segera mandi? Apa konsekuensinya jika tidak mandi? Untuk apa anak harus belajar? Apa konsekuensinya jika tidak belajar?

Maka, kalau kami, mencoba untuk mengajak anak belajar berpikir dewasa. Kami berusaha tidak menjanjikan sesuatu, tetapi melakukan penyadaran, mengapa harus mandi? Apa akibatnya jika tidak mandi? Mengapa harus belajar? Apa akibatnya jika tidak belajar?
Itulah cara ortu yang lebih mencerdaskan (walau mungkin lebih sulit). Si anak pun akhirnya paham, dan akan bergerak sesuai pemahamannya.
Sementara cara janji-janji, itu menunjukkan ortu yang bisa jadi kurang cerdas, atau malas menjelaskan. Sementara si anak pun tidak makin cerdas. Jika pada akhirnya si anak tidak mendapatkan janji ortunya (misal : tidak jadi dibelikan es krim, tidak jadi dibelikan mobil remote), maka si anak akan mengamuk, menganggap ortunya tukang tipu. Si anak tidak sadar bahwa sesungguhnya mandi dan belajar adalah kebutuhan si anak sendiri.
Cara-cara kurang cerdas dan kekanak-kanakan ini juga banyak dipakai partai-partai sekuler. Di masa kampanye, mereka janji muluk-muluk tentang kesejahteraan. Bahkan ada partai yang ketika menjadi oposisi, secara konsisten dan getol menolak kenaikan harga BBM. Dukungan masyarakat pun mengalir. Tetapi ketika kadernya terpilih menjadi pemimpin, ternyata justru akan menaikkan harga BBM. Masyarakat pemilih pun hanya bisa gigit jari.
Nah, begitu pula dengan dakwah untuk mengajak masyarakat berjuang mendirikan khilafah. Tidak perlu mengedepankan janji-janji kesejahteraan, sementara alasan mengapa harus berjuang justru tidak menjadi yang terdepan.
Contoh :
Tegakkan khilafah, maka BBM Gratis.
Khilafah tegak, gaji guru 30 juta.
Khilafah tegak di Indonesia, listrik gratis.
Dan hal-hal senada lainnya.
Mungkin, janji-janji kesejahteraan seperti itu memang lebih mudah menarik masyarakat untuk bergerak. Tetapi sesungguhnya kurang mencerdaskan. Harusnya, yang dikedepankan adalah alasan mengapa harus khilafah, mengapa harus berjuang menegakkan khilafah? Bahwa itu semua adalah konsekuensi dari aqidah kita. Itu semua adalah perintah Allah yang hukumnya wajib.
Masalah kesejahteraan, itu hanyalah konsekuensi dari penerapan syariah. Tapi, bukan berarti ketika khilafah berdiri terus BBM gratis. Bisa jadi juga harga BBM tetap, atau bahkan naik. Itu semua tergantung kondisi dan kebijakan kholifah.
Nah, coba bayangkan. Jika masyarakat bergerak karena janji kesejahteraan, sementara ketika khilafah tegak harga BBM justru naik, kira-kira apa yang terjadi?
Alhamdulillah, saya sejak awal dibina, tidak digerakkan dengan janji-janji kesejahteraan seperti itu. Materi pertama yang saya kaji adalah aqidah, dengan judul “Jalan Menuju Iman”. Konsekuensi menjadi orang yang beriman adalah menjalankan seluruh perintah Allah, dan menjauhi seluruh larangannya. Hidup sesuai syariah Islam adalah konsekuensinya. Berjuang mendirikan khilafah pun adalah konsekuensi dari keimanan kita.
Kesadaran inilah yang bisa menggerakkan siapapun yang sadar. Rela hidup menderita (di dunia) karena kesadaran. Bukan sekedar pemburu kesejahteraan dunia, kemudian bergerak menegakkan khilafah.
Yuk, berdakwah dengan cara cerdas. Berdakwah dengan apa adanya. (www.faridmaruf.wordpress.com)
Farid Ma’ruf
15 Oktober 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: