Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Benarkah Kita Manusia ?

Posted by Farid Ma'ruf pada Agustus 30, 2014

sapi-rakusDan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak digunakan memahami dan mereka punya mata (tetapi) tidak digunakan untuk melihat dan mereka punya telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar. Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”. (TQS. Al-A’raf: 179)

Dalam ayat tersebut, Allah SWT menyatakan bahwa manusia yang masuk neraka itu :

  1. Punya hati tapi tidak digunakan untuk memahami.
  2. Punya mata tapi tidak digunakan untuk melihat.
  3. Punya telinga tapi tidak digunakan untuk mendengar.

Mengapa demikian?

Dalam lanjutan ayatnya dinyatakan bahwa mereka itu seperti binatang ternak.

Apa hubungan antara : Punya hati tapi tidak digunakan untuk memahami, punya mata tapi tidak digunakan untuk melihat, dan punya telinga tapi tidak digunakan untuk mendengar; dengan binatang?

 

Manusia Sejati vs Manusia Jadi-jadian

Di dunia ini ada dua jenis manusia, yaitu manusia sejati dan manusia jadi-jadian. Manusia sejati adalah manusia yang sebenar-benarnya, sementara manusia jadi-jadian adalah makhluk yang berwujud manusia tapi seperti binatang.

Manusia sejati adalah manusia yang dipimpin akal. Artinya ia berpikir terlebih dahulu baru berbuat. Sementara manusia jadi-jadian adalah manusia yang dipimpin nafsu. Ia berkeinginan dulu, baru berpikir dan berbuat.

 

Kita termasuk kategori yang mana?

Kita tes saja. Misalnya ada dua kasus sebagai berikut:

Anda hidup di sebuah kota (yang mungkin saat ini anda tinggali). Anda melihat ada makanan-makanan yang enak, mobil bagus, rumah bagus, dan gadis cantik. Apakah anda tertarik untuk bisa menikmatinya? Jika anda tertarik, apa yang anda lakukan? Apakah anda berpikir untuk bisa mewujudkan keinginan tersebut?

Anda menemukan fakta bahwa makanan enak, mobil bagus, rumah bagus, dan gadis cantik biasanya hanya bisa dimiliki oleh orang yang punya pekerjaan dengan penghasilan yang tinggi. Penghasilan yang tinggi biasanya dimiliki oleh orang-orang yang berpendidikan tinggi.

Oleh karena itu, akhirnya anda memutuskan untuk sekolah setinggi-tingginya, mencari kampus universitas terbaik dan favorit. Anda pun kemudian mencari pekerjaan yang berpeluang berpenghasilan tinggi. Anda rajin belajar, rajin sekolah, rajin kuliah, dan rajin bekerja. Untuk apa? Memenuhi keinginan-keinginan yang disebutkan di atas tadi, hidup sejahtera dengan berbagai fasilitas.

Jika itu yang anda lakukan, maka anda memang sama dengan binatang. Binatang itu hanya hidup untuk memenuhi nafsu-nafsunya.

Tapi tunggu. Di ayat yang disebutkan di awal tulisan ini, manusia yang hanya memenuhi nafsunya itu lebih sesat daripada binatang ternak.

Coba direnungkan. Jika manusia memenuhi dorongan nafsunya, kemudian didukung oleh potensi akalnya, apa yang akan terjadi?

Jika binatang, misalnya sapi, perlu makan. Maka sapi tersebut akan makan rumput seperlunya saja. Sehari mungkin hanya beberapa kilogram rumput saja. Tapi, bagaimana dengan manusia yang punya potensi akal? Seluruh hutan bisa dihabiskan oleh manusia. Tidak hanya itu, gunung pun bisa dihabiskan.

Itulah manusia jadi-jadian. Manusia yang lebih sesat daripada binatang ternak.

Bagaimana dengan anda? Apakah termasuk manusia jadi-jadian?

Lantas, bagaimana dengan manusia sejati itu?

Simak materi kami lanjutannya. (www.faridmaruf.wordpress.com)

 

Tetap di #YukNgaji.

Add PIN : 7E9C5E01

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: