Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Arti Penting SOP

Posted by Farid Ma'ruf pada Agustus 24, 2014

sopSaya pernah menjadi ketua panitia sebuah kegiatan. Mengingat banyaknya personel panitia, serta kegiatan tersebut baru pertama kali ada, maka saya pun membuat SOP yang detail dan lengkap. Saking panjangnya SOP yang saya buat, SOP tersebut saya cetak menjadi sebuah buku. Semua personel panitia wajib membacanya sehingga tidak ada yang salah paham dengan apa yang saya mau.

Memang, awalnya ada yang protes. Panduan panitia kok puanjang banget (walau sebenarnya bagian seksi tertentu mungkin tidak panjang-panjang amat). Tapi saya cuek saja karena memang itu saya pandang penting.

Di kesempatan lain, kembali ada kepanitiaan, walau untuk acara yang tidak besar-besar amat. Saya pun tidak menjadi panitia. Hanya membidani saja lahirnya panitia. Salah satu yang saya pesankan ke panitia, ntar masalah keuangan transfer saja via rekening. Saya pandang ini lebih mudah dan cepat urusannya.

Dalam sebuah pertemuan, tiba-tiba ada teman yang menitipkan uang kepada saya. Uang tersebut dari iuran sebagian orang ibu-ibu, dititipkan via teman saya, dititipkan saya, dan seharusnya saya serahkan kepada teman saya yang menjadi ketua panitia, kemudian diserahkan kepada bendahara panitia. Jalur yang cukup panjang memang😉 . Dari Ibu (01) kepada Bapak (02) kepada saya (03) kepada Bapak (04) kepada Bapak (05).

Tentu saja saya menolak model titip-menitip ini. Bukankah SOP-nya sudah jelas, yaitu transfer langsung ke bendahara panitia. Lebih mudah dan simpel. Selain itu, catatannya juga jelas. Saya sudah pengalaman dengan hal seperti ini, dan memang jika sesuai SOP, itu tidak ada yang salah dalam pencatatan. Tapi nampaknya bagi sebagian ibu-ibu, mentransfer itu lebih sulit daripada titip-menitip. He he he.

Ya sudah, akhirnya saya ngalah. Uang sekian juta dalam sebuah amplop saya terima, terus saya masukkan tas bagian paling belakang. Sengaja di situ karena bagian itu memang jarang saya buka. Jika di bagian depan atau tengah, sering saya buka sehingga saya khawatir jatuh.

Sepulang pertemuan, seperti biasa ada banyak sekali urusan yang harus diselesaikan, ada banyak sekali perkara yang harus dipikirkan. Sampai di rumah pun mungkin saya sudah lupa bahwa di dalam tas ada titipan. Hari-hari berikutnya, tas tersebut ya saya bawa-bawa ke berbagai tempat, termasuk ketika sholat di masjid. Karena saya merasa bahwa di dalam tas tidak ada barang berharga mahal, maka tas pun dengan santainya saya taruh di teras, di dalam masjid, dan saya tinggal ke toilet, tempat wudlu, maupun ketika sholat.

Sampai suatu ketika (sekitar satu minggu setelah saya dititipi) saya ditanya oleh bendahara panitia. Menanyakan uang titipan sebagian ibu-ibu dimana? Saya pun mikir dan mengingat-ingat. Apa urusannya saya membawa uang ibu-ibu? Sepertinya kok saya merasa tidak ada urusan.  Sampai akhirnya saya curiga, oh, jangan-jangan ketika pertemuan seminggu sebelumnya. Akhirnya saya buka tas, bongkar-bongkar. Sempat deg-degan juga, soalnya dalam rentang waktu satu minggu, tas tersebut beberapa kali saya taruh di tempat umum tanpa pantauan. Jangan-jangan ada orang yang mengambil uang di dalamnya. Alhamdulillah, ternyata uang sekian juta masih utuh.

Menjadi pelajaran bagi kita bahwa SOP itu :

  1. Harus dibuat.
  2. Dipahami semua personel.
  3. Dilaksanakan dengan disiplin.

Tidak memperhatikan ketiga hal di atas, maka berarti panitia merencanakan kegagalan. Sekian. Semoga bermanfaat. (www.faridmaruf.wordpress.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: