Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Menikah Dulu Baru Persiapan atau Persiapan Dulu Baru Menikah?

Posted by Farid Ma'ruf pada Juli 30, 2014

nikah-siapSemua amal itu butuh ilmu, tidak bisa langsung praktek tanpa ilmu. Jadi siapkan diri dulu, baru melakukannya, termasuk menikah.

Jadi tidak tepat jika ada yang mengatakan :

“Menikahlah dulu walaupun belum siap. Nanti Allah yang akan menyiapkannya. Yang penting segera menikah”.

Praktek tanpa kesiapan hanya akan membuat praktek yang salah, padahal setiap kesalahan, itu ada konsekuensinya, yaitu dosa. Sementara dosa itu akan membuat pelakunya masuk neraka. Mau?

Contoh resiko menikah tanpa persiapan memadai :

  1. Taaruf dengan salah (misal : dengan pacaran, berdua-duaan, dll).
  2. Khitbah yang salah (misal : mengkhitbah perempuan yang sudah dikhitbah laki-laki lain) padahal dia tahu).
  3. Aqad nikah yang salah (misal : wali nikah bukan oleh orang yang seharusnya menjadi wali).
  4. Pesta pernikahan yang salah (misal : ada campur baur antara laki-laki dan perempuan).
  5. Kehidupan rumah tangga yang salah (misal : istri bekerja, sementara suami momong anak di rumah).
  6. Bertengkar yang salah (misal : ketika bertengkar, suami bilang kepada istrinya: “Kamu saya ceraikan.” Itu tentu sudah jatuh talak I. Bulan berikutnya bertengkar lagi, bilang kalimat yang sama, maka jatuhlah talak II. Bulan berikutnya bertengkar lagi, bilang kalimat yang sama, maka jatuhlah talak III. Eh, masih hidup serumah terus, dan ternyata bulan berikutnya bertengkar lagi, bilang kalimat yang sama. Padahal dalam Islam tidak ada talak IV). Nah lho, berarti mereka berzina dong jika masih terus menerus tinggal satu rumah seperti layaknya suami istri.
  7. Suami tidak memberikan nafkah untuk istri karena memang belum bekerja, atau bekerja tapi gajinya minim sekali (hanya cukup untuk hidup 7 hari, padahal sebulan ada 30 hari). Padahal memberi nafkah itu wajib bagi suami.
  8. Suami tidak menyediakan rumah tinggal yang layak untuk istri dan keluarga. Akhirnya hidup bersama orang tua dalam satu rumah yang sempit. Padahal di rumah tersebut juga ada saudara-saudara laki-laki suami. Jika suami pergi, bisa-bisa istri berduaan dengan saudara laki-laki suaminya. Selalu menutup aurat juga sulit, misalnya ketika sedang mencuci, padahal bisa jadi saudara laki-laki berada di tempat yang sama.
  9. Dan masih banyak lagi contoh-contoh praktik yang salah yang bisa kita temukan di masyarakat.

Oleh karena itu, mari kita sebarkan paham yang benar, yaitu : Persiapkan diri dulu, baru menikah. Bukan menikah dulu, baru persiapan. (www.faridmaruf.wordpress.com)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: