Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Sekolah dan Kuliah, untuk Apa?

Posted by Farid Ma'ruf pada Juli 18, 2014

pasar-sahamBelajar ilmu yang tidak bermanfaat, sementara ilmu yang wajib diketahui justru tidak dipelajari.

Itulah kesan saya melihat pendidikan sekarang ini.

A. Contoh materi pelajaran yang haram jika dipraktekkan dalam kehidupan.

  1. Matematika : menghitung bunga berbunga (bunga tabungan, bunga deposito, dll).
  2. Ekonomi : belajar macam-macam bentuk perseroan, misalnya : Perseroan Terbatas.
  3. Akuntasi : belajar cara menghitung jual-beli surat berharga di perusahaan (ada penghitungan bunga).
  4. IPS (antropologi, tata negara, sosiologi, dll) : belajar demokrasi, hak asasi manusia, emansipasi wanita, dll.
  5. Dan masih banyak lagi.

B. Pelajaran yang wajib dipelajari, tapi tidak harus semua orang.

Ilmu-ilmu ini memang wajib ada yang mempelajari, tetapi bukan berarti semua orang harus mempelajarinya. Statusnya fardlu kifayah.

1. Kimia : belajar reaksi kimia, sistem periodik unsur, ikatan kimia, dll.

2. Biologi : belajar tentang ganggang, alga, dll (yang harus menghafalkan banyak sekali itu lho).

3. Fisika : belajar tentang besaran, momentum, energi kinetik, dll.

dll

 

C. Ilmu yang penting sekali dipelajari tetapi justru tidak dipelajari :

1. Tata cara mandi wajib.

2. Tata cara berhubungan suami-istri.

3. Aturan Islam tentang pergaulan pria dan wanita.

4. Aturan Islam tentang : taaruf, khitbah, nikah.

5. Aturan Islam tentang talak, ruju’, khulu;, fasakh.

6. Aturan Islam tentang pembagian waris.

7. dll

 

Seharusnya, setiap orang dipastikan mempelajari ilmu-ilmu kategori C di atas. Yaitu ilmu-ilmu Islam yang akan dipraktekkan oleh hampir semua orang. Harapannya, ketika ia praktik, maka praktik yang benarlah yang akan terjadi.

Contoh :

Berapa banyak remaja sekarang yang pacaran? Bisa jadi mayoritas pacaran, atau ingin punya pacar. Padahal pacaran hukumnya haram. Ini praktek yang salah dalam pergaulan pria dan wanita.

 

Jadi, sekolah dan kuliah itu sebenarnya untuk apa?

Ternyata sistem pendidikan sekarang memang nampak tidak didesign untuk memunculkan orang-orang yang paham aturan agama. Tetapi lebih nampak disiapkan agar siswa didik siap menjadi pekerja untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja kaum kapitalis.

= = = =

*Renungan edisi setelah mengaji bab “Perceraian” dalam kitab Nizhamul Ijtimai fil Islam. Sadar bahwa ilmu terkait dengannya masih cukup minim. Dan lebih prihatin lagi ketika sadar bahwa di masyarakat amat sangat banyak sekali praktik yang salah dalam kehidupan rumah tangga. Cobalah cek, berapa orang yang tahu syariah tentang : talak, rujuk, khulu’, fasakh, dll? Bisa jadi sebagian besar orang tidak paham. (www.faridmaruf.wordpress.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: