Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Mengapa Jatuh Cinta?

Posted by Farid Ma'ruf pada Juli 2, 2014

Oleh : Farid Ma’ruf

jatuh-cinta-noJatuh cinta adalah kondisi ketika ada suatu “klik” antara informasi yang kita terima, perasaan yang sudah menyatu dengan pemikiran kita, serta menemukan fakta (bertemu perempuan) yang mendekati atau tepat sama dengan pikiran dan perasaan kita. Ketika terjadi “klik”, maka itu namanya jatuh cinta.

Contoh kasusnya begini.

Iwan mendapatkan informasi (dari berbagai sumber) bahwa gadis yang cantik dan layak diperistri adalah yang memenuhi kriteria sebagai berikut :Ciri Fisik :

  1. Kulit putih.
  2. Hidung mancung.
  3. Alise nanggal sepisan.
  4. Giginya miji timun.
  5. Tinggi badan 170 cm.
  6. Berat badan 60kg, atau proporsional dengan tinggi badan
  7. Bathuke nyela cendhani
  8. Mripate ndamar kanginan.
  9. I depe tumeng ing tawang.
  10. Dll. (tidak perlu saya contohkan banyak-banyak)

 

Ciri non fisik :

  1. Bicara lemah lembut.
  2. Perilaku sopan dan santun.
  3. Suka menolong dan baik hati.
  4. Berpakaian rapi dan serasi.
  5. dll

 

Ciri Keagamaan :

  1. Berbusana muslimah (berkerudung dan berjilbab).
  2. Berada di harokah Islam yang sama.
  3. Berpemikiran sama (berideologi sama).
  4. Taat beribadah.
  5. Dll

Jika Iwan sudah mempunyai informasi awal seperti itu, dan informasi itu ia sepakati, bahkan telah menyatu dengan hatinya, maka bisa kita duga bahwa Iwan hanya akan jatuh cinta dengan perempuan yang mempunyai ciri-ciri tersebut. Kalau toh tidak semua ciri, minimal mendekati.

Jika Iwan bertemu perempuan yang hanya memiliki ciri-ciri di level A saja (tapi level B dan C tidak ada), maka Iwan tidak akan jatuh cinta. Maksimal hanya akan “bernafsu”, tapi tidak akan jatuh cinta, apalagi bercita-cita memperistri perempuan tersebut.

Repotnya, kita bisa kapan saja bertemu dengan akhwat yang memiliki (hampir) semua ciri di atas. Bisa di kampus, bisa di organisasi kemahasiswaan, bisa di masjid, bisa di pengajian, bisa ketika ngisi training, bisa ketika kerja kelompok, bisa ketika KKN, bisa ketika PPL, dll. Dan jika sudah bertemu, sudah tentu kita akan jatuh cinta (tanpa rencana). Padahal jatuh cinta tanpa rencana itu berbahaya (seperti saya jelaskan dalam dua tulisan saya sebelumnya).

Saya sebut berbahaya karena jatuh cinta itu berarti dalam kondisi pikiran kita “diperbudak” perasaan cinta kita. Sehebat-hebatnya iman yang dimiliki, tetap bisa jebol. Karena memang posisi sudah kalah. Ibarat perang, sehebat-hebatnya pasukan, jika posisi salah, pasukan itu mudah dikalahkan.  (www.faridmaruf.wordpress.com)

 

-bersambung-

*Mengapa Jatuh Cinta? adalah bagian ketiga  dari Kumpulan Tulisan : Merencanakan Cinta.

Ditulis dalam rangka peringatan pernikahan tahun ke-6

Tulisan selanjutnya berjudul :  Kiat Praktis agar Tidak Jatuh Cinta.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: