Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Mengenal Perokok

Posted by Farid Ma'ruf pada Mei 15, 2014

tidak-merokokOrang yang merokok itu, kemungkinan besar adalah orang yang :

Pertama, BODOH.

Informasi tentang bahaya merokok ada dimana-mana. Ada di televisi, radio, koran, internet, poster-poster, warung-warung, rumah sakit, dan masih banyak lagi. Pemberi informasi juga dari kalangan ahli kesehatan sehingga tidak diragukan lagi keilmuannya. Merokok jelas-jelas berbahaya bagi kesehatan. Ada banyak sekali penyakit yang timbul akibat merokok. Maka, jika masih ada orang yang merokok, kemungkinan besar ia memang orang yang BODOH.

Kedua, EGOIS.

Asap rokok dibenci banyak orang. Saya sering menemukan kejadian dimana ada orang yang merokok di tempat umum (misalnya : bus), sementara di sekitarnya banyak orang yang tidak merokok. Mereka ada yang mengibas-ibaskan tangan (tanda terganggu), membuka jendela, batuk-batuk, atau minimal raut muka tidak suka.

Ada juga perokok yang juga seorang suami dan seorang ayah. Ia merokok di rumahnya. Asapnya pun terhirup juga oleh istrinya dan anak-anaknya. Abu rokok pun berceceran di dalam rumah. Sudah pasti, kesehatan istri dan anak-anaknya sangat terancam.

Maka jika dalam kondisi demikiam masih saja ada orang yang merokok, kemungkinan besar ia memang orang yang EGOIS, mementingkan kesenangan dirinya-sendiri, tidak peduli nasib orang lain. Bahkan jika orang lain yang terancam bahaya adalah anak dan istrinya sendiri.

 

Ketiga, MEMENTINGKAN NAFSU daripada pemikiran.

Merokok jelas merugikan dari berbagai aspek, baik kesehatan maupun ekonomi keluarga. Maka jika masih saja ada orang yang merokok, kemungkinan besar ia adalah orang yang lebih MEMENTINGKAN NAFSUNYA (yaitu kesenangan sesaat ketika menghisap rokok) dan mengabaikan pemikirannya.

 

Keempat, MENGUTAMAKAN YANG HARAM/MAKRUH/MUBAH daripada yang sunnah atau wajib.

Merokok hukumnya haram/makruh/mubah tergantung beberapa kondisi terkait, serta memang ada khilafiyah mengenai hal ini. Sementara banyak perkara lain yang hukumnya sunnah atau bahkan wajib. Oleh karena itu, jika ada orang yang demi memenuhi nafsunya menikmati menghisap rokok rela menghabiskan 1 bungkus rokok sehari (misalnya seharga Rp10.000 yang berarti Rp300ribu/bulan), sementara ia jarang berinfak di masjid atau kalau infak hanya recehan. Bisa kita simpulkan bahwa ia orang yang mengutamakan yang haram/makruh/mubah daripada yang sunnah atau wajib.

Apakah anda perokok? Jika iya, maka menurut saya, anda ada kemungkinan adalah orang yang seperti keempat hal di atas,

Apakah anda pemuda yang mencari jodoh? Jangan minta tolong ke saya untuk membantu mencarikan karena tentu saya tidak akan menjerumuskan seorang perempuan (dan calon anak-anaknya) kepada orang yang mempunyai satu ciri atau bahkan keempat ciri di atas.

Apakah anda perempuan yang sedang menanti datangnya jodoh? Jangan pilih calon seorang perokok, karena ia kemungkinan adalah orang yang mempunyai salah satu atau keempat ciri di atas.

Anda tersinggung atau bahkan marah dengan tulisan ini?

Jika ya, maka berarti menguatkan bahwa pendapat saya di atas adalah benar.

Katakan TIDAK pada MEROKOK !

(www.faridmaruf.wordpress.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: