Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Demokrasi Benar atau Salah, Dinilai Dari Mana?

Posted by Farid Ma'ruf pada April 7, 2014

MHTI-Demo_Tolak-DemokrasiSalahnya demokrasi itu harus dilihat dari fakta ide demokrasi tersebut kemudian dinilai dari sudut pandang Islam, bukan dari bermanfaat atau tidaknya demokrasi tersebut.

Sebagai pembanding, saya akan bahas tentang pacaran. Pacaran benar atau salah?

Jika dilihat dari sisi manfaat pacaran, saya pernah menemukan kasus sbb:

  1. Mahasiswa, kuliah tidak niat, sering bolos, jarang mengerjakan tugas. Biasa berangkat ke kampus dengan mengendarai sepeda motor.
  2. Mahasiswi, niat kuliah, rajin berangkat kuliah, rajin mengerjakan tugas. Biasa berangkat ke kampus dengan menumpang bus kota (sekedar info, bus Kota Jogja itu jelek-jelek, dan pada waktu itu penumpangnya sering diplenet-plenet agar bus mampu memuat sebanyak mungkin orang. Tarifnya pada waktu itu jauh-dekat hanya Rp300 untuk umum, dan Rp150 untuk pelajar dan mahasiswa).

Ndilalah, mereka berdua bisa pacaran. Dan, ajaib :

  1. Mahasiswa tersebut menjadi rajin kuliah, ontime, rajin mengerjakan tugas.
  2. Mahasiswi tersebut tetap rajin kuliah, memotivasi pacarnya mengerjakan tugas (dikerjakan berdua), berangkat kuliah dengan membonceng pacarnya. Berbagai hal menjadi serba mudah bagi mahasiswi tersebut.

Mereka pacaran tapi tidak sampai gaul bebas. Mahasiswi tersebut memakai kerudung juga. Yang mahasiswa juga termasuk orang yang sholat.

Dengan pacaran, ternyata menjadi baik untuk mereka berdua.

Pertanyaannya :

  1. Apakah pacaran memang baik?
  2. Apakah pacaran memang benar?
  3. Apakah kita tidak boleh menyalahkan pacaran ketika terbukti pacaran itu berdampak baik? Sekedar catatan, ada mahasiswa yang tidak pacaran dan dia kesulitan mengerjakan tugas.

Tentu jawabannya :

  1. Pacaran adalah perbuatan tercela.
  2. Pacaran adalah perbuatan yang salah.
  3. Pacaran memang harus disalahkan.

Begitu pula dengan demokrasi.

  1. Demokrasi adalah ide yang tercela.
  2. Demokrasi adalah ide yang salah.
  3. Demokrasi memang harus disalahkan.

(www.faridm.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: