Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Mau Baik Tapi Tidak Mau Taat kepada Allah

Posted by Farid Ma'ruf pada Desember 22, 2013

Oleh : Farid Ma’ruf

cemas-kartunSeorang mahasiswi suatu kampus di Jogja mendatangi kami. Ia dalam kondisi sangat bingung dan cemas (mungkin bisa disebut stress). Ia sudah mendatangi psikolog dan diterapi, tapi masih belum baik hasilnya. Selain itu biaya konsultasi dengan psikolog juga sangat mahal sehingga berat jika terus-menerus.

Akhirnya secara rutin seminggu sekali ia datang “berkonsultasi” ke rumah kami. Istri saya yang membimbingnya dan memberinya materi-materi keislaman. Gratis tentunya (sebenarnya ia mau bayar sih, tapi kami tidak mau terima karena memang niatnya bukan bisnis).

Menurut ceritanya,

Ia dulu disekolahkan oleh orang tuanya di sekolah non muslim. Ia menerima ajaran dan tata cara ibadah agama lain.  Aqidahnya pun sempat terancam.

Orang tuanya jarang sholat. Suka membuat sajen-sajen. Juga percaya klenik. Orang tuanya juga kurang memberikan bimbingan agama kepadanya.

Setelah beberapa minggu dapat bimbingan dari istri saya, kondisinya agak membaik. Kecemasan sudah mulai berkurang, juga lebih rajin beribadah. Termasuk salah satunya, ia bertekad untuk memakai kerudung.

Tapi apa dinyana, ternyata bapaknya justru memarahinya. Mahasiswi tersebut dilarang berkerudung. Alasannya, jadi orang jangan terlalu fanatik. Jadi orang yang biasa-biasa saja. Karena takut dosa, akhirnya si mahasiswi tersebut banyak mengurung diri di rumah. Ia khawatir jika keluar rumah tanpa kerudung, nanti dapat banyak dosa.

Inilah anehnya. Orang tua mahasiswi tadi ingin anaknya bisa hidup normal, tidak dihantui berbagai macam pikiran yang membuatnya stress. Tapi si orang tua sendiri tidak memberikan lingkungan dan pendidikan yang baik bagi anaknya. Ia justru “mengundang” setan untuk terus berada di rumahnya. Bagaimana mau baik kalau rumahnya justru menjadi tempat tinggal setan?

Mungkin inilah salah satu keanehan di dunia kita. Banyak orang ingin hidupnya baik, bahagia, dan sejahtera. Tetapi pandangan hidup dan cara hidupnya sangat jauh dari Islam. Apakah masuk nalar, kita ingin Allah memberikan banyak kebaikan untuk kita, tapi di saat yang sama kita melanggar banyak aturan Allah? (www.faridm.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: