Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Mana yang Harus Dipilih?

Posted by Farid Ma'ruf pada Desember 20, 2013

Oleh : Farid Ma’ruf

boybandSeorang akhwat dilamar oleh 5 pemuda.

  1. Pemuda 1 : kafir, kaya, tampang intelek.
  2. Pemuda 2 : KTP Islam, miskin, tampang preman.
  3. Pemuda 3 : KTP Islam, kaya, tampang preman.
  4. Pemuda 4 : KTP Islam, kaya, tampang intelek.
  5. Pemuda 5 : KTP Islam, kaya, tampang Islami, intelek.

Akhwat tersebut jelas menolak Pemuda 1 karena kafir. Tinggal tersisa 4 calon lagi. Kepada keempat calon, si akhwat bertanya dengan pertanyaan yang sama.

Pertanyaannya :

Apakah kalian akan menjalankan syariah Islam di dalam keluarga? Misalnya :

  1. Dalam mendidik anak, apakah anak-anak akan kalian didik dengan Islam? Apakah anak-anak akan kalian perintahkan sholat pada usia 7 tahun, dan memukulnya pada usia 10 tahun?
  2. Dalam mendidik anak, jika perempuan, apakah akan kalian didik dan perintahkan untuk berjilbab? Jika anak tidak mau berjilbab, apakah akan kalian paksa?
  3. Jika anak perempuan kita dilamar pemuda kafir, apakah akan kalian izinkan?

Jawaban keempat pemuda ternyata seragam :

  1. Saya tidak akan menjalankan syariah Islam di dalam keluarga. Agama itu wilayah pribadi masing-masing orang. Semua orang bebas dalam menjalankan agama sesuai dengan pilihannya masing-masing. Saya tidak bisa dan tidak akan mengajarkan agama yang saya anut kepada anak dan istri saya kelak.
  2. Saya akan menjadi ayah yang demokratis. Anak mau sholat atau tidak, itu pilihan anak, itu hak asasi anak. Kebebasan beragama dijamin. Saya tidak akan memaksanya. Jika ternyata anak lebih tertarik beribadah dengan cara agama lain, maka saya akan sediakan pembina/guru dari agama lain untuk membimbing anak saya agar pintar beribadah dengan cara beribadah agama lain.
  3. Anak perempuan punya kebebasan dalam menentukan siapa calon suaminya. Saya akan menjamin bahwa prinsip-prinsip feminisme dan emansipasi wanita akan ditegakkan di dalam keluarga. Jika anak gadis kita mau memilih calon suami orang kafir, maka itu pilihan yang harus dihormati. Itu adalah hak asasi dia. Maka kalau memang anak gadis kita dan si pemuda kafir sudah sama-sama suka, maka mereka akan saya nikahkan.

Mendengar jawaban keempat pemuda tadi, si akhwat memilih untuk menolak semuanya. Ia memilih berusaha mencari pemuda lain yang muslim serta bertekad akan menjalankan syariah Islam di dalam keluarga. Tapi memang pemuda ideal tersebut sekarang belum ada di hadapannya.

Ayah si akhwat ternyata marah mengetahui jawaban putrinya. Ia memaksa si akhwat tadi untuk memilih salah satu pemuda untuk menjadi suaminya. Tapi si akhwat tetap menolak.

Si ayah tidak kehabisan akal. Ia kemudian meminta fatwa kepada seseorang yang dianggap kyai di kampungnya. Sang Kyai pun kemudian mengeluarkan fatwanya. Bunyinya :

  1. Menikah itu sunnah nabi.
  2. Haram tidak memilih satu pemuda pun untuk menjadi calon suami.
  3. Akhwat wajib memilih salah satu pemuda yang ia anggap paling baik untuk menjadi calon suami.

Ternyata si akhwat memilih untuk konsisten tidak mau memilih salah satu pemuda tadi. Ia tetap bertekad mencari pemuda Islam yang akan menjalankan syariah Islam di dalam keluarga.

Si ayah makin jengkel. Ia kemudian mengultimatum anak gadisnya:

“Kalau kamu tidak mau memilih satu pemuda pun, maka kamu tidak akan saya nafkahi, tidak akan saya urusi. Kamu tidak boleh protes atas tindakan-tindakan yang sudah ayah lakukan.

Kisah selesai.

Pertanyaan untuk anda:

  1. Bagaimana pendapat anda tentang si akhwat tersebut? Apakah sikapnya benar atau salah?
  2. Bagaimana pendapat anda tentang si ayah? Apakah sikapnya benar atau salah?
  3. Bagaimana pendapat anda tentang si kyai? Apakah fatwanya benar atau salah?

Selamat menjawab. Jika sudah, mohon untuk konsisten jika diterapkan dalam kasus lain tapi serupa. (www.faridm.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: