Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Daftar Pertanyaan “Haram” ketika Berkenalan

Posted by Farid Ma'ruf pada Oktober 25, 2013

jabat-tanganDalam kehidupan sehari-hari, kita tentu biasa melakukan yang namanya berkenalan atau bertemu teman lama. Nah, ketika bertemu tersebut kita tentu biasa akan saling mengajukan pertanyaan. Bisa jadi pertanyaan serius, bisa jadi pertanyaan sekedar untuk menambah keakraban.

Tapi, sadarkah kita bahwa ada banyak pertanyaan yang bisa menyinggung perasaan? Alih-alih menambah keakraban, bisa jadi orang yang kita tanya malah sakit hati atau malu setengah mati.

Apa saja pertanyaan tersebut? Saya mencoba mendatanya. Silakan tambahkan jika ada yang lain.

1.   “Mbak sudah menikah belum?”

“Sekarang sudah punya anak berapa Mbak?”

Jangan tanyakan pertanyaan ini kepada perempuan yang berusia di atas 30 tahun tapi kita tidak tahu ia sudah menikah atau belum.

Bayangkan bagaimana perasaan wanita yang usia di atas 30 tahun tapi belum laku menikah. Berstatus perawan tua yang tidak laku-laku masih dianggap sebagai status yang memalukan bagi banyak perempuan.

Alternatif pertanyaan :

“Kalau jam 06 pagi, sibuk nggak Mbak? Kalau saya telepon jam segitu bagaimana?”

Misalnya dia menjawab :

“Maaf, pagi jam segitu saya masih sibuk masak untuk suami.” Atau “Maaf, masih ribut sama anak-anak”.

Nah, itu berarti dia sudah menikah.

2.    “Sudah lulus kuliah Mas?”

Jangan berikan pertanyaan ini kepada mahasiswa semester 10 ke atas, kecuali kita tahu bahwa ia memang sudah lulus.

Alternatif pertanyaan :

“Sekarang sibuk kegiatan apa?”

Jika dia menjawab :

“Masih harus sering ke kampus untuk konsultasi kepada dosen.”

Itu berarti dia belum lulus kuliah.

3.       “Sekarang kerja dimana Mas?”

Jangan bertanya masalah ini kepada orang apalagi laki-laki yang sudah lulus kuliah tapi kita tidak tahu ia bekerja dimana. Berstatus pengangguran bagi laki-laki dewasa adalah sangat memalukan. Jadi jangan ungkit-ungkit masalah status pekerjaan.

Alternatif pertanyaan :

“Masih suka main game Mas?”

Kalau dia menjawab :

“Wah, nggak sempat. Pulang kerja jam 05 sore.”

Nah, itu berarti dia sudah bekerja.

4.       “Sekarang tinggal dimana?”

Hati-hati bertanya masalah ini kepada orang yang belum lama menikah dan kita tidak tahu apakah ia punya rumah sendiri, mengontrak, atau masih bareng dengan orang tua.

Alternatif pertanyaan :

“Bapak sehat? Yang jagain di rumah siapa?”

Kalau dia menjawab :
“Alhamdulillah sehat. Kami gantian nemani bapak. Kadang mas, kadang adik, kadang saya.”

Itu berarti dia sudah tidak tinggal serumah dengan orang tua. Mungkin kontrak rumah, atau sudah punya rumah sendiri.

5.       “PIN BB-mu berapa?”

Jangan bertanya masalah PIN BB sebelum kita mengetahui bahwa orang yang kita tanya memang mempunyai HP Blackberry, atau HP Android min. ICS, atau iPhone dengan IOS min. versi 6.

Bayangkan bagaimana perasaannya jika ternyata HP yang ia pakai adalah HP Nokia 3100 yang sudah sangat jadul.

Alternatif strategi :

Minta saja nomor hp-nya, kemudian langsung kita panggil nomor tersebut. Langkah ini sekaligus untuk memberitahukan nomor kita. Selain itu juga untuk mengecek apakah dia memberikan nomor HP yang benar.

Ketika nomor HP dia kita panggil, biasanya dia akan keluarkan HP-nya. Nah, kelihatan kan hp-nya. Kalau ternyata BB atau Android atau iPhone, barulah kita bertanya berapa pin BB-nya.

6.       “Boleh minta alamat email?”

Tanyakan hanya jika kita tahu ia kenal dengan internet. Bayangkan jika ia ternyata tidak tahu apa itu email. Bisa-bisa ia malu setengah mati karena dianggap ndeso dan gaptek.

Alternatif pertanyaan :

“Pak, kalau saya mau kirim biodata, kirim kemana ya?”

Kalau dia menjawab :

“Kirim via email aja?”

Itu berarti dia punya alamat email.

Jika ingin menambah daftar, silakan di kolom komentar. Alternatif pertanyaan tidak bisa digunakan untuk semua kasus. Mungkin hanya cocok untuk kasus-kasus tertentu. Kita harus kreatif untuk mencari alternatif pertanyaan. Tapi jika kita tidak benar-benar butuh jawaban atas pertanyaan itu, tapi hanya sekedar pertanyaan basa-basi, sebaiknya tidak usah bertanya saja. Cari pertanyaan basa-basi yang lain, yang semua orang senang dan ringan menjawabnya. (www.faridm.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: