Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Training Bisnis, Perlukah?

Posted by Farid Ma'ruf pada Oktober 10, 2012

Apakah calon pengusaha butuh ikut training, coaching, atau bahasa2 planet lainnya utk memulai bisnis? Mungkin iya, ttp lbh baik ikut yg spesifik sj, jgn yg global alias motivasi doang. Update : Juga jangan ikuti, training bisnis riil tapi mengajarkan bisnis haram.

Contoh training yg layak diikuti untuk pemula :

1. Training bisnis bakso, dipandu dari info dimana lokasi kulakan daging yg halal dan sehat, kiat memasak agar enak, kiat menata warung, dlsb. Trainernya, orang yg sudah sukses bisnis bakso.

 

2. Training bisnis komputer. Dipandu dari info perusahaan apa distributornya, bagaimana cara mendaftar mjd dealer resmi, bagaimana cara klaim garansi, bagaimana bs membayar scr tempo (baca: ngutang) tanpa bunga dan tanpa jaminan, dlsb. Trainernya adl pengusaha yg sudah sukses di bidang bisnis komputer.

 

Contoh training yg layak diikuti pengusaha yg sudah memulai usaha :

 

1. Training cara membuat laporan pajak, cara menghitung pajak, dlsb.

2. Training cara pengelolaan sistem informasi kepegawaian.

3. Dll sejenisnya.

 

Contoh training yang sebaiknya atau harus diikuti (baik pemula atau yg sdh jalan usahanya):

 

1. Training ttg hukum2 islam dlm bisnis,

Misal : fikh hutang, fikh jual-beli, prinsip2 ekonomi Islam, dll.Uniknya, justru banyak trainingnya yg gratis, padahal isinya bagus. Contohnya, Islamic Business Coaching  di Iga Bakar, Jogja. Yg mengisi Ust. Dwi Condro Triono, Ph.D (pakar ekonomi Islam).

 

Dan sebaiknya, jika uang kita cekak, jgn ikut training yang :

1. Isinya hanya motivasi2 saja yg sifatnya global, krg aplikatif, dan cenderung provokatif,

Contoh ::

a. Mau jadi pengusaha? Segera bakar ijazahmu!

b. Jangan mau terus-terusan menjadi karyawan !

c. Pengusaha nggak perlu pinter, bodho saja. Yg harus pinter itu karyawan.

d. Kalau anda pemalas, anda cocok menjadi pengusaha.

 

2. Isinya hanya penawaran produk yg dijual si trainer,

misal : ujung2nya hanya ditawari utk mjd reseller, anggota MLM, provokasi utk mendaftar ke training level selanjutnya yang tarifnya selangit, dan sejenisnya.

 

3. Trainernya bukan pengusaha,

tapi : konsultan anu, trainer anu, ketua organisasi anu, dlsb.

btw, ada pengecualian jika trainer bukan pebisnis. jika anda butuh ilmu spesifik misal cara membuat toko online, maka termasuk baik atau boleh jk anda ikut training/kursus cara membuat toko online. trainernya bs jadi adl dosen, guru, tentor yg ahli di dunia web design, dan ia bukan pengusaha. intinya, anda butuh ilmu yg spesifik. contoh lainnya : kursus menjahit, kursus merajut, dll.

 

4. Atau trainernya mmg pengusaha, tp usahanya ya bisnis “training bisnis” tsb.

 

Tapi kalau uang kita banyak, bolehlah ikut training2 tsb. Cukup bs utk menambah kenalan, dan siapa tahu dapat klien di sana. He he he….

 

Ini cuma pendapat sy lho ya, seorang pengusaha kelas gurem…. Yg kalau ada undangan2 training bisnis, selalu berpikir berkali2 dulu sblm memutuskan utk mendaftar . Dan rata2, mmg tdk saya ikuti. Hanya bbrp sj yg sy ikuti, itu pun kadang berakhir dg kekecewaan, merasa dikibulin dan dieksploitasi.

 

 

Update : Juga jangan ikuti, training bisnis riil tapi mengajarkan bisnis haram.

Contoh training bisnis haram :

1. Sukses bisnis properti tanpa modal

isi trainingnya :

a. cara mengetahui nilai suatu properti (dinilai sendiri, lihat data njop, dan memanfaatkan surveyor kredit dr bank)

b. cara membeli properti yg murah (misal pemiliknya sedang mendesak butuh uang krn ada keluarga sakit keras)

c. cara membuat surat perjanjian jual-beli properti (jgn dibayar tunai, tp dibayar 10% dulu atau tdk bayar sm sekali, bayar lunasnya bbrp bulan kmd klo sdh dpt kredit dr bank).

d. cara mengajukan kredit (ribawi) ke bank, nilai kredit lebih besar drpd harga beli properti, shg didapat keuntungan langsung.

juga diajarkan cara pengajuan kredit perbankan agar bs disetujui.

e. bayar lunas ke pemilik properti, dan nikmati keuntungan langsung td.

f. sewakan properti tsb, cicilan per bulan dr penyewa lebih besar drpd cicilan kredit kita ke bank.

g. di akhir masa sewa (misal : 5 tahun), cicilan kita ke bank juga sudah selesai, lunas.

h. properti tsb bisa dimiliki secara gratis.

i. jika properti tsb kita jual lg, maka nilainya mgkn sudah naik drastis drpd ktk beli 5 tahun yg lalu.

Terkait training bisnis model spt ini, saya katakan, mgkn mmg berhasil. TAPI HARAM…. DOSA BESAR. Jika peserta training tsb kmd melakukannya sprti yg diajarkan, kdm diajarkan lg kpd temannya, anaknya, dst, maka bs saya katakan bahwa trainernya DOSA SUPER SUPER SUPER….. BESARRRRR… Silakan buka blog saya (www.konsultasi.wordpress.com) dan cari artikel ttg dosa riba, dan ttg kredit2 dr bank.

 

2. Sukses berkebun emas

isi trainingnya :

Ini cuma main2 jual emas yg harganya diasumsikan naik. beli emas kemudian digadaikan shg dpt dana segar, utk beli emas lagi, gadaikan lg, beli emas lagi, gadaikan lagi, dst (ada itung2annya shg bisa untung).

Ini juga DOSA BESAR…..Ribawi…..

Spt contoh kedua, trainer dan lembaga yg mengadakan training ini DOSA super super super besarrrr…..

 

catatan :

tulisan ini boleh2 sj anda copas (dgn menuliskan sumbernya), tp sebaiknya dikasih link langsung saja ke sini. karena isinya mau terus sy update. ini belum final. bahasanya juga acak2-an. tp sy sudah gatel untuk menulisnya dan mempublishnya… harap maklum.

(www.faridm.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: