Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Kontroversi Ahmadiyah – TV One

Posted by Farid Ma'ruf pada Februari 20, 2011

SyariahPublications.Com — Bentrokan massa di Cikeusik beberapa waktu yang lalu membuat perhatian masyarakat diarahkan kembali kepada Jamaah Ahmadiyah Indonesia, sebuah aliran sesat yang didirikan oleh Nabi Palsu Mirza Ghulam Ahmad. TV One pun menyiarkan acara diskusi terkait masalah ini.

Acara yang disiarkan pada Sabtu, 19 Februari 2011 pukul 20.00 ini menghadirkan pembicara (dari kiri ke kanan):

1. Ridha Saleh (Komnas HAM),

2. H.Amidhan (M.U.I),

3. Zhafrullah Ahmad Pontoh (Jubir Ahmadiyah),

4. Ismail Yusanto (Jubir HTI).

Ridha Saleh menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan. Beberapa pihak juga masih perlu dimintai keterangan, baik dari anggota Jamaah Ahmadiyah, masyarakat sekitar, serta kepolisian.

H Amidhan menyatakan bahwa sesungguhnya persoalan Ahmadiyah ini harusnya sudah selesai. Diskusi sudah dilakukan, bahkan sudah final sejak 80 tahun yang lalu. Oleh karena itu tidak ada gunanya jika pihak Ahmadiyah ingin klarifikasi. Sudah jelas bahwa Ahmadiyah sesat, dan Ahmadiyah tidak boleh menyebarkan keyakinan sesatnya tersebut.

Ahmad Pontoh menanggapi dengan sengit. Pihaknya ingin klarifikasi kepada MUI. Tetapi Ahmadiyah kecewa ketika Ma’ruf Amin (salah satu pimpinan MUI-Red) menjawab bahwa fatwa MUI tentang Ahmadiyah sudah final.

Ismail Yusanto menegaskan pandangan HTI terkait Ahmadiyah. Sambil menunjukkan halaman Tabloid Media Umat (tabloid yang diterbitkan syabab-syabab HTI-Red) yang memuat salah satu bagian Kitab Tadzkirah (Kitab Suci Ahmadiyah), beliau menjelaskan bahwa ajaran Ahmadiyah berbahaya dan sesat. Tadzkirah ini diklaim sebagai wahyu dari Allah kepada Mirza Ghulam Ahmad. Isinya adalah pengacak-acakan Al Quran. Padahal sudah jelas dalam aqidah Islam bahwa Nabi Muhammad adalah nabi terakhir, dan tidak ada wahyu lagi yang diturunkan sepeninggal Nabi Muhammad SAW.

Ahmad Pontoh langsung protes dengan penjelasan Ismail Yusanto. Menurutnya, orang yang mendapat wahyu tidak hanya nabi, tetapi juga orang-orang lain. Misalnya para sahabat. Mirza Ghulam Ahmad juga termasuk yang mendapat wahyu. Mengenai tuduhan pengacak-acakan Al Quran, ia juga tidak terima. Bukan Mirza Ghulam Ahmad yang mengacak-acak Al Quran. Tetapi memang wahyu Allah kepada Mirza Ghulam Ahmad memang seperti itu. Itu sudah kehendak Allah, itu hak Allah. Bukan salah Mirza Ghulam Ahmad.

Ismail Yusanto menyebut penjelasan Ahmad Pontoh penuh dengan kebohongan yang besar. Sekarang sudah saatnya pemerintah bertindak. Apa sebenarnya kehendak pemerintah terhadap kelompok sesat ini? Seharusnya pemerintah membubarkan Ahmadiyah. Dan presiden sebagai kepala negara punya kewenangan membubarkan. Tapi mengapa sampai sekarang belum dibubarkan juga? (www.syariahpublications.com)

Rekaman video (33 MB) http://www.4shared.com/dir/zaYibCA_/Kontroversi_Ahmadiyah-TV_One.html

Rekaman audio (5,8 MB) http://www.4shared.com/audio/EEdsdkxz/Kontroversi_Ahmadiyah.html

3 Tanggapan to “Kontroversi Ahmadiyah – TV One”

  1. mumtaz said

    Saya sangat setuju jika Ahmadiyah dibubarkan saja, dan saya sangat menanti-nantikan kebijakan yang tegas dari presiden (Bapak Susilo Bambang Yodhoyono). Terkait masalah ini yang berkepanjangan dan bertele-tele.

  2. sabil said

    BUBARKAN.SAJA…SUDAH JELAS SEKALI SESATNYA AHMADIYAH

  3. Garniyah said

    Aduh, uang sebanyak itu diberikan ke perompak Somalia? Senang dong. Itu kan uang rakyat? Kenapa tidak dikirim saja Kopasus? Inilah kalau negara dipimpin pemimpin tidak berani. Alasannya macam-macam, takut awak kapal meti kek, tokek kek. Habis dong uang rakyat.

    Kalau bom itu, biasa, mengalihan isu juga. Itu agar perhatian masyarakat tidak pada isu pembangunan Gedung Mewah DPR dan tidak ke isu pembahasan dan peradilan skandal Bank Century. Enggak ada hubungannya dengan teoris. Umar Patek dll juga enggak ada. Dibilang TV ONE bahwa Umar Patek ditangkap di Pakistan, itu bohong. Kita memantau TV-TV internasional, enggak ada berita penangkapan itu apalagi berita orang nama Umar Patek, ada-ada saja negeri kita ini. Itu semua tokoh-tokoh rekayasa, yang diciptakan polisi, untuk membodohi publik Indonesia yang bodoh. TV-TV Indonesia membebek polisi. Coba pikirkan. Kita semua tahu itu semua dari versi dan pihak polisi. Tokoh-tokoh perwayangan ala polisi. Itu rekayasa isu juga. Pakai dong otak kita dan logika sehat kita. Allah Maha Mengetahui, rekayasa-rekayasa polisi itu dan pemerintahan SBY.

    Kita orang-orang PKS, kita orang-orang PAN, bahkan saudara-saudara kita orang-orang PDIP, orang-orang Gerindra dan orang-orang Hanura, semuanya tahu permainan PD dan Golkar ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: