Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Ingat Ibadah di Tengah Musibah

Posted by Farid Ma'ruf pada November 10, 2010

HTI Press. Di tengah malam yang  dingin menggigit, puluhan ribu orang berdesak-desakan,  ada yang menjerit, menangis, histeris.  Warna putih abu vulkanik yang memenuhi  wajah dan kepala mereka tetap tidak mampu menutupi  suasana hati mereka yang  takut dan sedih luar biasa. Stadion Internasional Maguwoharjo pun seakan tidak mampu menampung banjirnya pengungsi dari berbagai desa yang masuk zona bahaya Merapi yang kembali mengamuk di tengah malam itu.

Di tengah hiruk-pikuknya manusia yang  fokus dengan penderitaannya, dan sibuknya petugas dan relawan dalam menolong para korban, ada seorang pemuda yang teringat, sekarang adalah hari Jumat. Berarti ada kewajiban bagi umat Islam untuk melaksanakan Ibadah Jumat. Namun di sana ia tidak melihat masjid. Persiapan penyelenggaraan Ibadah Jumat di lokasi pengungsian pun tidak ia lihat. Maka dengan segera ia putuskan menghubungi pengelola stadion agar bisa diselenggarakan Ibadah Jumat di sana.  Jawaban yang ia peroleh di luar dugaan. Pengelola stadion tidak rela jika rumput stadion rusak diinjak-injak pengungsi yang shalat Jumat.

Pemuda bernama Yudho Pediyanto itu tetap tidak menyerah. Ia segera survey ke lapangan parkir. Tapi ternyata  sudah penuh oleh ribuan kendaraan yang parkir. Pandangannya pun meluas ke luar stadion. Ia lihat ada celah tempat di sana. Maka dengan segera ia hubungi teman-temannya sesama relawan Hizbut Tahrir Indonesia untuk membuat persiapan.  Dengan mendadak dan  tergesa-gesa , ia dan timnya sibuk membersihkan tanah lapang di luar stadion tersebut. Mobil tanki PU Sleman pun ia undang untuk memudahkan jamaah yang akan berwudlu. Tidak lupa, ia kontak sana – sini untuk mendapatkan peralatan-peralatan lainnya yang dibutuhkan, seperti sound system, tikar, mimbar, termasuk imam dan khotib Jumat.

Dalam suasana serba darurat, maka dilaksanakanlah Ibadah Jumat pada 5 November 2010 di tanah lapang yang panas dan berdebu tersebut. Ratusan pengungsi dan relawan pun akhirnya bisa menjalankan kewajibannya tanpa harus pergi jauh mengingat di area itu tidak ada pelaksanaan Ibadah Jumat selain yang diadakan oleh Yudho dan teman-temannya.[] Farid Ma’ruf

Sumber : http://hizbut-tahrir.or.id/2010/11/10/ingat-ibadah-di-tengah-musibah/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: