Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Pepesan Kosong Demokrasi

Posted by Farid Ma'ruf pada Maret 31, 2009

SyariahPublications.Com — Tidak seperti anggapan banyak orang, ternyata demokrasi mempunyai kebohongan-kebohongan besar. Demokrasi diklaim sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Faktanya, demokrasi menjadi topeng ideologis untuk alat penjajahan. Demokrasi tidak menyejahterakan tetapi justru menyengsarakan. Kebebasan yang diklaim dijamin oleh demokrasi faktanya justru menjadi dalih bagi bolehnya paham-paham sesat seperti JIL, lesbianisme, homoseks, aliran sesat Ahmadiyah, dan lain sebagainya.

Dalam pandangan Islam, demokrasi adalah sistem kufur sehingga haram hukumnya menyebarluaskan dan menerapkannya. Demokrasi juga tidak akan membiarkan syariat Islam tegak di suatu negara yang menerapkan demokrasi. Beberapa fakta bisa menjadi contoh; FIS di Aljazair, HAMAS di Palestina, Refah di Turki.

Berbagai penjelasan di atas terungkap dalam diskusi publik bertema “Pepesan Kosong Demokrasi” yang diselenggarakan oleh DPD I HTI DIY pada hari Ahad, 29 Maret 2009 di Masjid Pangeran Diponegoro kompleks Balai Kota Yogyakarta.

Diskusi publik ini menampilkan pembicara :

1. Ust. Drs. Suswanta (anggota HTI, dosen ilmu politik UMY)

2. K.H. Rohmad S. Labin (anggota DPP HTI)

Dipandu oleh moderator Tindyo Prasetyo, S.T.

Foto :

sambutan bendera

acara


Rekaman audio :

pepesan_kosong_demokrasi.mp3

3 Tanggapan to “Pepesan Kosong Demokrasi”

  1. logics said

    HTI pun jualan pepesan kosong…!!

    Mana barang jualanY?? ga ada… HTI minta umat islam tanda tangan di kertas kosong atas label syari’ah dan khilafah islamiyah

    Lebih parah HTI… Khilafah Islamiyah itu jadi topeng ideologis untuk mengebiri hak-hak masyarakat, memberangus kaum yang tidak sepemikiran dengannya, kebudayaan sekuler (yang mereka namakan sepilis) dan membangun masyarakat “islami” sesuai paham semau Gue.

  2. logics said

    kalo memang anda tidak memberangus kaum yang tidak sepemikiran dengan anda… hilangkan moderasi postingan!!

    Jangan karena orang tidak sepaham dengan anda… postingannya tidak ditampilkan.

  3. hajisamsul said

    Perbedaan penafsiran dan pemahaman diperbolehkan dalam Islam. Jadi mohon dihargai mereka yang masih menggunakan kata “demokrasi” untuk mengekspresikan pemahaman dan keyakinannya. Mari bersama-sama berlomba untuk mencari Ridlo Allah swt. Selamat berkarya dan memberi manfaat untuk ummat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: