Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Keistimewaan DIY yang Sejati

Posted by Farid Ma'ruf pada Oktober 24, 2008

Beberapa menit yang lalu seseorang bersuara wanita menelepon ke nomor kantor saya. Ia mengaku dari harian KOMPAS Jakarta. Ia bermaksud menyurvei (jajak pendapat) tentang Keistimewaan DIY. Pokok-pokok pertanyaan adalah sebagai berikut :

  1. Apakah anda mendukung Sri Sultan langsung ditetapkan menjadi Gubernur DIY (tanpa pilkada langsung)

Jawab : Saya lebih sepakat dengan sistem pemilihan

  1. Apakah mendukung Sri Sultan menjadi Presiden ataukah menjadi Gubernur. Anda dalam posisi yang mana?

Jawab : Tidak dua-duanya

  1. Jika Sri Sultan dicalonkan menjadi Calon Presiden, apakah anda mendukung?

Jawab : Menurut saya, setiap warga negara berhak untuk dicalonkan

  1. Jika Sri Sultan dicalonkan menjadi Presiden, apakah anda khawatir akan menganggu proses RUU KK DIY?

Jawaban : Tidak

  1. Tanggal 20 Oktober 2008 nanti akan ada acara Pisowanan Ageng. Apakah anda berencana hadir?

Jawaban : Tidak

  1. Apakah anda bersedia berdemonstarsi mendukung penetapan Sri Sultan menjadi Gubernur DIY?

Jawaban : Tidak

Prinsip-prinsip jawaban saya :

  1. Pemimpin negara/daerah adalah dilihat dari kualitasnya, bukan dari sisi keturunannya. Rakyat biasa pun berhak menjadi pemimpin jika memang layak.
  2. Pemilihan atau penetapan hanyalah suatu cara. Saya lebih setuju dengan sistem pemilihan.
  3. Keistimewaan DIY menurut saya bukanlah penetapan Sri Sultan menjadi gubernur dan Sri Pakualam menjadi wakilnya, tetapi DIY SEBAGAI PEMERINTAHAN YANG MENERAPKAN SYARIAH ISLAM. Sultan Agung Hanyokrokusumo telah memerintahkan jihad mengusir penjajah Belanda dari bumi Islam Tanah Jawa. Dari Yogyakarta ia perintahkan pasukan besar menuju Batavia (Jakarta). Sultan pun menerapkan Syariah Islam sebagai undang-undang yang berlaku di wilayah kekuasaan Mataram.

(Farid Ma’ruf; www.faridm.multiply.com)

Satu Tanggapan to “Keistimewaan DIY yang Sejati”

  1. dmrhtirto said

    Istimewanya Yogya, diantaranya adalah karena peran dan sikap politik Sultan HB IX saat berdirinya republik Indonesia. Sikap Sultan HB IX yang istimewa yang lain, adalah dinyatakan dengan digunakannya bangunan dan aset kraton lainnya untuk keperluan pendidikan, antara lain Pagelaran dan sebagainya untuk digunakan untuk perkuliahan Universitas Gajah Mada. Jadi Istimewanya Yogya akan langgeng kalau warga Yogya bisa/mampu meniru beberapa sikap/perilaku Sultan HB IX yaitu dengan mengokohkan NKRI dalam berbagai bentuk pengabdiannya yang Istimewa. Mari kita pikirkan bersama, secara istimewa pula.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: