Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Menggapai Baiti Jannati di Era Globalisasi

Posted by Farid Ma'ruf pada Juni 8, 2007

Keluarga Samara. Membentuk keluarga sakinah mawaddah wa rahmah tidak semudah mengucapkannya. Konflik di dalam kehidupan rumah tangga sangat sering terjadi. Seiring dengan kian melejitnya peranan wanita di sektor publik, angka perceraian justru semakin meningkat. Uniknya, perceraian itu semakin banyak yang terjadi karena inisiatif pihak istri.

Berbagai hal bisa menjadi penyebab semrawutnya kehidupan rumah tangga. Mulai dari masalah penghasilan suami yang dinilai kurang oleh istri, suami yang sering pergi ke luar kota sehingga istri kesepian, istri yang ikut bekerja di luar rumah sehingga keluarga kurang mendapatkan perhatian, mencurigai pasangannya selingkuh, dan masih banyak lagi.

Kemandirian wanita dalam memenuhi kehidupan ekonominya menjadi salah satu penyebab ringannya istri meminta cerai. Majalah Time pernah mengutip pernyataan mantan putri Indonesia, Alya Rohali : “We have proved that we can succeed financially, with or without a man” (kami sudah membuktikan bahwa kami dapat mencapai kesuksesan finansial, dengan atau tanpa laki-laki). Tidak mengherankan jika banyak kasus gugatan cerai yang dilakukan Tenaga Kerja Wanita (TKW). Para wanita itu telah bekerja keras di luar negeri, sementara para suami hidup santai di rumah. Ironisnya, ada suami yang tega hidup berfoya-foya dengan uang kiriman istri, bahkan berselingkuh ketika istrinya bekerja di negeri asing. Akhirnya, wanita-wanita itu pun merasa tidak tahan dan akhirnya meminta cerai.

Semua pasangan dengan berbagai latar belakang bisa mengalami masalah rumah tangga yang rumit. Sayangnya, banyak figur terkenal yang masalah rumah tangganya diekspose media. Mulai dari selebriti Ahmad Dhani dan Maia Estianty yang “perang bintang” keduanya menjadi bahan jualan acara infotainment selama berbulan-bulan, hingga perceraian Ustadzah ternama Hj. Lutfiah Sungkar. Akibatnya, masyarakat menganggap bahwa pertengkaran hingga perceraian adalah suatu hal yang wajar dan layak terjadi.

Perceraian pun bukan solusi akhir. Masih banyak masalah lain yang muncul pasca perceraian. Misalnya hak asuh anak yang tidak jarang berbuntut di pengadilan, berebut harta gono-gini, hingga saling tuduh dan menjelekkan pribadi mantan pasangannya. Drama perebutan hak asuh anak antara artis cantik Tamara Bleszynski dengan Teuku Rafli Pasha menjadi contoh betapa rumitnya kehidupan pasca perceraian.

Hadirnya era globalisasi seharusnya mempermudah pasangan suami istri dalam berkomunikasi. Anehnya, keterbukaan hati dan jalinan komunikasi yang lancar antara suami dengan istrinya tidak otomatis muncul. Tidak jarang, teknologi informasi justru memicu kecemburuan yang membabi-buta. Sampai-sampai ada suami yang tega menyita telepon genggam istrinya karena khawatir istrinya selingkuh. Kemudahan komunikasi dengan telepon genggam yang dilengkapi fasilitas layanan short message service (sms) justru memudahkan orang yang akan berselingkuh.

Oleh karena itu, sangat tepat DPD II HTI Kab. Bantul menyelenggarakan Training Keluarga Sakinah II dengan tema “Menggapai Baiti Jannati di Era Globalisasi”. Training yang sudah memasuki angkatan kedua ini akan diselenggarakan pada hari Ahad, 17 Juni 2007 pukul 08.00 -17.00 di Hotel Jogokaryan, Yogyakarta. Pasangan suami istri yang akan menjadi peserta hanya perlu membeli tiket senilai Rp 50.000,00. Fasilitas yang akan didapatkan berupa makan siang, kudapan, serta doorprize dari sponsor.

Tiket training bisa didapatkan di Sekretariat Panitia, Pepe nomor 1 Trirenggo Bantul, setiap hari Senin – Sabtu pukul 10.00 – 14.00. Informasi lebih lengkap bisa menghubungi Hesti Rahayu (08121599809). Bagi anda yang tidak sempat untuk datang ke sekretariat panitia, silakan menghubungi kami untuk dibantu teknis pendaftaran.

Harapan kami, training ini bisa menjadi jawaban atas berbagai pertanyaan terkait problem rumah tangga yang sudah menumpuk di meja redaksi. Slogan hebat berbunyi “rumahku surgaku” semoga tidak hanya menjadi teori. (Farid Ma’ruf; www.keluarga-samara.com)

Satu Tanggapan to “Menggapai Baiti Jannati di Era Globalisasi”

  1. Sesuatu yang halal dan dibenci oleh Allah Swt adalah talak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: