Farid Ma'ruf

Informasi Bisnis Internet, Dunia Komputer, dan Dakwah

Pacaran dengan Suami Wanita Lain, Bingung

Posted by Farid Ma'ruf pada Mei 7, 2007

Pertanyaan :

Assalamualaikum. Aku mau konsultasi tentang hubungan kami. Sekarang aku berpacaran dengan cowok yang sudah punya itsri. Ia baru mengatakan bahwa ia sudah beristri setelah kami sebulan pacaran. Ia menjelaskan alasannya, yaitu karena ia tidak bahagia pada pernikahannya. Sekarang aku bingung dengan kondisi ini. Aku terlanjur sayang sama dia. Aku orangnya terlalu berperasaan. Aku juga pernah memintanya untuk meninggalkan aku. Tapi dia merengek-rengek tidak mau. Sampai menangis memohon.

 

Ema, Jakarta

 

Jawaban :

Turut prihatin dengan kondisi Ema. Ema tentu merasa tertipu laki-laki itu karena ternyata ia sudah beristri.

Ada dua masalah berbeda yang harus dibahas pada kasus ini. Pertama adalah tentang hukum pacaran. Kedua adalah bolehkah dinikahi pria yang sudah mempunyai satu istri (dipoligami)?

 

Hukum Pacaran

Pacaran adalah perbuatan yang hukumnya haram. Walaupun tidak ada definisi pasti dan disepakati tentang pacaran, tetapi pada umumnya pacaran adalah kegiatan bersenang-senang antara pria dan wanita yang bukan suami istri. Kegiatan bersenang-senang itu bentuknya bermacam-macam, biasanya dilakukan hanya secara berdua-duaan. Misalnya : makan bersama, nonton bioskop bersama, jalan-jalan bersama, bahkan sampai tidur bersama.

Pacaran terkategori perbuatan mendekati zina yang akhirnya bisa menjerumuskan pelakunya sampai pada perbuatan zina sesungguhnya. Semua aktivitas pacaran tersebut hukumnya adalah haram.

 

Allah berfirman :


Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. (Q.S. Al Isra’ ayat 32)

 


Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman. (Q.S An Nuur ayat 2)

 

Rasulullah bersabda :

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلآخِرِ فَلاَ يَخْلُوَنَّ بِإِمْرَأَةٍ لَيْسَ مَعَهَا ذُوْ مَحْرَمٍ مِنْهَا فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ

Siapa saja yang beriman kepada Allah Swt. dan hari Akhir, janganlah sekali-kali ia berkhalwat (berdua-duaan) dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya,  karena yang ketiga di antara keduanya adalah setan.

 

Pacaran dengan pria bujang ataupun pria beristri hukumnya haram. Ema harus segera menghentikan perbuatan berpacaran dengannya sesegera mungkin. Sertailah dengan memohon ampunan kepada Allah dengan bersungguh-sungguh, dengan niatan kuat di dalam hati untuk tidak akan mengulanginya lagi.

 

Hukum Poligami

Poligami adalah sesuatu yang diperbolehkan di dalam Islam (silakan baca pembahasan poligami di sini). Jadi, kalau memang lelaki itu serius menikah lagi, sah-sah saja ia melakukannya. Akan tetapi, banyak persyaratan yang harus ia penuhi, termasuk tidak boleh mengabaikan istri pertamanya.

Berdasarkan informasimu, sepertinya ia bukan lelaki yang bertanggung jawab. Buktinya ia berniat meninggalkan istri pertamanya hanya untuk mendapatkan Ema. Ini mengindikasikan bahwa ia hanya mau enaknya sendiri. Bagaimana tanggung jawabnya dengan istrinya sekarang? Apakah akan ia tinggalkan begitu saja?

Oleh karena itu, menurut saya, sebaiknya Ema jangan melanjutkan hubungan  dengan pria itu. Biarlah pria itu memperbaiki masalah rumah tangganya. Dan janganlah Ema menjadi sumber penambah masalah keluarga orang lain.

 

Perasaan Telanjur Sayang

Mengenai perasaan Ema yang telanjur sayang sama dia, sebenarnya itu bisa disiasati. Perasaan sifatnya bisa berubah-ubah. Bisa jadi hari ini Ema mencintai seseorang, tapi besoknya berubah menjadi benci. Perasaan juga bukan suatu hal yang harus dituruti, bahkan dalam banyak kasus ia harus dilawan.

 

Bukankah Allah telah berfirman :


Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.(Q.S. Al Baqarah ayat 216)

 

Sesungguhnya yang paling tahu hakikat baik dan buruk hanyalah Allah semata. Kita hanyalah makhluk yang harus taat kepada-Nya. Apa yang menurut-Nya baik, maka itulah yang baik. Dan apa yang menurut-Nya buruk, maka itulah buruk.

Pacaran adalah perbuatan banyak dicintai banyak orang, tetapi sesungguhnya pacaran adalah perbuatan buruk. Jadi, jangan turuti perasaan Ema itu. Palingkanlah pada hal-hal lain yang bisa melupakanmu padanya. Persibuklah diri dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, misalnya : menekuni hobi edukatif seperti membaca ataupun menulis, bersosialisasi dengan teman-teman yang lain, dan kegiatan-kegiatan lain yang Ema sukai namun bermanfaat. Cara-cara lainnya, silakan baca di sini.

Semoga Ema bisa segera menyelesaikan masalah ini. Yakinlah, semua masalah pasti ada solusinya dalam Islam. Syariat Islam adalah “obat” dari segala macam masalah manusia. Tinggal kita mau “meminumnya” atau tidak.

Selamat menata hati. (www.syariahpublications.com)

 

Tim Konsultan Syariah Publications; Farid Ma’ruf

2 Tanggapan to “Pacaran dengan Suami Wanita Lain, Bingung”

  1. Mr. Fulus said

    Salam,
    Itu airmata buaya Ema. Jika dia sanggup meninggalkan istrinya, secara logika, dia juga sanggup meninggalkan Ema jika satu saat mendapat wanita yang lebih baik dari Ema. Ah, wanita selalu kalah dengan perasaannya….:(

  2. saifuddin azhar atoillah said

    mbak ema yang penuh perasaan… anda sudah memasuki lingkaran rumah tangga orang lain. bagaimana kalo rumah tangga mbak ema juga ada wanita kedua ??? anda mau terima dengan huznudhon ato suudhon ? pernahkah anda berfikir kalo mbak ema juga punya andil semakin memecah rumah tangga orang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: