Ditulis oleh Farid Ma'ruf di/pada Januari 12, 2007
Oleh : TARY
Vivin memeriksa kembali arloji di tangan kirinya. Jam 5 sore. Ck! Sudah lewat satu jam tapi Ayu belum juga menampakkan diri. Tak biasanya Ayu ngaret kalau ada janji. Apalagi ini penting. Mereka akan mengunjungi Udin, salah satu murid ngajinya yang kecelakaan tempo hari.
Dit…dit…dit…dit… Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerpen | 1 Komentar »
Ditulis oleh Farid Ma'ruf di/pada Januari 12, 2007
Brak! Buka pintu! Suara itu memecah keheningan tengah malam. Seorang pemuda berumur 20-an tahun berdiri bersandar pada daun pintu yang kokoh itu sambil meracau tak karuan. Brak brak brak! Kembali tangannya menggedor-gedor pintu yang tak kunjung terbuka. Setelah itu ia kembali menyanyi-nyanyi lagi dengan sembarangan, khas orang yang berada di bawah pengaruh alkohol. Beberapa saat kemudian, seorang wanita setengah baya berlari-lari dari dalam rumah untuk membuka pintu. Di belakangnya menyusul Tari yang masih memakai baju tidur. Setelah pintu berhasil dibuka, tubuh limbung Diko, nama pemuda itu, roboh kalau saja tak segera ditangkap oleh Tari dan perempuan setengah baya itu. “Mas Diko, mabuk lagi?” suara Tari lirih sambil berusaha memapah, tepatnya setengah menyeret tubuh Diko ke sofa ruang tamu. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerpen | Leave a Comment »